Kamis, 21 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Katolik Hari Rabu 20 Mei 2026, Mereka Menjadi Satu

Mari simak renungan Katolik hari Rabu 20 Mei 2026. Tema renungan Katolik hari Rabu "Mereka menjadi satu”.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
zoom-inlihat foto Renungan Katolik Hari Rabu 20 Mei 2026, Mereka Menjadi Satu
TRIBUNFLORES.COM / HO-BRUDER
Br. Pio Hayon, SVD. Mari simak renungan Katolik hari Rabu 20 Mei 2026. Tema renungan Katolik hari Rabu "Mereka menjadi satu”. 

"Mereka menjadi satu”

Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,

Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Sebuah komunitas bisa cepat retak ketika tiap orang sibuk dengan kehendaknya sendiri, atau ketika luka-luka masa lalu dibiarkan mengeras. Namun pada malam menjelang sengsara-Nya, Yesus justru berdoa untuk kesatuan: “Mereka menjadi satu.” Dalam doa itu, kita belajar bahwa kesatuan Gereja bukan hanya hasil kesepakatan manusia, melainkan buah dari karya Allah. Hari ini kita diajak melihat bagaimana Tuhan membentuk kesatuan melalui iman, tanggung jawab, dan pengudusan.

Saudara-saudari terkasih. 

Pada bacaan ini (Kis 20:28-38) Paulus menasihati para penatua di Efesus dengan gambaran yang kuat: mereka adalah penilik kawanan, bukan pemilik. Paulus menekankan dua hal: pertama, komunitas “dibeli dengan darah”. Karena itu mereka harus berjaga-jaga terhadap ajaran yang menyimpang dan menjaga umat tetap hidup dalam iman. Kedua, Paulus juga menunjukkan cara menjaga kesatuan: memberi perhatian, mendidik, dan berserah pada Tuhan bahkan ketika ada kerinduan perpisahan. Dalam Injil (Yoh 17:11b-19) Yesus melanjutkan doanya: Ia tidak hanya memohon agar murid-murid “dijaga”, tetapi juga agar mereka menjadi satu. Dalam doa itu ada dua unsur penting: pertama, murid-murid berada “di dunia”, sehingga mereka perlu penjagaan. Kedua, kesatuan terjadi “dalam nama” Yesus dan diikat oleh Sabda: Yesus menguduskan diri, dan memohon agar murid-murid dikuduskan dalam kebenaran. Jadi, kesatuan bukan berarti menyamakan semua pendapat, melainkan dibentuk oleh kebenaran dan kasih Allah yang menyatukan.
Refleksi kita adalah “Menjadi satu”: di mana kita paling sulit menjadi “satu” dengan orang lain?Apakah karena prasangka, kebiasaan membela diri, atau luka yang belum disembuhkan? Permenungan kita: kesatuan apa yang Tuhan undang untuk kita bangun di keluarga, komunitas lingkungan, atau tempat kerja? “Dalam kebenaran”: Apakah cara kita menjaga iman lebih dekat kepada “menguduskan dalam kebenaran” atau hanya “menang pendapat”?  Yohanes menekankan kebenaran dan Sabda. Permenungan kita: tanyakan pada diri: ketika kita berbeda pandangan, apakah kita tetap setia pada kasih dan hormat? “Penjaga kesatuan”: Bagaimana saya bisa menjadi “penjaga kesatuan” secara konkret minggu ini? Permenungan kita: apakah kita lebih memilih menjaga kesatuan atau menjadi pemecah persatuan? Pilih satu tindakan: lebih dulu mendengarkan, menghindari kata-kata yang memecah, berdamai, berdoa bagi orang yang berbeda, atau ikut bertanggung jawab dalam pelayanan komunitas.

Saudara-saudari terkasih,

Pesan untuk kita, pertama,  Yesus berdoa agar murid-murid menjadi satu sebelum perpisahanNya supaya karyaNya tetap berlanjut dalam kuasa Roh. Kedua, Injil Yohanes menegaskan bahwa kesatuan lahir dari pengudusan dalam kebenaran: Sabda Allah membentuk hati, sehingga perbedaan tidak memecah, tetapi diarahkan kembali pada kasih. Ketiga, maka marilah kita memohon agar Tuhan menjaga Gereja-Nya, membentuk hati kita, dan menumbuhkan kesatuan yang nyata dalam iman, kasih, dan kebenaran. Tuhan memberkati kita semua. (Sumber the katolik.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved