Selasa, 19 Mei 2026

MBG di Labuan Bajo

Kosmas Semen Janggat, Pengagum Prabowo dari Manggarai Barat

Saat itu ia memilih bergabung bersama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dibawah komando

Tayang:
zoom-inlihat foto Kosmas Semen Janggat, Pengagum Prabowo dari Manggarai Barat
TRIBUNFLORES.COM / PETRUS CHRISANTUS GONSALES
Mitra MBG Dapur Sejahtera Desaku, Kosmas Semen Janggat Bersama Petani di Sernaru Manggarai Barat. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales 

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Menatap masa depan penuh konsisten dan komitmen adalah prinsip yang selalu dipegang teguh Kosmas Semen Janggat. 

Pria kelahiran Ruteng, 24 Juni 1961 tersebut adalah seorang sarjana teknik sipil. Kosmas menetap selama 33 tahun di Jogja dan lama menjadi seorang konsultan teknik di Pulau Jawa.

Namun seiring waktu berjalan, pada 2007 ia memilih pulang ke Labuan Bajo. Pada tahun 2008, Kosmas meniti karir menjadi seorang politisi.

Saat itu ia memilih bergabung bersama Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dibawah komando Prabowo Subianto, yang juga menjadi sosok yang diidolakan Kosmas sejak masih mahasiswa.

 

Baca juga: Kosmas Semen Janggat Pastikan Distribusi MBG di Labuan Bajo, Manggarai Barat Tidak Ada Kendala

 

 

"Memang sejak awal banyak tawaran untuk bergabung di partai lain. Tapi saya memilih bergabung di Partai Gerindra sampai sekarang dan tidak pernah lompat partai," kata Kosmas Semen, saat diwawancara TribunFlores.com, Sabtu (13/12/2025).

Dalam berpolitik sejak 2011 hingga 2022, Kosmas dipercaya menjadi Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Kabupaten Manggarai Barat.

Saat ini, Kosmas dipercaya menjadi Dewan Penasehat DPC Gerindra Kabupaten Manggarai Barat.

Loyalitas dan totalitas menjadi seorang kader partai yang militan selalu ia buktikan. Kosmas mengaku dalam kepemimpinannya, Gerindra mampu meraih kursi di legislatif.

"Berpolitik di Gerindra itu banyak tantangan. Tetapi dengan semangat dan loyal, sekali Gerindra tetap Gerindra," tegas Kosmas.

Jatuh bangun yang ia rasakan bukan soal ia gagal ketika meju bertarung pada perhelatan pileg. Tetapi saat bertarung mati-matian bagi ketua umum partai saat pilpres dari periode ke periode.

"Sejak Pak Prabowo maju Pilpres, kami sudah tanam kaki. Jatuh bangunnya kami bertarung di lapangan itu bukan soal mudah. Menghadapi kompetitor politik yang hebat," ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved