Misa Hari Minggu
Teks Misa Minggu 26 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Mari simak teks misa Minggu 26 April 2026. Teks misa lengkap renungan harian katolik untuk hari Minggu biasa IV Paskah tahun A.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya siapa yang masuk ke dalam kandang domba dengan tidak melalui pintu, tetapi dengan memanjat tembok, ia adalah seorang pencuri dan seorang perampok; tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."Itulah yang dikatakan Yesus dalam perumpamaan kepada mereka, tetapi mereka tidak mengerti apa maksudnya Ia berkata demikian kepada mereka.Maka kata Yesus sekali lagi: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba domba itu. Semua orang yang datang sebelum Aku, adalah pencuri dan perampok, dan domba-domba itu tidak mendengarkan mereka. Akulah pintu; barangsiapa masuk melalui Aku, ia akan selamat dan ia akan masuk dan keluar dan menemukan padang rumput. Pencuri datang hanya untuk mencuri dan membunuh dan membinasakan; Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
"Yesus sebagai Gembala yang Baik"
Saudara-saudari sekalian, kita barusan mendengarkan kata-kata Yesus tentang Gembala yang baik. Yesus mengatakan bahwa Dia adalah Gembala yang baik. Kriteria utama dari gembala yang baik adalah yang berkorban demi kebaikan dan keselamatan gembalaannya. Kita dalami satu dua pokok untuk memperkokoh iman kita.
Pertama, Gembala yang baik. Yesus memberikan kriteria gembala yang baik. Dia mendatangi kawanannya, memanggil mereka masing-masing dengan namanya, menuntun mereka keluar, lalu Ia berjalan di depan mereka dan mereka mengikuti Dia. Lalu kalau ada ancaman, Dia sendiri yang melawan untuk melindungi kawanannya. Ini adalah gambaran ideal dari gembala yang baik. Semua tindakan yang digambarkan Yesus ini juga menjadi ajakan bagi kita untuk melakukan hal yang sama.
Kita saling menuntun satu sama lain, berjalan bersama, dan melindungi satu sama lain terhadap ancaman yang menyesatkan iman. Sebenarnya kita bisa menjalankan tugas kegembalaan ini di dalam hidup harian kita. Kita rela berkorban demi kebaikan bersama dan berusaha agar semua menjadi baik. Sebaliknya, jika kita hanya menikmati kebaikan dari orang lain dan tidak saling mendukung dalam hal kebaikan, kita sebenarnya sedang mempraktikkan diri sebagai pencuri atau perampok. Kita merampok kebaikan dari sesama dan membuat situasi menjadi tidak lagi baik. Mari kita berusaha menjadi gembala yang baik satu bagi yang lain dalam kehidupan kita.
Kedua, domba yang baik. Yesus juga memberikan gambaran bagi domba yang baik. Domba ini mengenal gembalanya, mengetahui nama yang diberikan kepadanya, mengenal suara yang memanggilnya, dan mengikuti suara tersebut. Sejauh ia kenal suara dan mengikuti suara itu, ia akan dituntun kepada keselamatan. Ia juga akan dilindungi karena ia pasti akan diberitahu untuk waspada terhadap bahaya, entah berupa serbuan dari pemangsa atau bisa pula jurang yang curam.
Menjadi domba yang baik dimulai dengan mendengarkan suara Sang Gembala. Kita mungkin tidak bisa mendengarkan suara Sang Gembala ini secara langsung. Namun, gema suara-Nya itu ada dalam Kitab Suci. Ia sendiri telah memberikan rambu-rambu yang baik bagi keselamatan hidup kita. Mari kita rajin mengenal suara Sang Gembala kita dan membiarkan suara-Nya tetap terngiang di dalam hati kita, menggema dalam sanubari kita sehingga kita selalu dituntun kepada kehidupan. Tuhan memberkati kita semua.
13. SYAHADAT
P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..
14. DOA UMAT
P : Yesus sebagai Gembala adalah kabar gembira bagi kita yang sedang dalam perjalanan menuju hidup
kekal. Marilah kita memberanikan diri untuk mengandalkan Dia dan menyampaikan doa-doa kepada Bapa.
P : Semoga kita pun selalu membuka telinga dan hati untuk mendengarkan Sabda Allah yang diwartakan Putra-Nya, Gembala kita. Marilah kita mohon….
P : Semoga kita tidak takut menjadi pelindung dan penolong bagi saudara-saudari kita yang lemah dan
berkekurangan. Marilah kita mohon….
P : Semoga dalam masa-masa sulit, kita tidak mempertahankan kehendak pribadi, tetapi mau
mengutamakan kehendak Allah, sumber kebijaksanaan dan cinta kasih. Marilah kita mohon….
P : Semoga kita selalu menimba kekuatan rahmat Allah untuk mengambil bagian dalam karya keselamatan
Allah di tengah masyarakat. Marilah kita mohon….
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing.
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Ya Allah, penghiburan-Mu senantiasa menguatkankami. Doa-doa yang kami panjatkan ini adalah
ungkapan keyakinan kami akan menyertaan-Muyang tanpa batas. Perkenankanlah kami selalu
mensyukuri perlindungan-Mu. Dengan penganta raan Kristus, Tuhan kami.
U : Amin
15. KOLEKTE
[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].
16. DOA PUJIAN
[Sesudah Kolekte, Pemimpin membawakan Doa Pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke altar dan umat berdiri dan setiap kali mendaraskan aklamasi bersama.]
P : Saudara-saudari yang terkasih! Allah sungguh setia akan janji-Nya dengan membangkitkan Yesus, Ia telah membarui hidup kita, sehingga kita pantas hidup sebagai manusia baru. Sebagai orang yang telah diselamatkan, maka marilah kita memuji Dia dengan berseru:
Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Bapa di surga, kami telah berdosa dan terpisah jauh dari-Mu. Tetapi Engkau berkenan mendekati kami,
bahkan merangkul kami dalam cinta kasih kebapaan-Mu dan memperbaiki cacat cela kami.
Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kami menjadi domba yang tersesat dan tercerai berai, karena mau mengikuti kehendak sendiri.
Tetapi Engkau telah menghimpun kami kembali menjadi satu kawanan dan satu Gembala, yakni
Kristus Tuhan. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Yesus Kristus, Putera-Mu, telah menyerahkan diri seutuhnya sebagai kurban penebusan atas dosa dan pelanggaran kami, sehingga kami layak menjadi putera-puteri-Mu. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Kebangkitan-Nya dari alam maut telah memberi kami harapan yang kokoh akan jaminan abadi dalam kehidupan bersama Dikau. Maka kami berseru kepada-Mu:
U : Pujilah Allah, alleluia, alleluia.
P : Maka, bersama seluruh umat beriman, dan dalam kesatuan dengan Bapa Suci Paus Fransiskus, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat] dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambungkan
madah pujian bagi-Mu dengan bernyanyi:
[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukur atau lagu Masa Paskah]
Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B).
17A. Cara A: DENGAN KOMUNI
Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.
P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]
18A. BAPA KAMI Berdiri
P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti
kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan,
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.
Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.
19A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI
Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.
Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:
P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia.
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.
U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.
Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------
17B. Cara B. TANPA KOMUNI
P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
18B. BAPA KAMI Berdiri
P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Dapat dilaksanakan Salam Damai.
P : Marilah kita saling memberikan salam damai.Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.
19B. DOA KOMUNI BATIN
Berlutut/berdiri Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan Komuni
Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut:
P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari
dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]
P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]
P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di
sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku.
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali.
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya.
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu Paskah
20. MENDOAKAN MAZMUR 23
[lalu mendoakan Mzm 23, sedapat mungkin bersama sama. Yang ada Alkitab, bisa membuka Mzm 23]
TUHAN adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.
Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau,
Ia membimbing aku ke air yang tenang;Ia menyegarkan jiwaku.
Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya.
Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku;
gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.
Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.
Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa.
Kemuliaan kepada Bapa dan Putra dan Roh Kudus,seperti pada permulaan, sekarang, selalu,dan sepanjang segala abad. Amin
21. AMANAT PENGUTUSAN
P : Saudara-saudari terkasih, Yesus telah menjadi Gembala kita yang paling setia dan paling baik. Dia tidak pernah mengkhianati kita. Maka marilah kita pulang menjadi domba yang baik, yang saling menolong dan saling mendukung satu sama lain, agar Gembala kita tidak menjadi pusing mengurus masing-masing kita. Semoga hidup kita pun menjadi suatu kesaksian akan Gembala kita yang baik. Mari menjadi gembala satu sama lain dengan menjadi domba yang baik.
22. DOA PENUTUP
P : Marilah kita berdoa, Ya Allah, puji syukur kami atas rahmat penebusan
yang terlaksana melalui Yesus Putra-Mu. Dialah Sang Gembala kami yang menuntun kami menuju keselamatan, dan yang memberikan kami kehidupan yang berlimpah-limpah. Semoga kami mampu membangun keluarga kami menjadi bagian dari satu kawanan Gembala kami yang utama, yaitu Yesus Kristus. Dialah Tuhan dan pengantara kami.
U : Amin
23. MOHON BERKAT TUHAN
P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. [hening sejenak]
P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal.
[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]
DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS.
U : Amin.
P : Perayaan Sabda Hari Minggu Paskah kita ini sudah selesai, Alleluia, Alleluia.
U : Syukur kepada Allah, Alleluia, Alleluia.
24. PENGUTUSAN
P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk menjadi saksi kebangkitan-Nya.
U : Amin.
25. LAGU PENUTUP.
(Sumber P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Teks Misa Minggu 26 April 2026
Misa Minggu 26 April 2026
Renungan Harian Katolik Minggu 26 April 2026
Tribun Flores.com
| Kalender Liturgi Katolik Sabtu 25 April 2026, Pesta St Markus, Penginjil |
|
|---|
| Injil Katolik Hari Ini Jumat 24 April 2026 dan Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Bacaan Injil Katolik Hari Ini Jumat 24 April 2026 dan Renungan Harian Katolik |
|
|---|
| Renungan Katolik Hari Ini Jumat 24 April 2026, Tinggal di Dalam Aku |
|
|---|
| Renungan Katolik Jumat 24 April 2026, Engkaulah Segalanya, Santapanku Kekuatanku |
|
|---|