Unika Santu Paulus Ruteng
Mahasiswa Unika Ruteng Ungkap Manfaat Program MBG bagi Siswa dan Petani
Program MBG dirancang untuk membantu siswa, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Unika-Ruteng-soal-MBG-4.jpg)
Ringkasan Berita:
- Program MBG membantu siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan makanan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan, kehadiran, dan semangat belajar di sekolah.
- Program ini mendorong perputaran ekonomi daerah dengan melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.
- MBG memastikan semua siswa mendapat akses makanan bergizi tanpa memandang latar belakang ekonomi, sekaligus didukung strategi pertanian berkelanjutan.
Oleh: Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, Alberta Resatrin Sianti, Lasarus Hendro Mansi, Kresensiana Pahut, Yetricaneri Santika
TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan gizi bagi peserta didik, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.
Program ini menjadi penghubung antara kebutuhan gizi anak-anak dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah.
Program MBG dirancang untuk membantu siswa, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat memperoleh asupan gizi yang seimbang.
Melalui program ini, pemerintah mendorong pemerataan akses makanan bergizi tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.
Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng Beberkan Tantangan dan Strategi Pengembangan Pariwisata di Manggarai
Di SDI Tenda, Ruteng, program MBG telah dijalankan sejak Juni 2025. Hingga kini, sebanyak 457 siswa dan 30 guru menerima manfaat program tersebut setiap hari.
“Program ini sangat baik karena membantu anak-anak yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi akibat kondisi ekonomi keluarga,” ujar Mariana Ayuningsih Ripin, Koordinator MBG di SDI Tenda.
Ia menambahkan, sejak program ini diterapkan, terjadi perubahan positif pada perilaku siswa. “Anak-anak menjadi lebih antusias dan rajin datang ke sekolah. Para guru juga aktif mendampingi dan memastikan siswa mengonsumsi makanan dengan baik,” katanya.
Untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan seperti alergi atau gangguan pencernaan, pihak sekolah melakukan pendataan terhadap jenis makanan yang tidak dapat dikonsumsi oleh siswa.
Dampaknya bagi Sektor Pendidikan
Dampak MBG tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan, tetapi juga pada sektor pertanian dan ekonomi masyarakat. Kepala Dinas Pertanian setempat, Ferdy Ampure, menyebutkan bahwa program ini membuka peluang besar bagi petani lokal.
“Kami memastikan bahan pangan seperti beras, sayur, dan buah berasal dari petani lokal. Hal ini membuat perputaran uang tetap berada di masyarakat dan mendukung keberlanjutan usaha pertanian,” ujarnya.
| Mahasiswa Unika Ruteng Beberkan Tantangan dan Strategi Pengembangan Pariwisata di Manggarai |
|
|---|
| Unika Ruteng Siapkan KKN Tematik 2026 untuk Tekan Stunting dan Kemiskinan di Manggarai Timur |
|
|---|
| Gugah Hati Umat Tondong Raja, Mahasiswa PGSD Unika Ruteng Sukses Bawakan Tablo Jalan Salib Hidup |
|
|---|
| Tingkatkan Literasi Kritis, Mahasiswa Unika Ruteng Manfaatkan Google Sites di SMK Santu Aloisius |
|
|---|
| Mahasiswa Unika Ruteng Laksanakan PKM di SMP Bina Kusuma Ruteng Angkat Sastra Literasi Digital |
|
|---|