Selasa, 5 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Jumat 27 Maret 2026,  Bapa Ada Dalam Aku

Mari simak renungan Katolik hari ini Jumat 27 Maret 2026. Tema renungan Katolik hari ini  “bapa ada dalam aku”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Jumat 27 Maret 2026,  Bapa Ada Dalam Aku
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari ini Jumat 27 Maret 2026. Tema renungan Katolik hari ini  “bapa ada dalam aku”. 

Sekali lagi mereka mencoba menangkap Yesus, tetapi Ia luput dari tangan mereka. Kemudian Yesus pergi lagi ke seberang Yordan, ke tempat Yohanes dulu membaptis orang, lalu Ia tinggal di situ.

Banyak orang datang kepada-Nya dan berkata, “Yohanes memang tidak membuat satu tanda pun, tetapi semua yang pernah dikatakan Yohanes tentang orang ini benar.” Dan banyak orang di situ percaya kepada-Nya.

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.

Renungan Harian Katolik

 “Bapa ada dalam Aku”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Dalam bacaan hari ini, kita diajak melihat kedalaman hubungan Yesus dengan Bapa. Di satu pihak, Yeremia mengalami penganiayaan dan dibawa pada situasi sulit, namun ia tetap berpaut pada Tuhan. Di pihak lain, Injil Yohanes menampilkan Yesus yang dituduh, tetapi karya-Nya justru memancarkan bahwa Bapa hadir dalam diri-Nya. Tema “Bapa ada dalam Aku” mengajak kita beralih dari sekadar mendengar tentang Allah, menuju percaya bahwa Allah bekerja nyata melalui Yesus.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam bacaan ini (Yer. 20:10-13), Nabi Yeremia menghadapi lawan-lawan yang mengejek dan menutup jalan. Namun ia tidak tenggelam dalam takut. Ia mengandalkan Tuhan: Tuhan tahu, Tuhan adil, dan Tuhan menjadi keselamatan. Ayat-ayat ini mengajar kita untuk tetap berseru kepada Allah ketika diserang, sambil menaruh harapan pada-Nya. Dan dalam Injil (Yoh. 10:31-42), para pendengar mencoba menangkap Yesus karena Dia mengklaim hal-hal ilahi. Yesus menjawab dengan membawa dasar yang paling kuat: pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan-Nya. Jika karya-Nya berasal dari Allah, maka kesimpulannya: Bapa ada dalam Dia. Jadi, iman tidak hanya lahir dari kata-kata, tetapi juga dari pengenalan akan karya Allah yang tampak dalam diri Yesus. Maka poin refleksi kita adalah “Saat ditekan, tetap sandar pada Tuhan”: Bagian hidup mana yang sedang membuat Anda merasa terpojok atau diserang—kata-kata, sikap, atau ketidakadilan? Renungkan: apakah Anda masih menyerahkan ketakutan itu kepada Tuhan, atau justru membiarkannya menguasai hati? “Kenali Yesus lewat “karya Allah” di sekitar Anda”: Dalam Injil, orang-orang diajak melihat karya Yesus. Renungkan: bentuk-bentuk kasih, pertolongan, penghiburan, dan perubahan apa yang pernah Anda alami melalui Yesus? Bagaimana pengalaman itu dapat menguatkan iman Anda saat keraguan muncul? “Bapa ada dalam Aku”: Kepercayaan kepada Yesus bukan seperti teori, melainkan relasi: Allah yang berkuasa dan mengasihi nyata dalam diri Kristus. Renungkan: sejauh mana Anda mengizinkan Tuhan bekerja dalam keputusan dan cara hidup Anda bukan hanya dalam ibadah, tetapi dalam sikap harian?

Saudara-saudari terkasih

Pesan untuk kita, pertama, marilah kita percaya bahwa Yesus bukan hanya utusan, tetapi tanda kehadiran Allah yang nyata: “Bapa ada dalam Aku.” Kedua, karena itu, ketika kita diserang seperti Yeremia, kita tidak sendirian. Dan ketika kita ragu, kita dapat kembali memandang karya Kristus. Ketiga, semoga Tuhan meneguhkan iman kita agar hidup kita makin selaras dengan kehendak Bapa. Tuhan memberkati kita semua. (sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved