Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Jumat 5 Juni 2026, Hindari Kesesatan dan Disesatkan
Simak renungan Katolik Jumat 5 Juni 2026. Tema renungan Katolik "Hidup Selaras Kebenaraan dalam kitab suci, hindari kesesatan
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Lihat, seperti mata para hamba laki-laki memandang kepada tangan tuannya, seperti mata hamba perempuan memandang kepada tangan nyonyanya, demikianlah mata kita memandang kepada TUHAN, Allah kita, sampai Ia mengasihani kita.
Bait Pengantar Injil Yohanes 14:23
Ref. Alleluya, alleluya, alleluya.
Barangsiapa mengasihi Aku, akan mentaati sabda-Ku. Bapa-Ku akan mengasihi dia, dan Kami akan datang kepadanya.
Pada suatu hari Yesus mengajar di Bait Allah, kata-Nya, “Bagaimana ahli-ahli Taurat dapat mengatakan, bahwa Mesias adalah anak Daud?
Daud sendiri berkata dengan ilham Roh Kudus, “Tuhan telah bersabda kepada Tuanku: Duduklah di sisi kanan-Ku, sampai musuh-musuh-Mu Kutaruh di bawah kaki-Mu.
Jadi Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?” Orang yang besar jumlahnya mendengarkan Yesus dengan penuh minat
Demikianlah Injil Tuhan.
U. Terpujilah Kristus.
Renungan Harian Katolik
HIDUP SELARAS KEBENARAN DALAM KITAB SUCI, HINDARI KESESATAN DAN SISESATKAN
(2Tim. 3:10-17; Mzm. 119: 157.160.161.165.166.168, Mrk. 12:35-37).
"Daud sendiri menyebut Dia Tuannya, bagaimana mungkin Ia sekaligus anaknya?" (Mrk. 12:37a).
Tuhan Allah menurunkan tuntunan kebenaran menuju hidup benar dalam Kitab Suci. Orang beriman yang percaya kepada Yesus sebagai Sang Sabda Allah yang menjelma, berjuang belajar membaca Kitab Suci agar semakin karib-akrab dengannya. Sebab Kitab Suci mengajarkan kita untuk hidup sesuai kebenaran Allah. Kesesatan terjadi karena manusia hidup tanpa Kitab Suci sebagai kompas yang menunjuk arah tepat pada kebenaran. Maka hidup menyesatkan dan disesatkan menjadi realitas lumrah yang tak terhindarkan.
Kepada para ahli Taurat yang tersesat dalam pemahaman akan Yesus sebagai anak Daud, Yesus menjelaskan berdasarkan isi Kitab Suci. Kata Yesus: Daud sendiri menyebut Dia Tuannya bagaimana munkin anaknya juga? Di sini Yesus mau mengajak para pendengar-Nya untuk paham tentang ke-Mesiasan-Nya. Dalam Diri Yesus terdapat dua kodrat: Ilahi dan manusiawi, Allah dan Manusia. Ia menjadi saudara kita, namun Ia tetap Allah. Yesus yang adalah kekal, ada sebelum segala abad, menjelma melalui Maria Bunda Allah, masuk ke dalam dunia sebagai penggenapan nubuat tentang janji Allah akan kedatangan Juruselamat melalui pewartaan para nabi. Oleh sebab Ia adalah Mesias maka tindakan dan pengajaran-Nya sangat mengagumkan. Kitab Suci bersaksi, "Orang yang besar jumlahnya mendengar Yesus dengan penuh hikmat." (Mrk. 12:37b).