Injil Katolik
Injil Katolik Hari Ini Senin 23 Maret 2026 dan Mazmur Tanggapan
Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 23 Maret 2026. Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
- Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
- Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
- Senin 23 Maret 2026 merupakan hari Senin pekan V Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Alfonsus Toribio dari Mongroveyo, Uskup, Santa Sibilina Biscossi OP, Pengaku Iman, Santo Dismas, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak Injil Katolik hari ini Senin 23 Maret 2026.
Injil katolik hari ini lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.
Renungan harian Katolik hari ini ada dibagian akhir artikel ini.
Senin 23 Maret 2026 merupakan hari Senin pekan V Prapaskah, Perayaan fakultatif Santo Alfonsus Toribio dari Mongroveyo, Uskup, Santa Sibilina Biscossi OP, Pengaku Iman, Santo Dismas, Pengaku Iman, dengan warna liturgi ungu.
Adapun bacaan liturgi Katolik hari Senin 23 Maret 2026 adalah sebagai berikut:
Baca juga: Renungan Katolik Hari Senin 23 Maret 2026, Hidup dalam Kebenaran dan Bangkit dari Dosa
Bacaan Pertama Daniel 13:1-9,15-17,19-30,33-62
Sungguh, aku mati, meskipun aku tidak melakukan sesuatu pun dari yang mereka tuduhkan.
Adalah seorang orang diam di Babel, Yoyakim namanya. Ia mengambil seorang isteri yang bernama Susana anak Hilkia. Isterinya itu amat sangat cantik dan takut akan Tuhan. Karena orang tuanya benar maka anak mereka dididik menurut Taurat Musa.
Adapun Yoyakim adalah amat kaya dan dimilikinya sebuah taman yang berdekatan dengan rumahnya. Oleh karena ia paling terhormat di antara sekalian orang maka orang-orang Yahudi biasa berkumpul padanya. Nah, dalam tahun itu ada dua orang tua-tua dari antara rakyat ditunjuk menjadi hakim. Tentang mereka itulah Tuhan telah berfirman: “Kefasikan telah datang dari Babel, dari kaum tua-tua, dari para hakim yang berlagak pengemudi rakyat.”
Orang-orang tua-tua itu sering mengunjungi rumah Yoyakim, tempat setiap orang yang mempunyai suatu perkara datang kepada mereka. Apabila menjelang tengah hari rakyat sudah pergi masuklah Susana untuk berjalan-jalan di taman suaminya.
Kedua orang tua-tua itu setiap hari mengintip Susana, apabila ia masuk dan berjalan-jalan di situ. Maka timbullah nafsu berahi kepada Susana dalam hati kedua orang tua-tua itu. Mereka lupa daratan dan membuang muka, sehingga tidak memandang Sorga dan tidak ingat kepada keputusan yang adil.
Sedang mereka menunggu saat yang baik maka pergilah Susana ke taman itu seperti yang sudah-sudah. Ia hanya disertai dua orang dayang, karena cuaca panas maka ia mau mandi di taman itu. Tiada seorangpun ada di sana kecuali kedua orang tua-tua itu yang bersembunyi sambil mengintip Susana.
Kata Susana kepada dayang-dayangnya: “Ambilkanlah aku minyak dan urap dan tutuplah pintu-pintu taman, maka aku dapat mandi.” Segera setelah dayang-dayang itu keluar bangunlah kedua orang tua-tua itu dan bergegas-gegas menuju Susana.
Berkatalah mereka: “Pintu-pintu taman sudah tertutup dan tidak ada seorangpun melihat kita. Kami sangat cinta berahi kepadamu. Berikanlah hati saja dan tidurlah bersama-sama dengan kami. Tetapi kalau engkau tidak mau, pasti kami naik saksi terhadapmu, bahwa seorang pemuda kedapatan padamu dan bahwa oleh karena itulah maka dayang-dayang itu kausuruh pergi.”
Bernafaslah Susana lalu berkata: “Aku terdesak sekeliling. Sebab jika hal itu kulakukan, niscaya mati menanti aku. Jika tidak kulakukan, maka aku tidak lolos dari tangan kamu. Namun demikian lebih baiklah aku jatuh ke dalam tangan kamu dengan tidak berbuat demikian, dari pada berbuat dosa di hadapan Tuhan.”
Lalu Susana berteriak-teriak dengan suara nyaring. Tetapi kedua orang tua-tua itupun berteriak-teriak pula melawan Susana. Yang satu lari membuka pintu taman. Demi teriak di taman itu didengar oleh orang-orang yang ada di dalam rumah, bergegas-gegas masuklah mereka lewat pintu samping untuk melihat apa yang terjadi dengan Susana.
Setelah kedua orang tua-tua itu memberikan keterangan-keterangan maka amat malulah para pelayan, sebab belum pernah hal semacam itu dikatakan tentang Susana. Ketika keesokan harinya rakyat berkumpul lagi pada Yoyakim, suami Susana, datang pula kedua orang tua-tua itu penuh dengan angan-angan fasik terhadap Susana untuk membunuh dia.
Injil Katolik Hari Ini Senin 23 Maret 2026
Injil Katolik Senin 23 Maret 2026
Injil Katolik Misa Senin 23 Maret 2026
Bacaan Injil Katolik Senin 23 Maret 2026
Tribun Flores.com
| Renungan Katolik Hari Senin 23 Maret 2026, Hidup dalam Kebenaran dan Bangkit dari Dosa |
|
|---|
| Renungan Katolik Senin 23 Maret 2026, Aku pun Tidak Menghukum |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Senin 23 Maret 2026 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Peringatan Santo dan Santa Pelindung Hari Ini Senin 23 Maret 2026 |
|
|---|
| Kalender Liturgi Katolik Hari Ini Senin 23 Maret 2026, Pesta St Turibius dari Mogrovejo |
|
|---|