Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Rabu 29 April 2026, Bapa yang Mengutus Aku
Mari simak renungan Katolik Rabu 29 April 2026. Tema renungan katolik "bapa yang mengutus aku".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
Mzm 67:3 (67-4) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah; kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
Mzm 67:5 (67-6) Kiranya bangsa-bangsa bersyukur kepada-Mu, ya Allah, kiranya bangsa-bangsa semuanya bersyukur kepada-Mu.
Mzm 67:6 (67-7) Tanah telah memberi hasilnya; Allah, Allah kita, memberkati kita.
Injil Katolik: Yohanes 12:44–50
“ Tetapi Yesus berseru, kata-Nya: ‘Barangsiapa percaya kepada-Ku, ia bukan percaya kepada-Ku, tetapi kepada Dia yang telah mengutus Aku. Dan barangsiapa melihat Aku, ia melihat Dia yang telah mengutus Aku.
Aku telah datang ke dalam dunia sebagai terang, supaya setiap orang yang percaya kepada-Ku jangan tinggal di dalam kegelapan.
Dan jikalau seorang mendengar perkataan-Ku tetapi tidak melakukannya, Aku tidak menjadi hakimnya, sebab Aku datang bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya.
Barangsiapa menolak Aku dan tidak menerima perkataan-Ku, ia sudah ada hakimnya, yaitu firman yang telah Kukatakan; itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman.
Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.
Dan Aku tahu bahwa perintah-Nya itu adalah hidup yang kekal. Jadi apa yang Aku katakan, Aku menyampaikannya sebagaimana yang difirmankan oleh Bapa kepada-Ku.’ ”
Demikianlah Injil Tuhan.
Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
"Bapa yang mengutus Aku”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari Rabu pekan Paskah ini mengantar kita semakin dekat pada rahasia iman: Yesus bukan datang dengan inisiatif sendiri, tetapi diutus oleh Bapa. Tema hari ini—“Bapa yang mengutus Aku”—menyadarkan kita bahwa kesaksian Kristen tidak berhenti pada kata-kata, melainkan berakar pada ketaatan kepada Allah. Dua bacaan hari ini memperlihatkan “benih Sabda yang maju”: Injil berjalan karena Allah bekerja, dan Yesus sendiri menjelaskan dasar iman: siapa yang percaya kepada-Nya percaya kepada Bapa.
Saudara-saudari terkasih.