Idul Adha di Borong
Kisah Peternak Sapi di Manggarai Timur NTT, Dua Sapi Andalannya Dibeli Presiden seharga Rp 94 Juta
Peternak sapi asal Manggarai Timur NTT, meraih omset puluhan juta rupiah setelah dua ekor sapi dibeli Presiden Prabowo untuk kurban Idul Adha.
Penulis: Robert Ropo | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/peternak-sapi-manggarai-timur.jpg)
Ringkasan Berita:
- Arnoldus Rador, seorang peternak Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih omset puluhan juta rupiah setelah dua ekor sapi miliknya dibeli Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 2026
- Arnoldus mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Presiden Prabowo yang telah memercayai kualitas hewan ternaknya.
- Dua ekor sapi yang dipilih oleh Sekretariat Kepresidenan memiliki spesifikasi dan harga yang bervariasi.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Robert Ropo
TRIBUNFLORES.COM, BORONG – Arnoldus Rador, seorang peternak asal Kampung Cepi Watu, Desa Nanga Labang, Kecamatan Borong, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih omset puluhan juta rupiah setelah dua ekor sapi miliknya dibeli oleh Presiden RI Prabowo Subianto untuk hewan kurban Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi.
Kedua sapi kurban tersebut rencananya akan diserahkan dan disalurkan kepada umat Muslim di Masjid Al Hidayah Nanga Lanang, Desa Bea Ngencung, Kecamatan Ranamese, Kabupaten Manggarai Timur.
Saat ditemui di kediamannya pada Kamis (28/5/2026), Arnoldus mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada Presiden Prabowo serta Dinas Peternakan tingkat provinsi maupun kabupaten yang telah memercayai kualitas hewan ternaknya.
"Terima kasih untuk Bapak Presiden Prabowo, pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi NTT," ujar Arnoldus yang juga merupakan pengusaha Warung Makan Sahabat ini.
Baca juga: Shalat Idul Adha di Mapolres Manggarai Timur, Umat Muslim Borong Sembelih 59 Hewan Kurban
Detail Sapi dan Harga
Arnoldus memaparkan bahwa dua ekor sapi yang dipilih oleh Sekretariat Kepresidenan memiliki spesifikasi dan harga yang bervariasi.
Sapi lokal jenis Bali berusia 5 tahun dengan bobot 545 kilogram, dibanderol seharga Rp 48 juta. Sapi jenis Limosin berusia 2 tahun dengan bobot 560 kilogram, dibanderol seharga Rp 46 juta.
Sebenarnya, Arnoldus memiliki satu ekor sapi lain yang berukuran lebih besar. Namun, karena belum mencapai bobot yang ditentukan oleh tim standar kepresidenan, hanya dua ekor sapi tersebut yang lolos verifikasi kurban.
Baca juga: Jumlah Hewan Kurban Idul Adha 2026 Capai 397 Ekor, Meningkat Drastis dari Tahun Lalu
Murni karena Kualitas, Bukan Jalur Khusus
Menanggapi anggapan miring mengenai terpilihnya sapi miliknya berturut-turut oleh presiden, Arnoldus menegaskan bahwa proses seleksi berjalan secara transparan dan ketat.
"Jadi jangan bilang kenapa sapi saya saja yang dibeli. Ini karena sapi saya sudah melalui proses dan memenuhi syarat yang ditentukan Sekretariat Kepresidenan. Tidak ada kepentingan lain dengan pemerintah. Kalau Dinas Peternakan membuat kontes sapi, silakan, pasti punya saya yang bagus," tegasnya.
Pernyataan ini didukung oleh Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Manggarai Timur, Sistus Mbalur. Sistus menyatakan rasa bangganya karena hewan kurban bantuan presiden diambil dari peternak lokal dan telah dinyatakan lolos uji kesehatan luar-dalam.
"Harus belajar dari Pak Arnoldus. Beliau merawat ternaknya dengan sangat baik. Jadi ini murni karena hanya ternak sapi miliknya yang layak dari segi kesehatan dan bobot, sesuai dengan ketentuan," kata Sistus.
Manajemen Pakan dan Harapan Motivasi Lokal
Arnoldus telah memulai usaha peternakan ini sejak tahun 2014 dan kini mempekerjakan 7 hingga 8 orang karyawan. Sapi-sapi yang ia pelihara dibeli dari masyarakat lokal, memanfaatkan hasil program Inseminasi Buatan (IB).
Rahasia pertumbuhan sapi yang cepat dan berbobot besar terletak pada manajemen pakan yang disiplin. Selain rumput segar, Arnoldus rutin memberikan pakan tambahan berupa ampas tahu, tepung jagung, dedak padi, dan singkong.