Senin, 18 Mei 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

29 Mahasiswa Unika Ruteng Dikukuhkan Jadi Kader Synergoi Paulus, Misi Kepemimpinan Transformatif

.Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng mengukuhkan 29 mahasiswa sebagai Kader Synergoi Paulus Angkatan III pada Minggu

Tayang:
Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto 29 Mahasiswa Unika Ruteng Dikukuhkan Jadi Kader Synergoi Paulus, Misi Kepemimpinan Transformatif
TRIBUNFLORES.COM/HO-UNIKA SANTU PAULUS RUTENG
Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) mengukuhkan 29 mahasiswa sebagai Kader Synergoi Paulus Angkatan III pada Minggu, 22 Februari 2026.  

 

Ringkasan Berita:.Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) mengukuhkan 29 mahasiswa sebagai Kader Synergoi Paulus Angkatan III pada Minggu, 22 Februari 2026.

 

TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) mengukuhkan 29 mahasiswa sebagai Kader Synergoi Paulus Angkatan III pada Minggu, 22 Februari 2026. 

Pengukuhan ini terjadi setelah melalui program kaderisasi selama 20 hari yang membentuk mahasiswa berkarakter, berintegritas, dan siap menjadi pemimpin transformatif di tengah tantangan zaman.

Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Fransiskus Sawan, M.Pd., melalui laporan tertulisnya yang diterima media ini melaporkan bahwa kaderisasi berlangsung pada 22 Januari - 8 Februari 2026 di Novisiat Sang Sabda Kuwu. 

Program kaderisasi itu melibatkan 30 mahasiswa dari 12 program studi dan meluluskan 29 kader yang resmi menjadi anggota Synergoi Angkatan ke 3.

 

Baca juga: Dies Natalis ke-67 Unika Ruteng:  Tiga Mahasiswa Direkrut Jadi Digital Marketer Profesional

 

 

 

Formasi 20 Hari yang Mengubah Karakter

Dr. Fransiskus Sawan menegaskan bahwa kaderisasi tidak sekadar pelatihan organisasi, tetapi proses formasi hidup yang menyentuh dimensi spiritual, emosional, sosial, dan moral.

“Kaderisasi ini bukan sekadar pelatihan, melainkan proses formasi hidup yang membentuk iman, karakter, dan kepemimpinan,” tegasnya.

Tim pembina menerapkan pendekatan experiential learning, refleksi personal, partisipasi aktif, dan pembelajaran kolaboratif. 

Setelah melalui tahap evaluasi yang dilaksankan pada 19 - 21 Februari 2026 menunjukkan peserta mengalami transformasi nyata: peningkatan kedewasaan sikap, disiplin, keberanian memimpin, empati sosial, serta konsistensi dalam praktik doa dan refleksi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved