Rabu, 15 April 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Ini Rabu 15 April 2026, Terang telah datang

Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 15 April 2026. Tema renungan katolik hari ini "Terang telah datang ”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Ini Rabu 15 April 2026, Terang telah datang
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari ini Rabu 15 April 2026. Tema renungan katolik hari ini "Terang telah datang ”. 

Mzm 34:9    (34-10) Takutlah akan TUHAN, hai orang-orang-Nya yang kudus, sebab tidak berkekurangan orang yang takut akan Dia!

Injil Katolik: Injil Yohanes 3:16–21

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah.
Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan daripada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.
Sebab barangsiapa berbuat jahat, membenci terang dan tidak datang kepada terang itu, supaya perbuatan-perbuatannya yang jahat itu tidak nampak.

Tetapi barangsiapa melakukan yang benar, ia datang kepada terang, supaya menjadi nyata, bahwa perbuatan-perbuatannya dilakukan dalam Allah.

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus

Renungan Harian Katolik

"Terang telah datang ”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Pada Hari Rabu Pekan Paskah kedua, kita merenungkan tema “Terang telah datang” melalui bacaan Kisah Para Rasul 5:17-26 dan Yohanes 3:16-21. Bacaan ini mengajak kita melihat bagaimana terang Kristus yang bangkit menerangi dunia, mengalahkan kegelapan ketakutan, iri hati, dan penolakan. Seperti matahari pagi yang menyinari kegelapan malam, kasih Allah melalui Yesus membawa kehidupan baru bagi yang percaya.

Saudara-saudari terkasih. 

Dalam Kisah Para Rasul 5:17-26, para imam kepala dan Saduki ditawan oleh iri hati terhadap kuasa mujizat para rasul. Mereka menangkap para rasul, tapi malaikat Tuhan membebaskan mereka dari penjara, menyuruh mereka terus mengajar di Bait Allah. Gamaliel, seorang ahli Taurat, menasihati agar tidak melawan apa yang berasal dari Allah, karena jika bukan, itu akan runtuh sendiri. Kisah ini menunjukkan terang kebenaran ilahi yang tak bisa dipenjarakan oleh kekuasaan manusia. Sedangkan dala bacaan Injil Yohanes 3:16-21 menyatakan kasih Allah yang agung: “Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.”

Yesus menjelaskan bahwa terang telah datang ke dunia, tapi orang lebih suka kegelapan karena perbuatan mereka jahat. Yang berbuat benar datang kepada terang agar perbuatannya diwahyukan sebagai pekerjaan Allah. Keduanya saling melengkapi: terang Paskah membebaskan dari belenggu dosa dan kuasa duniawi. Maka refleksi kita “Terang kalahkan iri hati dan ketakutan”: Seperti para rasul yang dibebaskan malaikat, terang Kristus membebaskan kita dari "penjara" iri hati atau ketakutan yang sering menjerat hati.

Permenungan kita: Apa "penjara" dalam hidup kita yang perlu disinari terang-Nya hari ini? “Kasih Allah yang tak terbatas”:  Dalam Yohanes 3:16 mengingatkan kasih Allah bukan untuk segelintir orang, tapi seluruh dunia. Terang ini datang bukan untuk menghakimi, melainkan menyelamatkan. Permenungan kita :  Sudahkah kita menerima kasih ini sepenuhnya, atau masih menyembunyikan diri dalam kegelapan? “Panggilan untuk berbuat benar”: Injil mengajak kita keluar dari kegelapan menuju terang dengan perbuatan baik. Seperti Gamaliel yang bijaksana, kita dipanggil memberi ruang bagi karya Allah. Permenungan kita: Bagaimana kita bisa menjadi saksi terang dalam keluarga, pekerjaan, atau komunitas?

Saudara-saudari terkasih

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved