Jumat, 5 Juni 2026

Misa Hari Minggu

Teks Misa Minggu 7 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Mari simak teks misa Minggu 7 Juni 2026. Teks misa lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

P : Allah menyediakan rezeki bagi kita, dan selalumenyapa serta memperhatikan kita masing-masing.Maka, mari kita menyampaikan permohonan kita kepada-Nya. 
P : Bagi Gereja-gereja Kristus. Semoga Sabda Tuhan menjadi pedoman utama bagi seluruh umat 
beriman dalam hidup dan karya mereka. Marilah kita mohon,…
P : Bagi para pemimpin bangsa. Semoga mereka senantiasa mengupayakan kesejahteraan bersama 
dan meninggalkan kepentingan-kepentingan pribadi atau golongan. Semoga berkat persatuan dengan Kristus, para pemimpin Kristiani mampu dengan giat mengusahakan keadilan dan kerukunan di tengah masyarakat. Marilah kita mohon,…
P : Kita mendoakan semua mereka yang menderita dan yang sedang sakit. Semoga mereka mendapat kan kekuatan dari santapan Sabda dan Ekaristi agar bisa melewati masa-masa sulit dalam hidup mereka. Untuk yang sakit, semoga mereka mendapatkan karunia kesembuhan. Marilah kita mohon…. 
P : Bagi kita semua. Semoga hati kita selalu terarah kepada persatuan dengan Tuhan Yesus dalam 
perayaan Sabda dan Ekaristi. Semoga kita semakin menghormati misteri kudus penebusan Tuhan kita 
dan semakin rajin merenungkan Sabda Tuhan. 
Marilah kita mohon,…
P : Kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan pribadi kita masing-masing. 
[hening sejenak lalu lanjut].
P : Allah Bapa Yang Mahakudus, Engkau telahmengatasi kelemahan kami dengan Tubuh dan
Darah Putera-Mu. Buatlah kami sanggup untukmelaksanakan tugas apa pun yang Engkau
kehendaki untuk kami jalankan, dengan kekuatanyang kami terima dari Yesus Kristus, Tuhan kami.
U : Amin

16. KOLEKTE 

[Selanjutnya ada pengumpulan kolekte sebagai perwujudan cinta kepada Sang Sabda dan kepada sesama yang 
berkekurangan, diiringi lagu yang sesuai. Kolekte dikumpulkan lalu dihantar dan diletakkan di depan mimbar] diiringi lagu persembahan yang bernada Syukur Kepada Tuhan atau Ajakan Berbagi.].

17. DOA PUJIAN 

P : Saudara-saudari terkasih, Allah sangat mengasihi kita. Bagi kita, yang sedang berziarah di dunia ini, Ia menyediakan Tubuh dan Darah Putra-Nya sebagai makanan dan minuman sejati. Oleh sebab itu, marilah kita memuji Dia. Terpujilah Engkau di surga.
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, Tubuh Kristus adalah sungguh makanan, dan Darah-Nya adalah sungguh minuman. Siapa 
saja yang menyambut-Nya akan beroleh hidup yang kekal. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Karena dengan menyambut Tubuh Kristus kami dikuatkan; dengan meminum Darah Kristus, kami dimurnikan. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Dengan menghidangkan Tubuh dan Darah Kristus, Engkau telah menghimpun semua orang beriman 
menjadi satu tubuh, yakni Tubuh Kristus. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menyerahkan diri-Nya seutuh-utuhnya dalam rupa 
roti dan anggur. Dengan itu, Ia menunjukkan penyerahan diri yang ikhlas bagi kami. Maka kami memuji Engkau:
U : Terpujilah Engkau di surga.
P : Ya Bapa, kami bersyukur karena Yesus, Imam Agung, telah memercayakan tugas keimamatan-Nya kepada para uskup, dan para imam, maka bersama seluruh umat beriman, dalam kesatuan dengan Bapa Suci 

Paus Leo XIV, Bapa Uskup kami [nama Uskup setempat]dan Pastor Paroki kami [nama pastor paroki setempat], kami melambung-kan madah pujian bagi-Mu dengan berseru:

[menyanyikan satu lagu bertemakan Puji Syukuratau Tubuh dan Darah Kristus]
Menyusul Ritus Komuni. Dalam Ibadah Sabda terdapat dua kemungkinan, yaitu (1) menyambut komuni (lihat cara A), (2) tidak menyambut komuni, tetapi umat diajak menghayati komuni batin/rindu (lihat cara B). 

18A. Cara A: DENGAN KOMUNI 

Sesudah Doa Pujian, Pemimpin menuju ke altar untuk mempersiapkan komuni. Ia membentangkan kain korporale di atas altar dan kemudian mengambil Sakramen Mahakudus dari tabernakel dan diletakkan di atas kain korporale. Sesudah mempersiapkan segala yang perlu untuk Komuni Kudus, para pemandu/pengantar bersama para pelayan dan umat beriman berlutut menyembah dalam keheningan sesaat. Sesudah itu Pemimpin mengajak umat untuk menyanyikan lagu Bapa Kami sambil berdiri.

P : Saudara-saudari, meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita memperoleh 
kesempatan menyambut Komuni Kudus, maka dalam persatuan dengan saudara-saudari se-paroki yang merayakan Ekaristi, marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan. [Hening sejenak]

19A. BAPA KAMI Berdiri 

P : Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, 
tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat.Sesudah doa Bapa Kami, dapat juga diadakan Salam damai.

20A. SALAM DAMAI DAN KOMUNI 

Bila ada Salam Damai, Pemimpin mengajak Umat, misalnya sebagai berikut:

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat. Sesudah Salam Damai, Pemimpin berlutut menghormati Sakramen Mahakudus, lalu 
menghunjukkan hosti kudus kepada umat, sambil berkata:

P : Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. 
Hosti dan sibori ditunjukkan kepada umat:
Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Nya.
Pemimpin dan Umat berdoa bersama-sama.

U : Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada 
saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan 
sembuh. Dengan khidmat, Pemimpin menyambut Tubuh Tuhan terlebih dulu. Sesudah itu, ia melayani umat yang menyambut komuni, seraya setiap kali berkata:
P : Tubuh Kristus.
U : Amin.

Penyambutan komuni diiringi dengan nyanyian komuni.
----------------------------------------------------------------------------------------------

18B. Cara B. TANPA KOMUNI 

P : Pada perayaan ini kita tidak menyambut Komuni 
kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati 
kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati 
kita masing-masing.

19B. BAPA KAMI Berdiri 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah dipersatukan oleh iman yang sama. Maka sebagai Putra-Putri 
Bapa yang satu dan sama, marilah kita berdoa sebagaimana yang diajarkan oleh Putra-Nya sendiri.

U : Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di 
atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Dapat dilaksanakan Salam Damai. 

P : Marilah kita saling memberikan salam damai. Umat memberikan salam damai kepada saudara-saudari yang berada paling dekat saja.

20B. DOA KOMUNI BATIN Berlutut/berdiri 

Pemimpin mengajak semua yang hadir untuk melaksanakan 

Komuni Batin dengan rumusan ajakan antara lain sebagai berikut: 

P : Kini, mari kita siapkan hati kita untuk menyambut kedatangan Tuhan di dalam hati kita.
P : Yesus bersabda, “Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu. Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah, jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku.” (Yoh. 15:3-4). [hening sejenak]

P : Yesusku, aku percaya, Engkau sungguh hadir dalam 
Sakramen Mahakudus. Aku mengasihi-Mu lebih dari 
segalanya, dan aku merindukan kehadiran-Mu 
dalam seluruh jiwaku. Karena sekarang aku tak 
dapat menyambut-Mu dalam Sakramen Ekaristi, 
datanglah sekurang-kurangnya secara rohani ke 
dalam hatiku, meskipun Engkau selalu telah 
datang. Aku memeluk-Mu dan mempersatukan 
diriku sepenuhnya kepada-Mu, jangan biarkan aku 
terpisah daripada-Mu. Amin. [hening sejenak]

P : Dalam keheningan, marilah kita masing-masing 
menyatukan diri dengan Tuhan yang hadir saat ini di 
sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan 
mengatakan: 
P : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 
U : Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. 
Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu. 

▪ Seruan di atas diulangi oleh Pemimpin dan diikuti oleh yang hadir sebanyak tiga kali. 
▪ Lalu diberi saat hening secukupnya. 
▪ Sesudah Komuni Batin, dapat dinyanyikan satu lagu komuni atau satu lagu bertemakan Tubuh dan Darah 
Kristus. Lagu alternatif: Aku Rindu (lihat lampiran)

21. MENDOAKAN DOA JIWA KRISTUS (ANIMA CHRISTI) 

[didoakan bersama] [Madah Bakti no. 155]

Jiwa Kristus, kuduskanlah kami.Tubuh Kristus, selamatkanlah kami.
Darah Kristus, sucikanlah kami.
Air Lambung Kristus, basuhlah kami.
Sengsara Kristus, kuatkanlah kami.
Yesus yang murah hati, luluskanlah doa kami.
Dalam Luka-luka-Mu, sembunyikanlah kami.
Jangan kami dipisahkan, dari pada-Mu, Tuhan.
Terhadap seteru yang curang, belalah aku.
Di waktu ajal, terimalah kamisupaya bersama para kudus, kami memuji Engkauuntuk selama-lamanya.Amin.

22. AMANAT PENGUTUSAN 

P : Saudara-saudari terkasih, kita telah merenungkan bersama Sabda Tuhan yang menghibur kita. Kita bersyukur bahwa Tuhan amat mengasihi kita dan berusaha agar kita pun selamat. Semoga kita pun selalu berjuang untuk setia kepada Tuhan dan saling menolong agar kita pun memperoleh keselamatan di dalam Tuhan.

23. DOA PENUTUP 

P : Marilah kita berdoa, Allah, Bapa Yang Maha Pengasih, kami bersyukurkarena Engkau telah menganugerahi kami Tubuhdan Darah Putra-Mu. Kami bersyukur pula karena Roh-Nya telah menjaga kehidupan kami untuk 
menghuni dunia ini dalam cinta kasih. Dampingilah kami dengan cinta kasih-Mu, agar hidup kami selalu 
terarah kepada-Mu, sumber kebahagiaan sejati kami.
Demi Kristus, Dialah Tuhan dan pengantara kami. 
U : Amin

24. MOHON BERKAT TUHAN 

P : Sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan. 
[hening sejenak]

P : Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang 
kekal. 

[sambil membuat Tanda Salib pada diri sendiri]

DALAM NAMA BAPA, DAN PUTRA, DAN ROH KUDUS. 

U : Amin. 
P : Perayaan Sabda Hari Raya Tubuh dan Darah Kristusini sudah selesai. 
U : Syukur kepada Allah. 

25. PENGUTUSAN 

P : Marilah pergi, kita diutus Tuhan untuk saling menolong dan saling berbagi. 
U : Amin. 

26. LAGU PENUTUP 

LAMPIRAN LAGU-LAGU 
 
SAUDARA BERSATULAH (MB 171; PS 322) 

Saudara, mari semua, hadaplah altar Tuhan kita. 
Sambut tubuh dan darah dari Putera Allah. 
Allelu, allelu, alleluya.

1. Kita adalah satu, memulai hidup baru,dalam semangat muda, kita hidup kekal.

2. Printah Yesus yang baru, cintailah sesamamu,dalam suka dan duka, untuk selamanya.

3. Satukanlah dunia, menjadi keluarga,bersatu dalam cinta, tempat hidup kekal. 
 
AKU RINDU AKAN TUHAN (PS 423) 

Aku rindu akan Tuhan dalam Sakramen terkudus. 
Aku rindu menerima Yesus, Allah Manusia. 
Yesus, Yesus datanglah. 

Yesus tinggal di hatiku, aku amat bahagia. 
Yesus sungguh sahabatku dalam suka, dalam duka. 
Yesus Kau sahabatku.

Salam, Tubuh yang mulia. Salam, Darah yang berharga. 
Kau menghapus dosa dunia dalam wafat-Mu di salib. 
Puji syukur bagi-Mu. 

(Sumber: P. Petrus Cristologus Dhogo, SVD/kgg).

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved