Minggu, 3 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Penguatan Dosen dan Guru Pamong PPG Calon Guru 2026 Jadi Profesional

Kegiatan ini memperkuat pemahaman konseptual, pedagogik, dan teknis para guru pamong sebagai pendamping utama calon guru profesional.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: Hilarius Ninu

Ia menambahkan bahwa keberhasilan PPG sangat bergantung pada kolaborasi erat antara kampus, sekolah dan guru pamong sebagai mitra strategis.

Pendampingan Berbasis Case Method dan Refleksi Praktik

Dalam sesi materi, pengelola PPG memaparkan alur penerapan Case Method sebagai pendekatan pembelajaran utama dalam PPG Calon Guru Tahun 2026. 

Pendekatan ini mendorong mahasiswa menganalisis kasus nyata pembelajaran di kelas, merumuskan solusi pedagogik, serta melakukan refleksi kritis berbasis pengalaman lapangan.

“Case Method membantu calon guru berpikir reflektif, kontekstual, dan solutif. Guru pamong berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan proses refleksi dan pengambilan keputusan pedagogik,” jelas Eliterius.

Optimalisasi LMS Ruang GTK dan Canvas

Fransiskus Marianus Hawi, M.Pd, membekali peserta dengan pemahaman teknis penggunaan LMS Ruang GTK dan Canvas sebagai sistem utama pembelajaran PPG. 

Materi menekankan pentingnya penguasaan akses LMS, pengelolaan aktivitas pembelajaran, serta monitoring kemajuan mahasiswa secara berkelanjutan.

Para guru pamong mendapatkan panduan praktis terkait:

alur pembelajaran PPG Calon Guru,
pengelolaan tugas dan refleksi mahasiswa,
pemanfaatan fitur LMS untuk pendampingan efektif,
sinkronisasi pembelajaran daring dan praktik lapangan.

“Penguasaan LMS menjadi kunci agar pendampingan berjalan transparan, terstruktur, dan terdokumentasi dengan baik,” ungkap Fransiskus.

Penguatan Tata Kelola dan Mutu PPG

Selain aspek pedagogik dan teknis, materi juga mengulas gambaran umum pengelolaan PPG Calon Guru Tahun 2026, termasuk kebijakan, struktur pelaksanaan, serta peran dosen dan guru pamong dalam menjaga mutu program.

Eliterius menegaskan bahwa penguatan ini bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan bagian dari upaya membangun budaya akademik yang profesional dan bertanggung jawab.

“PPG menuntut komitmen bersama. Guru pamong tidak hanya mendampingi, tetapi juga menjadi teladan profesional bagi calon guru,” ujarnya.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved