Kamis, 4 Juni 2026

Paskah 2026

Teks Misa Minggu 5 April 2026, Hari Raya Paskah Kebangkitan Yesus

Mari simak teks misa Minggu 5 April 2026. Teks misa disiapkan untuk Minggu Paskah lengkap renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Teks Misa Minggu 5 April 2026, Hari Raya Paskah Kebangkitan Yesus
TRIBUNFLORES.COM / GG
GEREJA MBATA - Gereja Mbata di Kota Komba Utara NTT.Mari simak teks misa Minggu 5 April 2026. Teks misa disiapkan untuk Minggu Paskah lengkap renungan harian Katolik. 

Yesus Kristus sudah bangkit, kabarkanlah pada para murid. Sungguh bangkit Yesus Tuhan sebagai pemenang. Hiduplah Berjaya selamanya.  Amin. Alleluia. [lalu langsung menyusul alleluia] 

11. ALLELUIA (1Kor. 5:7b-8) 

P : Alleluia, Alleluia, Alleluia 
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia 
P : Anak Domba Paskah kita, yaitu Kristus, telah disembelih, * karena itu marilah kita berpesta dalam 
Tuhan.  
U : Alleluia, Alleluia, Alleluia 

12. INJIL (Yoh. 20:1-9)  

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes. 

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada. 
Kemudian Pemimpin membacakan Injil.  Pada hari pertama minggu itu, pagi-pagi benar ketika hari masih gelap, pergilah Maria Magdalena ke kubur itu dan ia melihat bahwa batu telah diambil dari kubur. Ia berlari-lari mendapatkan Simon Petrus dan murid yang lain yang dikasihi Yesus, dan berkata kepada mereka: "Tuhan telah diambil orang dari kuburnya dan kami tidak tahu di mana Ia diletakkan." Maka berangkatlah Petrus dan murid yang lain itu ke kubur. Keduanya berlari bersamasama, tetapi murid yang lain itu berlari lebih cepat dari pada Petrus sehingga lebih dahulu sampai di kubur. Ia menjenguk ke dalam, dan melihat kain kapan terletak di tanah; akan tetapi ia tidak masuk ke dalam. Maka datanglah Simon Petrus juga menyusul dia dan masuk ke dalam kubur itu. Ia melihat kain 
kapan terletak di tanah, sedang kain peluh yang tadinya ada di kepala Yesus tidak terletak dekat kain kapan itu, tetapi agak di samping di tempat yang lain dan sudah tergulung. Maka masuklah juga 
murid yang lain, yang lebih dahulu sampai di kubur itu dan ia melihatnya dan percaya. Sebab selama itu mereka belum mengerti isi Kitab Suci yang mengatakan, bahwa Ia harus bangkit dari antara orang mati. 
P : Demikianlah Injil Tuhan.  
U  : Terpujilah Kristus.  


13. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Saudara-saudari terkasih, dalam kisah kebangkitan Yesus tadi, disebutkan tiga orang, yaitu Maria Magdalena, Petrus, dan murid yang dikasihi Yesus, yang kita kenal sebagai Yohanes. Maria Magdalena lebih dahulu ke makam Yesus, lalu menjumpai Petrus dan Yohanes. Kisah selanjutnya adalah tentang Petrus dan Yohanes. Kita akan mendalami dua aspek dari kedua tokoh ini untuk kebangkitan iman kita.

Pertama, murid yang dikasihi itu berlari lebih cepat dan tiba lebih cepat. Dikisahkan dalam Injil bahwa kedua murid itu cepat-cepat berangkat ke makam setelah mendengar berita dari Maria Magdalena. Keduanya berlari, tetapi murid yang dikasihi Yesus berlari lebih cepat. Hal ini bisa dimaklumi karena murid yang dikasihi Yesus usianya lebih muda dari Petrus, sehingga secara fisik ia lebih cepat.

