Breaking News
Senin, 8 Juni 2026

Renungan Harian Katolik

Renungan Harian Katolik Selasa 9 Juni 2026, Kamu Garam dan Terang Dunia

Simak renungan harian Katolik Selasa 9 Juni 2026. Tema renungan harian Katolik "Kamu Garam dan Terang Dunia".

Tayang:
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan

Ringkasan Berita:
  • Tema renungan harian Katolik "Kamu Garam dan Terang Dunia".
  • Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.
  • Renungan harian Katolik untuk hari Selasa Biasa X, Perayaan fakultatif Santo Efrem Pujangga Gereja dan Warisan Iman, Santo Primus dan Felicianus Martir Gereja Katolik, Beata Diana, Sesilia dan Amata: Teladan Kemurnian Iman, Beata Anna Maria Taigi: Teladan Ibu Kudus Katolik, dengan warna liturgi hijau.

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Selasa 9 Juni 2026.

Tema renungan harian Katolik "Kamu Garam dan Terang Dunia".

Renungan harian Katolik ada dibagian akhir artikel ini.

Renungan harian Katolik untuk hari Selasa Biasa X, Perayaan fakultatif Santo Efrem Pujangga Gereja dan Warisan Iman, Santo Primus dan Felicianus Martir Gereja Katolik, Beata Diana, Sesilia dan Amata: Teladan Kemurnian Iman, Beata Anna Maria Taigi: Teladan Ibu Kudus Katolik, dengan warna liturgi hijau.

Adapun bacaan liturgi katolik hari Selasa 9 Juni 2026 adalah sebagai berikut:

Baca juga: Bacaan Injil Katolik Selasa 9 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik

Bacaan Pertama 1Raj. 17:7-16

Tetapi sesudah beberapa waktu, sungai itu menjadi kering, sebab hujan tiada turun di negeri itu. Maka datanglah firman TUHAN kepada Elia: "Bersiaplah, pergi ke Sarfat yang termasuk wilayah Sidon, dan diamlah di sana. Ketahuilah, Aku telah memerintahkan seorang janda untuk memberi engkau makan."

Sesudah itu ia bersiap, lalu pergi ke Sarfat. Setelah ia sampai ke pintu gerbang kota itu, tampaklah di sana seorang janda sedang mengumpulkan kayu api. Ia berseru kepada perempuan itu, katanya: "Cobalah ambil bagiku sedikit air dalam kendi, supaya aku minum."

Ketika perempuan itu pergi mengambilnya, ia berseru lagi: "Cobalah ambil juga bagiku sepotong roti." Perempuan itu menjawab: "Demi TUHAN, Allahmu, yang hidup, sesungguhnya tidak ada roti padaku sedikitpun, kecuali segenggam tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli.

Dan sekarang aku sedang mengumpulkan dua tiga potong kayu api, kemudian aku mau pulang dan mengolahnya bagiku dan bagi anakku, dan setelah kami memakannya, maka kami akan mati."

Tetapi Elia berkata kepadanya: "Janganlah takut, pulanglah, buatlah seperti yang kaukatakan, tetapi buatlah lebih dahulu bagiku sepotong roti bundar kecil dari padanya, dan bawalah kepadaku, kemudian barulah kaubuat bagimu dan bagi anakmu.

Sebab beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itupun tidak akan berkurang sampai pada waktu TUHAN memberi hujan ke atas muka bumi."

Lalu pergilah perempuan itu dan berbuat seperti yang dikatakan Elia; maka perempuan itu dan dia serta anak perempuan itu mendapat makan beberapa waktu lamanya. Tepung dalam tempayan itu tidak habis dan minyak dalam buli-buli itu tidak berkurang seperti firman TUHAN yang diucapkan-Nya dengan perantaraan Elia.

Demikianlah Sabda Tuhan.

U. Syukur Kepada Allah.

Mazmur Tanggapan Mzm 4:2-3,4-5,7-8

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved