Senin, 27 April 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

INOPTAN IV Unika St Paulus Ruteng, Gubernur NTT Dorong Transformasi Digital Sektor Pertanian 

Gubernur NTT menekankan bahwa transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan tidak dapat ditawar.

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto INOPTAN IV Unika St Paulus Ruteng, Gubernur NTT Dorong Transformasi Digital Sektor Pertanian 
TRIBUNFLORES. COM/HO-UNIKA ST PAULUS RUTENG
SEMINAR NASIONAL- Gubernur NTT, E. Melkiades Laka Lena, saat menyampaikan materi mengenai ketahanan pangan berbasis teknologi digital pada Seminar Nasional INOPTAN 4, Senin (19/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Gubernur NTT menekankan bahwa transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan tidak dapat ditawar. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika global menuntut pertanian beradaptasi dengan teknologi modern.
  • Cara-cara konvensional tidak lagi cukup. Pertanian harus bertransformasi melalui pertanian presisi, Internet of Things, sistem informasi pertanian, dan analisis data agar mampu bertahan dan berkembang.

 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG- Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), E. Melkiades Laka Lena,  menegaskan bahwa ketahanan pangan tidak lagi sekadar soal ketersediaan bahan pangan, tetapi mencakup keberlanjutan, efisiensi pengelolaan, dan optimalisasi sumber daya lokal berbasis teknologi digital.

Pernyataan itu disampaikan saat Gubernur Melki menjadi Distinguished Speaker pada pembukaan Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Berkelanjutan (INOPTAN) Seri 4, yang digelar Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng, Senin (19/1/2026), melalui Zoom Meeting.

“Ketahanan pangan menyangkut bagaimana kita mengelola sumber daya lokal secara cerdas, berkelanjutan, dan berbasis inovasi. Tanpa teknologi, potensi besar itu tidak akan maksimal,” ujar Gubernur Melki.

 

Baca juga: Seminar INOPTAN IV, Prof. Tavi Supriana Paparkan Peran Teknologi untuk Ketahanan Pangan di NTT

 

 

Dalam sambutannya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Indonesia Timur itu menekankan bahwa transformasi digital di sektor pertanian dan peternakan tidak dapat ditawar. Perubahan iklim, pertumbuhan penduduk, dan dinamika global menuntut pertanian beradaptasi dengan teknologi modern.

“Cara-cara konvensional tidak lagi cukup. Pertanian harus bertransformasi melalui pertanian presisi, Internet of Things, sistem informasi pertanian, dan analisis data agar mampu bertahan dan berkembang,” jelasnya.

Gubernur Melki menilai digitalisasi dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan memperkuat sistem pertanian berkelanjutan yang menopang ketahanan pangan di daerah maupun nasional.

 

Baca juga: Buka Seminar INOPTAN Seri 4, Rektor Unika St Paulus Ruteng Dorong Digitalisasi Pertanian NTT

 

Sejalan dengan Kebijakan Nasional dan Daerah

Tema INOPTAN 4 sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2024 tentang Percepatan Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal, serta Peraturan Gubernur NTT Nomor 80 Tahun 2024 tentang Rencana Aksi Daerah Percepatan Pangan Lokal. Kedua regulasi ini menekankan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat.

“Perguruan tinggi seperti Unika Santu Paulus Ruteng memiliki peran strategis sebagai motor inovasi dan penghasil gagasan ilmiah yang aplikatif,” ujar Gubernur.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved