Senin, 11 Mei 2026

Madrasah Tsanawiyah Manggarai Timur

Siswa MTsN Manggarai Timur Ikuti Ujian Akhir Berbasis Android, Sekolah Siapkan Internet Khusus

Suasana pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Pelajaran 2025-2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Manggarai Timur NTT tampak berbeda.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Siswa MTsN Manggarai Timur Ikuti Ujian Akhir Berbasis Android, Sekolah Siapkan Internet Khusus
TRIBUNFLORES. COM/TARI
UJIAN-Suasana siswa saat mengikuti proses Ujian Akhir MTsN Manggarai Timur, Sabtu, 9 Mei 2026 pagi. 

Ringkasan Berita:Suasana pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Pelajaran 2025-2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Manggarai Timur NTT tampak berbeda.

TRIBUN FLORES. COM-BORONG-Suasana pelaksanaan Ujian Akhir Madrasah (UAM) Tahun Pelajaran 2025-2026 di Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Manggarai Timur NTT tampak berbeda.

MTsN Manggarai Timur terletak di Jalan Lintas Utara Flores, Kelurahan Pota, Kecamatan Sambi Rampas, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur. 

Berdasarkan pantauan TRIBUN FLORES.COM puluhan siswa terlihat serius menatap layar handphone Android masing-masing saat mengerjakan soal ujian berbasis online di ruang kelas, pada Sabtu 17 Mei 2026.

Sebanyak 65 peserta mengikuti hari pertama ujian dengan pengawasan ketat dari para guru pengawas. 

Baca juga: Tidak Ada Akses Jalan, Warga Kampung Nangka Manggarai Gotong Jenazah 2 Kilometer ke TPU

 

Meski menggunakan perangkat Android, pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan lancar. Para siswa tampak fokus menjawab soal demi soal, sementara pengawas sesekali memastikan jaringan internet tetap stabil selama ujian berlangsung.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum sekaligus Panitia Pelaksana Ujian Akhir Madrasah, Murtala mengatakan pihak sekolah telah melakukan berbagai persiapan jauh sebelum ujian dilaksanakan.

“Alhamdulillah, dari awal kami sudah melakukan berbagai persiapan, mulai dari try out, bimbingan guru mata pelajaran, hingga kesiapan teknis pelaksanaan ujian berbasis online. Ada 14 mata pelajaran yang diujikan, termasuk tiga mata pelajaran praktik,” ujarnya saat diwawancarai TRIBUN FLORES. COM, Senin (11/05). 

Ia menjelaskan, seluruh peserta hadir mengikuti ujian pada hari pertama tanpa ada siswa yang absen.

“Jumlah peserta ujian akhir madrasah sebanyak 65 orang dan semuanya hadir lengkap,” ujarnya.

Menurut Murtala, tantangan utama dalam ujian berbasis Android adalah kestabilan jaringan internet. Karena itu, sekolah menyiapkan dua jaringan berbeda sebagai langkah antisipasi.

“Kami menggunakan dua jaringan, yaitu Telkomsel sebagai jaringan utama dan NET sebagai cadangan. Semua biaya jaringan ditanggung oleh madrasah,” ungkapnya.

Untuk mendukung kelancaran ujian, pihak sekolah bahkan mengalokasikan anggaran sekitar Rp5 juta khusus untuk kebutuhan pelaksanaan ujian akhir madrasah.

Di tengah keterbatasan jaringan di wilayah tersebut, sekolah juga memberikan bantuan voucher internet kepada siswa agar proses ujian berjalan tanpa hambatan.

Salah seorang peserta ujian, Alif Alamsyah mengaku terbantu dengan fasilitas yang diberikan pihak sekolah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved