Kamis, 4 Juni 2026

Injil Katolik

Injil Katolik Misa Kamis 4 Juni 2026 Lengkap Mazmur Tanggapan

Mari simak injil Katolik misa Kamis 4 Juni 2026. Injil katolik misa lengkap mazmur tanggapan dan renungan harian Katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Dalam Injil hari ini, seorang ahli Taurat datang kepada Yesus dan bertanya:

“Hukum manakah yang paling utama?”
Yesus menjawab:

“Kasihilah Tuhan Allahmu dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dengan segenap akal budimu, dan dengan segenap kekuatanmu.”
Lalu Yesus melanjutkan:

“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Ahli Taurat itu kagum karena Yesus menempatkan kasih sebagai inti seluruh hukum Taurat. Maka Yesus berkata kepadanya:

“Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah.”
Kasih: Inti dari Seluruh Kehidupan Kristiani
Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang berpikir bahwa menjadi religius berarti melakukan banyak aturan, doa panjang, atau ritual tertentu. Semua itu memang baik dan penting. Namun melalui renungan Katolik hari ini, Yesus mengingatkan bahwa inti seluruh iman Kristiani adalah kasih.

Baca juga panduan lengkap di Renungan Katolik Harian untuk memahami cara melakukan renungan setiap hari secara mendalam.
Kasih bukan hanya perasaan lembut atau emosi sesaat. Kasih menurut Injil adalah keputusan hati untuk tetap setia kepada Tuhan dan peduli kepada sesama, bahkan ketika situasi tidak mudah.

Yesus menyederhanakan seluruh hukum Taurat menjadi dua perintah utama:

Mengasihi Allah
Mengasihi sesama
Keduanya tidak dapat dipisahkan. Seseorang tidak bisa berkata bahwa ia mengasihi Tuhan tetapi membenci sesamanya. Sebaliknya, kasih kepada sesama menemukan sumber kekuatannya dalam kasih kepada Allah.

Dalam dunia modern yang penuh persaingan, egoisme, dan luka batin, pesan Injil Markus ini terasa sangat relevan. Banyak orang mudah menghakimi, tetapi sulit memahami. Mudah berbicara tentang iman, tetapi sulit menghidupi kasih dalam keluarga, sekolah, tempat kerja, maupun media sosial.

Melalui renungan harian Katolik ini, kita diajak kembali kepada dasar iman yang paling sederhana sekaligus paling sulit: belajar mengasihi.

Mengasihi Allah dengan Segenap Hati
Tuhan Menginginkan Hati, Bukan Sekadar Formalitas

Yesus tidak mengatakan bahwa kita cukup mengasihi Tuhan sebagian saja. Ia memakai kata:

segenap hati
segenap jiwa
segenap akal budi
segenap kekuatan
Artinya, kasih kepada Allah harus melibatkan seluruh hidup.

Sering kali manusia memberikan “sisa waktu” bagi Tuhan. Ketika sibuk, doa dilupakan. Ketika berhasil, Tuhan tidak lagi dicari. Ketika gagal, barulah orang datang berlutut.

Namun kasih sejati tidak demikian. Kasih sejati tetap setia baik dalam suka maupun duka.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved