Jumat, 5 Juni 2026

Berita Manggarai Barat

Workshop “From Waste to Action” Ajak Anak Muda Labuan Bajo Ubah Sampah Jadi Aksi Nyata

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi bagi generasi muda Manggarai

Tayang:
zoom-inlihat foto Workshop “From Waste to Action” Ajak Anak Muda Labuan Bajo Ubah Sampah Jadi Aksi Nyata
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM / PETRUS CHRISANTUS GONSALES
FOTO - Kegiatan Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21 - 22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat. 

Ringkasan Berita:
  • Workshop “From Waste to Action” di Labuan Bajo melibatkan generasi muda dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.
  • Kegiatan ini diikuti 200 peserta, termasuk penandatanganan MoU dan dorongan inovasi pengelolaan sampah.
  • Produksi sampah di Manggarai Barat mencapai 157,31 ton per hari sehingga butuh keterlibatan semua pihak.

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Petrus Chrisantus Gonsales

TRIBUNFLORES.COM, LABUAN BAJO - Di tengah pesatnya pertumbuhan pariwisata di Labuan Bajo, persoalan sampah menjadi tantangan nyata yang membutuhkan keterlibatan semua pihak, termasuk generasi muda. 

Menjawab tantangan tersebut, Program Positif Bajo bersama PTTEP Indonesia dan PT. INGRAM menghadirkan Youth Workshop Campaign bertajuk “From Waste to Action” pada 21 - 22 Mei 2026 di Kampus Politeknik eLBajo Commodus Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Kegiatan ini dirancang sebagai ruang kolaborasi, pembelajaran, dan aksi bagi generasi muda Manggarai Barat untuk menjadi bagian dari solusi pengelolaan sampah berkelanjutan di kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Labuan Bajo. 

Workshop ini juga menjadi bagian dari penguatan Program Positif Bajo yang telah berjalan sejak 2024 melalui pendekatan ekonomi sirkular dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

 

Baca juga: Pelaku Pariwisata Sebut Kerusakan Crossway Waemusur Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

 

 

Melalui seminar, diskusi interaktif, studi kasus, hingga sesi design thinking, peserta diajak memahami tantangan pengelolaan sampah di wilayah pesisir dan destinasi wisata, sekaligus merancang ide kampanye kreatif yang dapat diterapkan langsung di komunitas mereka.

Seminar ini dihadiri oleh 200 peserta yang terdiri dari mahasiswa, komunitas pemuda, organisasi lingkungan, relawan, dan aktivis keberlanjutan yang ditargetkan hadir dalam kegiatan ini. 

Dari workshop tersebut diharapkan lahir berbagai inisiatif dan aksi nyata yang dapat memperkuat budaya memilah sampah dari sumbernya serta mengurangi penggunaan sampah sekali pakai di masyarakat.

Direktur Politeknik eLBajo Commodus, Prof. Dr. I Nengah Dasi Astawa, M.Si saat membuka kegiatan Youth Workshop Campaign tersebut menyampaikan terima kasih kepada PTTEP Indonesia dan PT INGRAM yang sudah peduli dan konsen terhadap pengelolaan dan pengolahan sampah.

Menurut Prof. I Nengah Dasi Astawa, lembaganya juga fokus terhadap pelestarian lingkungan, khususnya terhadap penanganan sampah. eLBajo (Politeknik eLBajo Commodus) ini tiap hari kerja bakti. Kampus ini suatu Lembaga yang tiap hari kerjanya juga urus sampah. Sampah kita bersihkan terus. Lembaga ini kecil barangnya, tapi besar ide dan kemajuannya,” kata Prof. I Nengah Dasi Astawa kepada TribunFlores.com, Jumat (22/5/2026). 

Dalam kesempatan itu itu, Direktur Politeknik eLBajo Commodus juga melakukan penandatanganan Memmorandum of Understanding (MoU) bersama Direktur PT INGRAM, Fey Febri dalam Upaya penanganan dan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Labuan Bajo.

“Kerja sama ini bikin eLBajo makin semangat.  Kampus punya target ringkatkan kualitas anak-anak Labuan Bajo tidak saja maju dibidang akademik dan teknologi terapan, tapi juga peduli terhadap pelestarian lingkungan,” tegas Prof. I Nengah Dasi Astawa.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved