Senin, 20 April 2026

Jumat Agung 2026

Teks Misa Hari Jumat 3 April 2026 Perayaan Jumat Agung

Mari simak teks misa hari Jumat Agung 3 April 2026. Teks misa hari Jumat Agung lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Hari Jumat 3 April 2026 Perayaan Jumat Agung
TRIBUNFLORES.COM/MARIA MANGKUNG
USKUP MAUMERE- Mari simak teks misa hari Jumat Agung 3 April 2026. Teks misa hari Jumat Agung lengkap renungan harian katolik. Teks misa hari Jumat Agung disusun oleh Petrus Cristologus Dhogo, SVD. 

▪ Hening sejenak.  
▪ Komentator mengajak semua untuk berlutut 

dengan berkata. “MARI KITA BERLUTUT MENGENANGKAN TUHAN KITA YANG WAFAT”. 

▪ Sesudah berlutut sesaat, semua kembali duduk. Pemimpin melanjutkan bacaan.  

Karena hari itu hari persiapan dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib, sebab Sabat itu adalah hari yang besar, maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu dipatahkan dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka datanglah prajurit-prajurit lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus; tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya, tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung-Nya dengan tombak, dan segera mengalir keluar darah dan air.

Dan orang yang melihat hal itu sendiri yang memberikan kesaksian ini dan kesaksiannya benar, dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya.Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah yang tertulis dalam Kitab Suci: “Tidak ada tulang-Nya yang akan dipatahkan.” Dan ada pula nas yang mengatakan: “Mereka akan memandang kepada Dia yang telah mereka tikam.”

Sesudah itu Yusuf dari Arimatea, ia murid Yesus tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi, meminta kepada Pilatus supaya ia diperbolehkan menurunkan mayat Yesus. Dan Pilatus meluluskan permintaannya itu. Lalu datanglah ia dan menurunkan mayat itu.

Juga Nikodemus datang ke situ. Dialah yang mula-mula datang waktu malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil mayat Yesus, mengapani-Nya dengan kain lenan dan membubuhi-Nya dengan rempah-rempah menurut adat orang Yahudi bila menguburkan mayat. Dekat tempat di mana Yesus disalibkan ada suatu taman dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka meletakkan mayat Yesus ke situ.

P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  

09. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Bacaan-bacaan yang kita dengarkan pada hari ini mengisahkan tentang kematian tragis dari seorang utusan Allah, yaitu Yesus. Kematian ini telah dinubuatkan oleh nabi Yesaya. Kelihatan dengan amat jelas bahwa orang benar diperlakukan dengan sama sekali tidak adil. Ia bahkan digolongkan sebagai pemberontak. Tidak ada seorang pun yang membela-Nya. Bahkan murid-murid dan mereka semua yang mengikuti-Nya menghilang. Tinggal Yesus seorang diri.

Kita bisa membayangkan betapa beratnya Yesus berjuang seorang diri. Dia bukan saja menerima pukulan, melainkan juga cibiran dan olokan. Dia dianggap tidak berguna. Maka penyaliban sudah merupakan hal yang tepat bagi-Nya. Inilah kisah Yesus, yang menjadi korban ketidakadilan.Meski demikian, Yesus tidak melawan. Dia tetap setia memikul salib hingga wafat di atas kayu salib. Semuanya demi kita. Dia diam karena Dia tetap mengasihi kita. Perlakuan yang keji terhadap-Nya tidak mengurangi cinta-Nya kepada kita. Dia tidak membalas atau mengutuk karena Dia amat mencintai kita. Kita patut berterima kasih atas pengorbanan Yesus yang luar biasa ini. Yesus mengubah salib yang merupakan lambang kekejaman menjadi lambang cinta. Karena di atas salib, Dia tetap mencintai kita.

Kita berbangga dengan salib bukan karena kengerian salib, melainkan karena cinta Tuhan pada kita. Dari sikap Yesus ini, kita pun belajar untuk memandang orang lain sebagai sesama kita. Kadang kala kata-kata dan cibiran kita menyakitkan sesama kita atau malah membuat orang lain susah berkembang. Sabda Yesus tetap sama, “cintailah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!” Yesus menghayatinya sampai mati. Dia tidak membenci siapa pun. Tuhan, buatlah agar kami senantiasa diingatkan oleh salib-Mu untuk tidak menyalibkan orang lain dengan kata-kata atau tindakan kami. Terima kasih untuk cinta-Mu di atas salib yang menyelamatkan kami.

10. DOA UMAT MERIAH 

Doa umat meriah diucapkan oleh Pemandu ibadat sendiri. Sebaiknya dinyanyikan. Contoh lagu bisa lihat panduan dari Buku Perayaan Sabda Hari Minggu dan Hari Raya Tanpa Imam untuk 

Masa Khusus hal. 214-215. 

P : Umat yang terkasih, Allah merelakan Putra-Nya bagi kita. Bersama karunia-Nya yang mahabesar itu, tidakkah Ia akan memberikan kepada kita segala yang baik dan berguna, jika kita memohonkan kepada-Nya?  Karena itu, marilah dalam kebersamaan dengan semua saudara seiman di seluruh dunia, kita menyampaikan kepada Allah beberapa ujud yang menyangkut kepentingan Gereja dan masyarakat. 

P : Bagi Gereja  

Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa untuk Gereja Katolik yang kudus. Semoga Allah berkenan menganugerahkan damai kepadanya, mempersatukan dan melindunginya di seluruh dunia. Semoga Allah melanjutkan karya belas kasih-Nya terhadap semua putra-putri-Nya, agar mereka bertekun mengimani nama Tuhan dengan setia. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 

P : Bagi Bapa Suci 

Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa bagi Bapa Suci, Paus Fransiskus, yang telah dipilih Allah untuk memangku jabatan uskup. Semoga Allah berkenan melindungi dia, sehingga tetap sehat walafiat serta dipenuhi kebijaksanaan dan ketabahan untuk memimpin umat dengan baik. 
Semoga umat yang dipimpinnya, dengan setia mengikuti segala bimbingannya sehingga semakin berkembang dalam iman. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 

P : Bagi para pejabat Gereja dan segala lapisan umat.  

Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa pula untuk Uskup kita…, untuk semua Uskup, Imam, Diakon, untuk semua pejabat Gereja, dan untuk semua pemimpin umat di tiap-tiap jemaat, dan juga untuk semua anggota Gereja.  Semoga masing-masing, sesuai dengan rahmat 
yang dianugerahkan Tuhan kepadanya, mengabdi kepada Allah dengan setia dan penuh iman. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 

P : Bagi kesatuan umat Kristen. 

Marilah kita berdoa bagi semua saudara kita yang mengimani Kristus. Hanya Allah yang sanggup menghimpun mereka yang tercerai-berai; Ia pun memelihara mereka yang telah bersatu di dalam Gereja-Nya. Semoga semua orang yang telah dikuduskan Allah dalam Sakramen Pembaptisan, dipersatukan-Nya pula dalam iman dan cinta kasih. Marilah kita mohon…. 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 

P : Bagi kesatuan umat Kristen  

Marilah kita berdoa bagi semua saudara kita yang mengimani Kristus. Hanya Allah yang sanggup 
menghimpun mereka yang tercerai-berai; Ia pun memelihara mereka yang telah Bersatu di dalamnya. Semoga semua orang yang telah dikuduskan Allah dalam Sakramen Pembaptisan, dipersatukan-Nya pula dalam iman dan cinta kasih. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 
P : Bagi mereka yang belum mengimani Kristus.  Marilah kita berdoa untuk saudara-saudari kita yang belum mengimani Kristus. Semoga mereka dengan hidup jujur di hadapan Allah, dapat menemukan kebenaran serta jalan keselamatan, berkat terang Roh Kudus serta kesaksian kaum beriman. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 
P : Bagi mereka yang tidak percaya kepada Allah.  Marilah kita berdoa pula untuk saudara-saudari kita yang tidak mengenal Allah. Allah telah menanamkan ke dalam hati tiap manusia hasrat untuk mengenal Penciptanya dan menemukan ketentraman jiwa. Semoga di tengah awan gelap kehidupan ini, segala manusia melihat titik cerah kasih sayang Allah. Semoga mereka pun terkesan oleh kesaksian hidup umat beriman dan dengan gembira menyambut kehadiran Tuhan dalam hidupnya. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 
P : Bagi para pemimpin negara.  

Marilah kita berdoa pula bagi semua pemimpin negara. Semoga berkat bimbingan dan perlindungan Allah, mereka sanggup mengusahakan perdamaian dan kesejahteraan sejati bagi seluruh rakyat, dan menjamin kebebasan beragama. 

Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 
P : Marilah kita panjatkan doa pula bagi saudarasaudara yang menderita. Semoga Allah berkenan melenyapkan segala penyakit, menjauhkan kelaparan, menguatkan para 
tahanan, mengembalikan para pengungsi, melindungi orang yang sedang dalam perjalanan, 
mengantar pulang para perantau, dan menganugerahkan keselamatan abadi kepada semua yang telah meninggal.  Semoga mereka sekalian bergembira karena mengalami belas kasihan Allah serta bantuan rahmat-Nya. Marilah kita mohon… 
U : Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan. 
P : Bapa yang mahabaik dan mahakuasa, begitu besar cinta kasih-Mu kepada manusia, sehingga Engkau menyerahkan Putra-Mu yang tunggal untuk kami, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya, tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sudilah mendengarkan serta mengabulkan doa-doa yang telah kami panjatkan kepada-Mu, demi PutraMu yang terkasih, Yesus Kristus, Tuhan, dan Pengantara kami. 
U : Amin 

11. PENGHORMATAN DAN PENYEMBAHAN SALIB  

Pemimpin berdiri dan menuju pintu masuk Kapela. Di situ sudah diletakkan Salib yang masihterselubung. Umat diajak untuk mengarahkan pandangan ke pintu masuk Kapela, dengan komentar berikut. 

