Misa Hari Minggu
Teks Misa Minggu 14 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Mari simak teks misa Minggu 14 Juni 2026. Teks misa lengkap renungan harian Katolik untuk hari biasa pekan XI tahun A.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Beribadahlah kepada TUHAN dengan sukacita, datanglah ke hadapan-Nya dengan sorak-sorai!
(Refren)
Ketahuilah, bahwa TUHANlah Allah; Dialah yang menjadikan kita dan punya Dialah kita, umat-Nya dan kawanan domba gembalaan-Nya. (Refren)
Sebab TUHAN itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya, dan kesetiaan-Nya tetap turun-temurun. (Refren)
09. BACAAN KEDUA (Rm. 5:6-11)
L : Bacaan dari Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Roma
Saudara-saudari, waktu kita masih lemah, Kristus telah mati untuk kita orang-orang durhaka pada waktu yang ditentukan oleh Allah. Sebab tidak mudah seorang mau mati untuk orang yang benar –tetapi mungkin untuk orang yang baik ada orang yang berani mati –. Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah. Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya! Dan bukan hanya itu saja! Kita malah bermegah dalam Allah oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, sebab oleh Dia kita telah menerima pendamaian itu.
Demikianlah Sabda Tuhan.
U : Syukur kepada Allah.
10. ALLELUIA
P : Alleluia
U : Alleluia
P : Berbahagialah mereka yang diundang ke perjamuan nikah Anak Domba.
U : Alleluia
11. INJIL (Mat. 9:36 - 10:8)
P : Marilah kita bersama-sama mendengarkan Injil Yesus Kristus menurut Matius.
Pemimpin dan semua yang hadir membuat tanda salib dengan ibu jari pada dahi, mulut, dan dada.
Kemudian Pemimpin membacakan Injil. Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka, karena mereka lelah dan terlantar seperti domba yang tidak bergembala. Maka kata-Nya kepada murid-murid Nya: “Tuaian memang banyak, tetapi pekerja sedikit. Karena itu mintalah kepada tuan yang empunya tuaian, supaya Ia mengirimkan pekerja pekerja untuk tuaian itu.” Yesus memanggil kedua belas murid-Nya dan memberi kuasa kepada mereka untuk mengusir roh roh jahat dan untuk melenyapkan segala penyakit dan segala kelemahan. Inilah nama kedua belas rasul itu: Pertama Simon yang disebut Petrus dan Andreas saudaranya, dan Yakobus anak Zebedeus dan Yohanes saudaranya, Filipus dan Bartolomeus, Tomas dan Matius pemungut cukai, Yakobus anak Alfeus, dan Tadeus, Simon orang Zelot dan Yudas Iskariot yang mengkhianati Dia. Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. Pergilah dan beritakanlah: Kerajaan Sorga sudah dekat. Sembuhkanlah orang sakit; bangkitkanlah orang mati; tahirkanlah orang kusta; usirlah setan-setan. Kamu telah memperolehnya dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.
P : Demikianlah Injil Tuhan.
U : Terpujilah Kristus.
12. RENUNGAN HARIAN KATOLIK
Bacaan Injil yang kita dengarkan ini berbicara tentang pengutusan dari kedua belas murid Yesus. Pengutusan ini didorong oleh terbatasnya tenaga untuk melanjutkan pewartaan-Nya. Ada dua hal yang
bisa kita petik dari kisah ini untuk kita. Pertama, Yesus mengutus para murid-Nya. Para murid belum lama berada bersama Yesus, tetapi Yesus telah mempercayakan tugas perutusan kepada mereka. Entah mereka sudah siap atau tidak, mereka harus berangkat. Kebutuhan akan tugas pewartaan meng haruskan mereka untuk berangkat dalam pengutusan Tuhan. Kita juga diutus oleh Tuhan. Kita menjadi murid-murid yang baik di tempat di mana kita berada. Mungkin kita merasa tidak mampu atau belum siap seperti para murid Yesus, tetapi kita tetap dipercayakan Tuhan untuk menjadi utusan-Nya. Karena itu, mari kita mulai membenahi diri kita sendiri, agar lebih sesuai dengan kehendak dan perintah Tuhan. Itu sendiri sudah merupakan pewartaan bagi sesama.
Kedua, tugas perutusan mereka adalah untuk mewartakan Kerajaan Sorga, menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan orang kusta, dan mengusir setan-setan. Semua ini dapat mereka lakukan karena mereka menerima kuasa dari Yesus, Sang Guru. Mereka menjadi perpanjangan tangan Sang Guru. Kita pun memiliki tugas perutusan yang sama. Yesus tetap mengulangi tugas itu untuk kita. Tugas-tugas itu kelihatannya berat, tetapi kita bisa membuatnya dengan sepenuh hati. Sama seperti para murid Yesus, kita diutus untuk tugas pewartaan melalui kesaksian hidup kita. Kita juga diutus untuk menyembuhkan, membangkitkan, mentahirkan, dan mengusir setan setan. Itulah tugas kita. Pada sisi lain, jika kita tidak
dapat menyembuhkan sesama, maka kita tidak boleh melukainya. Jika kita tidak dapat membangkitkan,
maka kita tidak boleh menjatuhkan orang lain. Jika kita tidak dapat mengusir setan, maka setidak tidaknya kita tidak menjadi setan yang mengganggu dan menjerumuskan sesama kita. Semoga kita bisa menjadi pekerja dan pewarta iman yang baik.
13. HENING SEJENAK
14. SYAHADAT
Teks Misa Minggu 14 Juni 2026
Misa Minggu 14 Juni 2026
Renungan Harian Katolik Minggu 14 Juni 2026
Tribun Flores.com
| Renungan Hari Ini Jumat 12 Juni 2026, Ketika Letih dalam Pergumulan Hidup, Datanglah kepada Yesus |
|
|---|
| Renungan Katolik Hari Jumat 12 Juni 2026, Karena Aku Lemah Lembut |
|
|---|
| Injil Katolik Misa Hari Ini Jumat 12 Juni 2026 dan Mazmur Tanggapan |
|
|---|
| Renungan Katolik Jumat 12 Juni 2026, Hati Yesus Sumber Kasih yang Menyelamatkan |
|
|---|