Renungan Harian Katolik
Renungan Harian Katolik Jumat 19 Juni 2026, Tidak Tergiur Oleh Harta Benda
Mari simak renungan harian Katolik Jumat 18 Juni 2026. Tema renungan harian katolik "Tidak Tergiur Oleh Harta Benda".
Penulis: Gordy | Editor: Gordy Donovan
Ringkasan Berita:
- Tema renungan harian katolik "Tidak Tergiur Oleh Harta Benda".
- Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XI Tahun A.
- Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.
- Hari biasa pekan XI tahun A dengan warna liturgi hijau.
- Bacaan hari Jumat: 2Raj 11:1-4.9-18.20; Mzm 132:11.12.13-14.17-18; Mat 6:19-23 dan BcO Za 1:1-21.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan harian Katolik Jumat 19 Juni 2026.
Tema renungan harian katolik "Tidak Tergiur Oleh Harta Benda".
Renungan harian katolik disiapkan untuk hari biasa pekan XI Tahun A.
Renungan harian katolik ada dibagian akhir artikel ini.
Hari biasa pekan XI tahun A dengan warna liturgi hijau.
Bacaan hari Jumat: 2Raj 11:1-4.9-18.20; Mzm 132:11.12.13-14.17-18; Mat 6:19-23 dan BcO Za 1:1-21.
Baca juga: Bacaan Injil Katolik Jumat 18 Juni 2026 Lengkap Renungan Harian Katolik
Bacaan Pertama:
Ketika Atalya, ibu Ahazia, melihat bahwa anaknya sudah mati, maka bangkitlah ia membinasakan semua keturunan raja.
Tetapi Yoseba, anak perempuan raja Yoram, saudara perempuan Ahazia, mengambil Yoas bin Ahazia, menculik dia dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh itu, memasukkan dia dengan inang penyusunya ke dalam gudang tempat tidur, dan menyembunyikan dia terhadap Atalya, sehingga dia tidak dibunuh.
Maka tinggallah dia enam tahun lamanya bersama-sama perempuan itu dengan bersembunyi di rumah TUHAN, sementara Atalya memerintah negeri.
Dalam tahun yang ketujuh Yoyada mengundang para kepala pasukan seratus dari orang Kari dan dari pasukan bentara penunggu. Disuruhnyalah mereka datang kepadanya di rumah TUHAN, lalu diikatnya perjanjian dengan mereka dengan menyuruh mereka bersumpah di rumah TUHAN. Kemudian diperlihatkannyalah anak raja itu kepada mereka.
Para kepala pasukan seratus itu melakukan tepat seperti yang diperintahkan imam Yoyada. Masing-masing mengambil orang-orangnya yang selesai bertugas pada hari Sabat bersama-sama dengan orang-orang yang masuk bertugas pada hari itu, lalu datanglah mereka kepada imam Yoyada.
Imam memberikan kepada para kepala pasukan seratus itu tombak-tombak dan perisai-perisai kepunyaan raja Daud yang ada di rumah TUHAN.
Kemudian para bentara itu, masing-masing dengan senjatanya di tangannya, mengambil tempatnya di lambung kanan sampai ke lambung kiri rumah itu, dengan mengelilingi mezbah dan rumah itu untuk melindungi raja.
Sesudah itu Yoyada membawa anak raja itu ke luar, mengenakan jejamang kepadanya dan memberikan hukum Allah kepadanya. Mereka menobatkan dia menjadi raja serta mengurapinya, dan sambil bertepuk tangan berserulah mereka: "Hiduplah raja!"
Ketika Atalya mendengar suara bentara-bentara penunggu dan rakyat, pergilah ia mendapatkan rakyat itu ke dalam rumah TUHAN.