L : Sekarang kita memasuki upacara penghormatan salib. Kita akan memulainya dengan perarakan Salib Suci ini. Saya akan membuka selubung salib ini dan kita akan memandang ke arah Salib, tempat bergantung Sang Juru Selamat kita. Kita diminta mengarahkan hati dan pandangan mata kita pada Salib ini, lalu menyanyikan bersama jawaban atas undangan untuk melihat Salib ini. 
[Pemimpin lalu membuka membuka seluruh selubung salib pada bagian kepala, menyusul bagian lengan kanan, dan terakhir seluruh kain dibuka. Setiap kali ia memperlihatkan salib itu kepada yang hadir, sambil berkata (atau bernyanyi jika bisa bernyanyi):] 
P : Lihat kayu salib, di sini tergantung Kristus, Penyelamat dunia 
U : Marilah kita sembah. 

▪ Dialog ini diulangi tiga kali, dengan tidak terburu-buru. Tempatnya adalah di bagian depan pintu masuk Kapela, di bagian tengah Kapela, dan di depan altar (dengan Salib dihadapkan kepada umat) 

▪ Setelah selesai, Salib lalu diletakkan di atas meja atau tempat yang layak diapiti oleh lilin bernyala.   P : Saudara-saudari terkasih, kita diberi kesempatan untuk memberikan penghormatan terhadap Yesus yang tersalib demi keselamatan kita. Kita tetap menjaga suasana khidmat kita ini dengan berdoa pribadi dan menyanyikan lagu bersama.   
▪ Penghormatan terhadap salib bisa dilakukan dengan berbagai cara yang sesuai dengan masing-masing pribadi, seperti menunduk hormat pada salib, menyentuh salib, berlutut di depan salib, atau mencium salib.   
▪ Selama upacara penghormatan salib, umat menyanyikan lagu yang bertemakan SALIB. 
▪ Setelah itu dilanjutkan dengan KOMUNI BATIN. Setelah selesai dilanjutkan dengan Ritus Komuni.  Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

12A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

[Dikonsultasikan dengan Pastor Paroki, terutama menyangkut dari mana memperoleh Sakramen Mahakudus] Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tempatnya disimpan dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan 
umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. 
[Hening sejenak] 

13A. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

14A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut 
menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: 
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------------------------- 
12B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

13B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja. 

14B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 

P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak] 

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing 
menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di 
sini bersama kita.  

Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  

P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Sengsara.  

15. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, kita telah merayakan misteri sengsara dan wafat Tuhan kita Yesus Kristus. Kita pun telah menunjukkan penghormatan yang ikhlas kepada Dia yang bergantung di kayu salib.  

Apa tanggapan kita selanjutnya setelah mengikuti 
perayaan ini? Marilah kita merenungkan betapa 
besarnya kasih Tuhan, sehingga rela mengurbankan 
nyawa bagi kita. Bersama Kristus yang dimakamkan, 
marilah kita melanjutkan permenungan kita dalam 
keheningan sampai besok sore. 

16. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Allah Bapa yang kekal dan kuasa, Engkau telah memulihkan kebahagiaan kami berkat wafat dan kebangkitan Putra-Mu. Kami mohon peliharalah karya belas kasih-Mu dalam diri kami.  Semoga kami, karena telah mengambil bagian dalam misteri Paskah, Engkau perkenankan hidup penuh bakti kepada-Mu.  
Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 
U : Amin 

17. PEMBUBARAN UMAT 

Untuk pembubaran umat, Pemimpin mengajak umat: 

P : Marilah kita memohon berkat Tuhan sambil menundukkan kepala. Pemandu berdiri menghadap umat, dan sambil mengulurkan tangan kanan ke arah mereka, dan berdoa: Kami mohon, ya Tuhan, semoga turunlah berkat berlimpah ke atas umat-Mu ini, yang telah me
ngenangkan wafat Putra-Mu sambil mengharapkan kebangkitan-Nya; berikanlah pengampunan, anugerahkanlah penghiburan, tumbuhkanlah iman yang kudus berikanlah jaminan penebusan yang kekal. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. 
U : Amin 

Dengan menjawab Amin, Ibadah telah selesai.

TIDAK ADA TANDA SALIB dan Pengutusan.

Kita berkabung atas kematian Yesus, Tuhan kita.  

Bisa menyanyikan lagu Penutup.  

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD /kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved