Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Sabtu 25 April 2026, Pewarta yang Setia
Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 25 April 2026. Tema renungan harian katolik "pewarta yang setia".
Penulis: Gordy | Editor: Nofri Fuka
Ringkasan Berita:
- Tema renungan harian katolik "pewarta yang setia".
- Renungan harian katolik untuk Pesta St. Markus, penginjil dengan warna liturgi merah.
- Bacaan hari Sabtu: 1Ptr 5:5b-14; Mzm 89:2-3.6-7.16-17; Mrk 16:15-20. O AllTuh dan BcO Ef 4:1-16.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Sabtu 25 April 2026.
Tema renungan harian katolik "pewarta yang setia".
Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Renungan harian katolik untuk Pesta St. Markus, penginjil dengan warna liturgi merah.
Bacaan hari Sabtu: 1Ptr 5:5b-14; Mzm 89:2-3.6-7.16-17; Mrk 16:15-20. O AllTuh dan BcO Ef 4:1-16.
Baca juga: Teks Misa Minggu 26 April 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan Pertama: 1Ptr 5:5b-14
“Rendahkanlah dirimu seorang terhadap yang lain, sebab Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati. Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya. Serahkanlah segala kekuatiranmu kepada-Nya, sebab Ia yang memelihara kamu. Sadarlah dan berjaga-jagalah! Lawanmu, si Iblis, berjalan keliling seperti singa yang mengaum dan mencari orang yang dapat ditelannya. Lawanlah dia dengan iman yang teguh. Allah, sumber segala kasih karunia, akan melengkapi, meneguhkan, menguatkan, dan mengokohkan kamu. Ialah yang empunya kuasa sampai selama-lamanya. Berdirilah teguh dalam kasih karunia-Nya, dan damai sejahtera menyertai kamu semua yang berada dalam Kristus.”
Mazmur Tanggapan:
Refren: “Kasih setia-Mu kekal selama-lamanya,
kesetiaan-Mu tegak seperti langit.
Engkaulah kemuliaan dan kekuatan kami,
Tuhan yang setia dalam segala perjanjian-Mu.”
“Kasih setia-Mu dibangun untuk selama-lamanya; kesetiaan-Mu tegak seperti langit. Engkau telah berkata: ‘Telah Kuikat perjanjian dengan orang pilihan-Ku, Aku telah bersumpah kepada Daud, hamba-Ku.’ Sebab siapakah di awan-awan yang sejajar dengan TUHAN, yang sama seperti TUHAN di antara penghuni sorgawi? Allah disegani dalam kalangan orang-orang kudus, dan sangat ditakuti melebihi semua yang ada di sekeliling-Nya. Karena nama-Mu mereka bersorak-sorak sepanjang hari, dan karena keadilan-Mu mereka bermegah. Sebab Engkaulah kemuliaan kekuatan mereka, dan karena Engkau berkenan, tanduk kami meninggi.”
Injil Katolik: Mrk 16:15–16
Perintah untuk memberitakan Injil
“Lalu Ia berkata kepada mereka: ‘Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi nama-Ku, mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa yang baru bagi mereka, mereka akan memegang ular, dan sekalipun mereka minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangan atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh.’
Sesudah Tuhan Yesus berbicara demikian kepada mereka, Ia terangkat ke surga, lalu duduk di sebelah kanan Allah. Murid-murid-Nya pun pergi memberitakan Injil ke segala penjuru, dan Tuhan turut bekerja dan meneguhkan firman itu dengan tanda-tanda yang menyertainya.”
Renungan Harian Katolik
"Pewarta yang setia"
Seorang filsuf bernama Friedrich Nietzsche pernah menulis, "Ke mana pun aku pergi, selalu mengikuti seekor anjing yang bernama ego". Dalam zaman digital ini, media sosial bisa memberi 'makan' pada ego karena menyediakan panggung bagi seorang narsis untuk merasa diperhatikan oleh seluruh dunia. Media sosial bisa memerosotkan sikap reflektif karena yang ditampilkan adalah yang spektakuler dan kontroversial. Dalam konteks Kristiani, sikap reflektif berarti menghadirkan Tuhan dalam peristiwa hidup kita.