Namun yang lebih penting adalah motivasinya. Murid yang dikasihi itu terdorong oleh rasa cinta akan Yesus. Cinta membuatnya berlari lebih cepat dan lebih peduli pada situasi. Dari kisah ini, kita belajar bahwa jika kita saling mengasihi, kita akan cepat memperhatikan satu sama lain. Ketika terjadi sesuatu dengan orang yang kita kasihi, kita akan segera memberikan dukungan. Di tengah dunia yang mulai individualis, cinta memungkinkan kita untuk saling peduli. Solidaritas dapat terjalin karena cinta. Tuhan selalu mencintai kita, dan Dia meminta kita saling mencinta. Cinta menghilangkan sekat dan pengkotak-kotakan, serta menjadikan kita satu keluarga besar.

Kedua, murid yang dikasihi itu melihat dan percaya. Ia akhirnya masuk ke dalam makam bersama Petrus. Berbeda dengan Petrus, murid ini melihat dan kemudian percaya bahwa Yesus telah bangkit. Ia teringat kata-kata Yesus bahwa Ia akan bangkit pada hari ketiga, dan memahami bahwa makam kosong itu berarti Tuhan sudah bangkit.

Murid yang dikasihi Yesus menunjukkan bahwa cinta membuat kita percaya meskipun dalam kegelapan. Cinta memungkinkan kita mengerti tanda-tanda yang diberikan Tuhan. Kisah ini menguatkan kita untuk menguatkan cinta dalam keluarga. Cinta membuat kita saling percaya. Tanpa cinta, kita tidak bisa percaya sepenuhnya pada setiap kata yang diucapkan. Murid yang dikasihi Yesus mengajarkan kita untuk percaya kepada Tuhan, sebab Tuhan selalu setia pada janji-Nya. Ketika orang lain melihat kegelapan, orang yang dikasihi Tuhan melihat harapan kebangkitan.

Semoga kita mampu meningkatkan cinta kasih dalam keluarga dan komunitas, agar saling membangun kepercayaan dan bersatu dalam kasih Tuhan. Selamat menjadi murid yang dikasihi Tuhan. Kasih itu membebaskan. Selamat merayakan Paskah untuk kita semua.

14. SYAHADAT  

menanggapi Sabda Tuhan dan 

P : Marilah mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa….. 

15. DOA UMAT  

P : Saudara-saudari terkasih, Kristus, sumber kehidupan, telah dibangkitkan oleh Allah. Kristus juga akan membangkitkan kita dengan kekuatanNya. Maka marilah kita menyampaikan doa-doa permohonan kepada Allah, Bapa kita.  
P : Bagi Gereja Umat Allah. Semoga kita dan semua orang yang telah dibaptis diberi kekuatan oleh Allah untuk berjuang melawan kejahatan dan tetap setia mengamalkan tugas kewajiban dengan semangat berkorban. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi warga masyarakat. Kita berdoa juga bagi warga masyarakat di sekitar kita, supaya selalu berusaha menggalang persatuan dan kerukunan, demi perdamaian dan kesejahteraan bersama. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi mereka yang mengalami penderitaan. Kita mohonkan belas kasih Tuhan bagi semua orang 
yang menderita karena berbagai penyakit, bencana alam, dan peperangan. Semoga kebangkitan Kristus menguatkan dan menumbuhkan pengharapan baru di dalam diri mereka. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi kita yang hadir di sini. Kita berdoa, semoga Paskah Tuhan membangkitkan kita juga dari 
egoisme, kebodohan, kemalasan, keangkuhan hidup. Semoga kita semua mau membuka diri untuk menggalang kerja sama, membangun masyarakat yang terbuka akan kemajuan bersama. Marilah kita 
mohon…. 
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.  
[hening sejenak lalu lanjut]. 
P : Demikianlah, ya Bapa, doa-doa yang kami sampaikan ke hadirat-Mu. Semoga Engkau berkenan mengabulkannya, sebab semua ini kami sampaikan kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. 

16. KOLEKTE  

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar, diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].  

17. DOA PUJIAN  

P : Saudara-saudari yang terkasih! Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru: Pujilah Allah, alleluia, alleluia.  
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami, bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami. 
Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan terceraiberai, karena mau mengikuti kehendak sendiri. 
Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa 
dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu: 
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia. 
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Leo XIV, Bapa 
Uskup. [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami... [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan madah pujian bagi-Mu dengan bernyanyi: [menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah] 

Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).  

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI  

[Konsultasikan dengan Pastor Paroki] 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri. 
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak] 

19A. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai. 

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut: 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai.  Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut 
menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata: 

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.  Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat: 
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya. 
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama. 
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh.  Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata: 
P : Tubuh Kristus. 
U : Amin. 

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni. ---------------------------------------------------------------------------------------------- 
18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing. 

19B. BAPA KAMI     

Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri. 
U  : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah namaMu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.  
Dapat dilaksanakan Salam Damai.  
P : Marilah kita saling memberikan salam damai. 
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari 
yang berada paling dekat saja. 

20B. DOA KOMUNI BATIN    

Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan \Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:  

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita. 
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. 

Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok 
anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4).   [hening sejenak] 

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak] 
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di sini bersama kita.  Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:  
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  
U  : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.  Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.  

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.  
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.  
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah atau lagu MARILAH YA 
YESUSKU.  

MARILAH YA YESUSKU 

Madah Bakti no. 286 

1. Marilah ya Yesusku Penebus dan gembala Ya kekasih jiwaku Lawatilah hatiku 
2. Gembala yang pemurah Sudi dengar doaku Kobarkanlah selalu Kasihku akan Dikau 3. Yesus jangan bertangguh 

Meski aku tak pantas Datang dan segarkanlah Jiwaku yang merana 

21. MENDOAKAN MAZMUR 8  

Pengantar: 

Kita berterima kasih untuk karya agung Tuhan yang menyelamatkan kita. Untuk itu, kita doakan bersama Mazmur 8.  

[lalu mendoakan Mzm 8, sedapat mungkin bersamasama. Yang ada Alkitab, bisa membuka Mzm 8] 
Ya TUHAN, Tuhan kami,  betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!  Keagungan-Mu yang mengatasi langit dinyanyikan.

Dari mulut bayi-bayi  dan anak-anak yang menyusu  telah Kauletakkan dasar kekuatan karena lawan-Mu, untuk membungkamkan musuh dan pendendam. Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu,  
bulan dan bintang-bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya? 
Apakah anak manusia,  sehingga Engkau mengindahkannya? 
Namun Engkau telah membuatnya  hampir sama seperti Allah,  dan telah memahkotainya  dengan kemuliaan dan hormat.  Engkau membuat dia berkuasa  atas buatan tangan-Mu;  segala-galanya telah Kauletakkan  
di bawah kakinya: kambing domba dan lembu sapi sekalian,  juga binatang-binatang di padang; 
burung-burung di udara dan ikan-ikan di laut,  dan apa yang melintasi arus lautan. 
Ya TUHAN, Tuhan kami,  betapa mulianya nama-Mu di seluruh bumi!  Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus, Seperti pada permulaan, sekarang, selalu, dan sepanjang segala abad. Amin 

22. AMANAT PENGUTUSAN  

P : Saudara-saudari, perayaan Paskah adalah perayaan penyelamatan kita. Perayaan ini muncul hanya sesudah perjalanan salib Tuhan Yesus yang kemudian wafat bagi kita. Perayaan ini 
mengingatkan kita bahwa selalu ada jalan keselamatan bagi kita. Salib dan penderitaan selalu ada dalam hidup kita. Hanya ketika kita mempersatukan diri kita dengan Kristus Tuhan, kita akan dihantar kepada keselamatan. Mari kita berjalan maju dalam Tuhan. 

23. DOA PENUTUP  

P : Marilah kita berdoa,  Allah Bapa kami, kami mengucap syukur atas segala anugerah yang Engkau limpahkan kepada kami. Pengabdian dan cinta kasih Yesus, Putra-Mu, telah Engkau terima, dan kini Ia duduk di sisi kananMu. Kami mohon, jagalah umat-Mu agar hidup dalam kedamaian dan kerukunan, dan tandailah hidup kami dengan Salib serta Kebangkitan Kritus, Putra-Mu.  
Dialah Tuhan dan pengantara kami.  
U : Amin 

24. MOHON BERKAT TUHAN  

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan.  
[hening sejenak] 

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.  

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]  

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.  

U : Amin.  
P : Perayaan Sabda Hari Minggu Paskah kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia. 
U  : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia. 

25. PENGUTUSAN  

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi 
kebangkitan-Nya.  
U  : Amin.  

26. LAGU PENUTUP. (sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved