Kasus Akhiri Hidup di Manggarai Timur
Polisi Beberkan Kronologi Pria di Manggarai Timur Akhir Hidup Sendiri
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menerangkan kronologi kejadian itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Ilustrasi-Tewas-dalam-Rumah.jpg)
Disclaimer:
Berita atau artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Anda yang merasa memerlukan layanan konsultasi masalah kejiwaan, terlebih pernah terbersit keinginan melakukan percobaan bunuh diri, jangan ragu bercerita, konsultasi atau memeriksakan diri ke psikiater di rumah sakit yang memiliki fasilitas layanan kesehatan jiwa.
TRIBUNFLORES.COM, BORONG - Seorang pria Bernama Fatrian Jehadus alias Rian (28) ditemukan meninggal dunia di pondok kebun, Kampung Rua, Desa Ngampang Mas, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Rabu 22 April 2026 sekitar pukul 12.30 Wita.
Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim, Iptu Ahmad Zacky Shodri, menerangkan kronologi kejadian itu.
Kata dia, pada Rabu, 22 April 2026 sekitar pukul 07.00 Wita, korban bersama orang tuanya duduk minum kopi di rumah.
Setelah selesai, orang tua korban mengajak korban untuk pergi memanen padi di sawah milik tetangga.
Baca juga: BREAKING NEWS: Seorang Pria di Ngampang Mas, Manggarai Timur Tewas, Diduga Akhiri Hidup Sendiri
Ayah Korban Kaget
Namun korban menjawab dengan meminta orang tuanya pergi duluan.
Orang tua korban kemudian berangkat terlebih dahulu menuju sawah milik tetangga atas nama Irenimus Arman yang berlokasi di Lemus.
Sebelum ke sawah, ayah korban Laurens Pamput sempat singgah di pondok milik mereka untuk memberi makan hewan ternak yang dipelihara di kebun.
Setelah itu, ayah korban mengunci pintu pondok menggunakan gembok, lalu melanjutkan perjalanan ke sawah. Setibanya di lokasi, korban ternyata sudah berada di sawah tersebut.
Menjelang waktu istirahat makan siang, korban makan terlebih dahulu dan berpamitan untuk kembali ke pondok milik mereka yang berjarak sekitar 300 meter dari sawah.
Sekitar pukul 12.00 Wita para pekerja berhenti untuk istirahat makan siang bersama.
Namun saat itu ayah korban tidak melihat keberadaan korban, sehingga menanyakan kepada beberapa orang yang berada di kebun tersebut, dan pemilik kebun Irenimus Arman menjawab korban sudah makan terlebih dahulu dan telah pulang duluan ke pondok.
Pada pukul 12.30 Wita, setelah selesai makan siang, ayah korban menuju pondok dengan membawa sisa makanan untuk diberikan kepada hewan ternak di pondok.
Sesampainya di pondok, ayah korban terkejut melihat gembok pintu sudah dalam keadaan terbuka.