Sabtu, 6 Juni 2026

Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Teks Misa Minggu 7 Juni 2026 Hari Raya Tubuh dan Darah Kristus

Mari simak teks misa hari Minggu 7 Juni 2026. Teks misa hari lengkap renungan harian katolik.

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Ia memberitakan firman-Nya kepada Yakub, ketetapan dan hukum-hukum-Nya kepada Israel. Ia tidak berbuat demikian kepada segala bangsa, dan hukum hukum-Nya tidak mereka kenal. (Refren)

09. BACAAN KEDUA (1Kor. 10:16-17) 

L : Bacaan dari Surat Pertama Rasul Paulus kepada jemaat di Korintus

Saudara-saudari, bukankah cawan pengucapan syukur, yang atasnya kita ucapkan syukur, adalah persekutuan dengan darah Kristus? Bukankah roti yang kita pecah-pecahkan adalah persekutuan dengan tubuh Kristus? Karena roti adalah satu, maka kita, sekalipun banyak, adalah satu tubuh, karena kita semua mendapat bagian dalam roti yang satu itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah. 

10. ALLELUIA (Yoh. 6:51) 

P : Alleluia
U : Alleluia
P : Akulah roti hidup yang telah turun dari surga, sabda Tuhan. * Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.
U : Alleluia

11. INJIL (Yoh. 6:51-58) 

P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Yohanes.

Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia." Orang orang Yahudi bertengkar antara sesama mereka dan berkata: "Bagaimana Ia ini dapat memberikan daging-Nya kepada kita untuk dimakan."Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jikalau kamu tidak makan daging Anak Manusia dan minum darah-Nya, kamu tidak mempunyai hidup di dalam dirimu. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman. Sebab daging-Ku adalah benar-benar makanan dan darah Ku adalah benar-benar minuman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. Sama seperti Bapa yang hidup mengutus Aku dan Aku hidup oleh Bapa, demikian juga barangsiapa yang memakan Aku, akan hidup oleh Aku. Inilah roti yang telah turun dari sorga, bukan roti seperti yang dimakan nenek moyangmu dan mereka telah mati. Barangsiapa makan roti ini, ia akan hidup selama-lamanya."
P : Demikianlah Injil Tuhan. 
U : Terpujilah Kristus. 

12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK

Kita sudah mendengarkan bacaan-bacaan yang berbicara tentang roti. Dalam bacaan Injil, selain menegaskan diri-Nya sebagai roti, Yesus juga mengundang para pendengar-Nya untuk memakan daging-Nya. Mari kita renungkan dua hal ini yaitu roti dan daging. Ketika dibebaskan dari Mesir, orang Israel berada di padang gurun. Sudah pasti mereka kehabisan bekal. Tidak ada yang bisa diharapkan di padang gurun karena semuanya kering. Mereka mengeluh dan marah. Mereka berpikir bahwa Musa membawa mereka untuk mati. 

Tuhan kemudian memberikan mereka roti yang disebut dengan manna. Roti ini diberikan setiap hari dan mereka dilarang untuk mengumpulkannya dan menyimpannya untuk hari selanjutnya. Jika mereka melakukannya, maka yang dikumpulkan itu akan membusuk. Maksud Tuhan adalah dengan mengumpulkannya setiap hari, mereka pun selalu datang kepada Tuhan. Mereka memiliki kontak yang tetap dengan Tuhan. Ini juga merupakan teguran bagi kita, seberapa sering kita datang kepada Tuhan ketika kita merasa diselamatkan? Apakah kita tahu bersyukur dan tidak hanya mengeluh dengan keadaan kita?
--
Ketika datang ke dunia, Yesus lahir di Betlehem. Ini bukanlah kebetulan, karena Betlehem dalam bahasa Ibrani berarti kota roti (Beth=kota, lehem=roti). Kemudian, ketika diminta mengajari para murid-Nya berdoa, Yesus pun menyebut salah satu permintaan yaitu “berilah kami rezeki pada hari ini“. Teks asli dalam bahasa Yunani berbunyi, “berilah kami roti setiap hari“. Pada malam perjamuan terakhir, Yesus memberikan roti kepada para murid-Nya. Yesus malah menyebut diri-Nya sebagai roti. Yesus melanjutkan bahwa roti itu adalah daging-Nya sendiri. Barangsiapa makan daging-Nya dan minum darah-Nya, maka ia akan memiliki hidup yang kekal. Apa arti ungkapan ini? Yesus sebenarnya menegaskan bahwa kita menyambut diri-Nya dan menjadikan Sabda-Nya sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Yang menerima-Nya berarti memasukkan Sabda itu menjadi darah dan dagingnya. Sabda Tuhan itu hidup dan mengalir dalam jiwanya. Itulah yang dimaksudkan dengan makan daging dan minum darah Yesus. 
--
Ketika kita merayakan Ekaristi, kita juga diundang untuk menyambut Tubuh dan Darah Tuhan Yesus.Dengan menyambut-Nya, kita juga menyambut Sabda Tuhan yang dibacakan dan direnungkan dalam perayaan itu. Oleh Tubuh dan Darah Kristus, kita diteguhkan untuk menghidupi Sabda-Nya. Semoga perayaan Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini menguatkan kita untuk semakin teguh merenungkan Sabda Tuhan dan menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Semoga Sabda Tuhan mendarahdaging dalam diri kita, karena manusia tidak hidup dari roti saja melainkan dari setiap Sabda yang keluar dari mulut Allah.

13. HENING SEJENAK 
14. SYAHADAT 

P : Marilah menanggapi Sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada 
Tuhan dengan mengucapkan Syahadat. Aku percaya akan Allah, Bapa yang mahakuasa…..

15. DOA UMAT 

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved