Senin, 13 April 2026

Jumat Agung 2026

Teks Misa Hari Ini Jumat Agung 3 April 2026, Yesus Wafat Disalib

Mari simak teks misa hari ini Jumat Agung 3 April 2026. Teks misa hari ini Jumat Agung lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Ringkasan Berita:
  • Teks misa hari ini Jumat Agung lengkap renungan harian katolik.
  • Teks misa hari ini Jumat Agung disusun oleh Petrus Cristologus Dhogo, SVD.
  • Jumat Agung adalah hari peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, yang menjadi simbol pengorbanan, penebusan dosa, dan kasih Allah yang tak terbatas bagi umat manusia.

Oleh: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak teks misa hari ini Jumat Agung 3 April 2026.

Teks misa hari ini Jumat Agung lengkap renungan harian katolik.

Teks misa hari ini Jumat Agung disusun oleh Petrus Cristologus Dhogo, SVD.

Jumat Agung adalah hari peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib, yang menjadi simbol pengorbanan, penebusan dosa, dan kasih Allah yang tak terbatas bagi umat manusia.

Ikuti misa hari Jumat Agung dengan warna liturgi merah.

Baca juga: Teks Jalib Salib Jumat Agung Hari Ini 3 April 2026, Mengenang Wafat Yesus


PERSIAPAN MISA

▪ Umat Tuhan berkumpul bersama di dalam Kapela atau tempat doa. Kapela atau tempat doa itu tidak didekorasi apapun.  
▪ Sedapat mungkin, untuk kekhusukan suasana, alat-alat komunikasi dimatikan.  
▪ Sebelum perarakan, seorang Komentator akan membacakan 

Kata Pembuka berikut ini. 

01. KATA PEMBUKA oleh Komentator 

Saudara-saudari seiman dalam Kristus, hari ini kita berkumpul bersama untuk memperingati sengsara Tuhan kita Yesus Kristus dan wafat-Nya di kayu salib. Kita merayakannya dengan hati terbuka dan rasa syukur atas karunia cinta kasih Allah yang sedemikian mengagumkan. Perayaan ini akan dimulai dengan perarakan masuk dalam keheningan tanpa nyanyian, tanpa tanda salib dan salam, dilanjutkan dengan Upacara Sabda.  Kisah Sengsara Tuhan kita merupakan bagian utama perayaan ini. Kita diajak untuk mendengarkan dan mengikuti Kisah Sengsara ini dengan penuh perhatian. Sesudah itu akan dilanjutkan dengan Doa Umat Meriah untuk menyampaikan berbagai ujud-ujud Gereja. Kemudian dilanjutkan dengan upacara Penyembahan Salib. Setiap orang diberi kesempatan juga untuk menyembah Salib sebagai ungkapan kasih kepada Tuhan yang telah rela menderita sengsara untuk kebahagiaan hidup kita. [Jika ada penerimaan komuni]  

Akhirnya, dalam perayaan ini kita akan mempersatukan diri secara lebih mesra dengan Yesus Tuhan dengan menyambut Tubuh-Nya yang suci. Marilah kita berdiri untuk memulai perayaan kita mengenangkan wafat Tuhan Yesus Kristus. 
▪ Ketika memulai, Pemimpin (P) berkata, “Penolong kita ialah Tuhan”, dan yang lain menyahut, “Yang menjadikan langit dan bumi”.  Umat tetap berdiri dalam suasana hening.  
▪ Pemimpin atau Pemandu Upacara berarak masuk menuju altar (tanpa diiringi lagu pembuka) lalu berlutut di depan altar untuk mengenangkan wafat Tuhan Yesus. Ketika ia berlutut, semua umat juga berlutut.  
▪ Lalu Pemimpin bangkit (umat pun berdiri) dan kemudian Pemimpin menuju tempatnya dan melanjutkan ibadah dengan tanpa membuat Tanda Salib.  

Lalu TANPA TANDA SALIB, Pemimpin langsung berkata:  

P : Hari ini Gereja berkabung, karena Yesus Tuhan kita wafat di salib. Tidak ada kata-kata yang bisa kita ungkapkan karena Tuhan yang amat mencintai kita, rela mati di salib untuk kita. Ia sendiri mati di tangan manusia yang hendak diselamatkan-Nya.  Kita berkumpul bersama untuk mengenangkan kematian-Nya. Ibadah kita ini akan terdiri dari tiga bagian, yaitu Liturgi Sabda, penghormatan salib dan komuni. Kita akan dihantar untuk mengenangkan dan merasakan penderitaan Tuhan Yesus demi menyelamatkan kita.  Terhadap misteri sengsara dan wafat Tuhan, marilah kita mengambil sikap hening. [Sesudah hening sesaat, Pemimpin melanjutkan dengan Doa Pembuka]. 

02. DOA PEMBUKA  

P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, dengan sengsara Kristus, Putra-Mu dan Tuhan kami, Engkau telah membebaskan kami dari kematian, warisan dosa pusaka, yang diturunkan kepada seluruh bangsa manusia. Perbaruilah kami menjadi serupa dengan Dia. Sebagaimana kami membawa dalam diri kami citra manusia duniawi sejak lahir, demikian pula semoga kami membawa cinta manusia surgawi berkat daya anugerah-Mu yang menguduskan kami. 
Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. 
U  : Amin.  

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved