Jumat, 29 Mei 2026

Renungan Katolik Hari Ini

Renungan Hari Ini Selasa 26 Mei 2026, Dipanggil untuk Setia

Mari simak renungan hari ini Selasa 26 Mei 2026. Tema renungan "Dipanggil untuk Setia"

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Nyanyikanlah lagu baru bagi Tuhan, sebab Ia telah melakukan karya-karya yang ajaib! Keselamatan telah dikerjakan oleh tangan kanan-Nya, oleh lengan-Nya yang kudus.

Tuhan telah memperkenalkan keselamatan yang datang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya di hadapan para bangsa. Ia ingat akan kasih dan kesetiaan-Nya terhadap kaum Israel.

Segala ujung bumi telah melihat keselamatan yang datang dari Allah kita. Bersorak-sorailah bagi Tuhan, hai seluruh bumi, bergembiralah dan bermazmurlah!

Bait Pengantar Injil Mat 11:25

Terpujilah Engkau Bapa, Tuhan langit dan bumi, sebab misteri kerajaan Kaunyatakan kepada kaum sederhana.

Bacaan Injil Mrk 10:28-31

Sekalipun disertai penganiayaan, pada masa ini juga kalian akan menerima kembali seratus kali lipat, dan dimasa datang menerima hidup yang kekal.

Setelah Yesus berkata betapa sukarnya orang kaya masuk Kerajaan Allah, berkatalah Petrus kepada Yesus, “Kami ini telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau.” Maka Yesus menjawab, “Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, barangsiapa meninggalkan rumah, saudara-saudari, ibu atau bapa, anak-anak atau ladangnya, pada masa ini juga ia akan menerima kembali seratus kali lipat: rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu, anak dan ladang, sekalipun disertai berbagai penganiayaan; dan di masa datang ia akan menerima hidup yang kekal. Tetapi banyak orang yang terdahulu akan menjadi yang terakhir, dan yang terakhir akan menjadi yang terdahulu.”

Demikianlah Injil Tuhan.

U. Terpujilah Kristus.
 
Renungan Harian Katolik

"Dipanggil untuk Setia"

Kekudusan sering terasa seperti milik para santo dan santaterlalu tinggi, terlalu jauh. Namun, hari ini kita diingatkan bahwa menjadi kudus bukan soal kesempurnaan, melainkan soal kesetiaan. Allah memanggil kita untuk hidup kudus di tempat kita masing-masing, bahkan di tengah rutinitas harian yang sederhana: di rumah, di kantor, di jalan, dan dalam relasi kita sehari-hari. Kekudusan bukanlah hasil dari kekuatan kita sendiri, melainkan buah dari relasi yang akrab dengan Allah. 

Dalam Bacaan Pertama, Petrus menasihati, "Hiduplah dengan penuh pengharapan akan kasih karunia". Hidup kudus berarti membuka hati terhadap kasih karunia yang terus-menerus dicurahkan ; atau hidup yang dilandasi harapan dan kepercayaan bahwa Allah yang memanggil, juga menyertai dan memampukan. Selanjutnya, dalam Injil, Petrus berkata, "Kami telah meninggalkan segala sesuatu dan mengikuti Engkau". Sebuah pertanyaan yang tulus - dan mungkin juga pernah muncul dalam hati kita, "Tuhan, apakah semua ini berarti?" Ketika lelah, kecewa, atau merasa sendiri, kita ragu. Namun, Yesus menegaskan bahwa tidak ada yang sia-sia. Setiap langkah setia, sekecil apa pun, Tuhan lihat dan hargai. 

Ya Tuhan, Engkau memanggil kami untuk menjadi kudus, bukan karena kami sempurna, melainkan karena kami mau setia. Mampukanlah kami untuk tetap tekun dan setia. Amin. (Sumber the katolik.com/adiutami.com/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved