Renungan Katolik Hari Ini
Renungan Katolik Rabu 17 Juni 2026, Bapamu yang Melihat
Simak renungan Katolik Rabu 17 Juni 2026. Tema renungan katolik "Bapamu yang melihat” disiapkan untuk hari biasa pekan XI Tahun A.
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Br-Pio-Hayon-SVD.jpg)
supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."
P: Demikianlah Injil Tuhan.
U: Terpujilah Kristus
Renungan Harian Katolik
"Bapamu yang melihat”
Saudara-saudari terkasih dalam Kristus,
Salam damai dan sukacita bagi kita semua. Hari ini kita diajak untuk merenungkan relasi pribadi dengan Allah yang melihat hati manusia. Bacaan pertama menyingkapkan bagaimana Elisa menerima roh kenabian dari Elia, bukan karena tampilan luar, melainkan karena kesetiaan dan kerendahan hatinya. Injil menekankan bahwa Bapa yang melihat dalam sembunyi akan membalas, sehingga doa, puasa, dan amal bukanlah untuk pamer, melainkan untuk relasi yang tulus dengan Allah.
Saudara-saudari terkasih.
Pada bacaan pertama ini (2Raj. 2:1.6-14) ada peristiwa pengangkatan Elia dan penerusan tongkat kenabian kepada Elisa menunjukkan bahwa karya Allah tidak berhenti pada satu pribadi. Elisa menerima roh Elia karena ia setia mengikuti gurunya hingga akhir. Hal ini menegaskan bahwa kuasa Allah bekerja melalui hati yang rendah dan taat, bukan melalui ambisi pribadi. Sedangkan dalam bacaan Injil (Mat. 6:1-6.16-18) Yesus menegur praktik keagamaan yang hanya mencari pujian manusia. Ia menekankan bahwa amal, doa, dan puasa harus dilakukan dengan hati yang murni. Bapa yang melihat dalam sembunyi akan memberikan ganjaran, sebab yang penting bukanlah penampilan luar, melainkan ketulusan hati di hadapan Allah. Poin refleksi kita adalah“Kesetiaan Elisa”: Elisa menerima roh kenabian karena kesetiaannya mengikuti Elia. Kesetiaan dalam hal kecil membuka jalan bagi rahmat besar. Kita pun dipanggil untuk setia dalam tugas sehari-hari agar Allah mempercayakan karya-Nya kepada kita. “Ketulusan hati”: Yesus menekankan bahwa doa, puasa, dan amal harus dilakukan dengan hati yang murni. Relasi dengan Allah tidak membutuhkan panggung, melainkan keheningan hati yang tulus. “Allah yang melihat”: Bapa melihat apa yang tersembunyi. Inilah penghiburan bagi kita: meski dunia tidak menghargai, Allah mengenal dan membalas setiap kebaikan yang dilakukan dengan kasih.
Saudara-saudari terkasih,
Pesan untuk kita, pertama, kesetiaan kita akan membuka jalan bagi rahmat Allah dalam hidup dan tugas kita. Kedua, ketulusan hati adalah inti dari doa, puasa, dan amal. Ketiga, Allah yang melihat dalam sembunyi akan membalas dengan kasih yang melampaui segala pujian manusia. Tuhan memberkati kita.
. (Sumber iman katolik.or.id/adiutami.com/kgg).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News