Kamis, 16 April 2026

Unika Santu Paulus Ruteng

Mahasiswa Unika Ruteng Ungkap Manfaat Program MBG bagi Siswa dan Petani

Program MBG dirancang untuk membantu siswa, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat

Tayang:
Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Mahasiswa Unika Ruteng Ungkap Manfaat Program MBG bagi Siswa dan Petani
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM / HO-UNIKA RUTENG
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan gizi bagi peserta didik, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal.  Program ini menjadi penghubung antara kebutuhan gizi anak-anak dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah. Program MBG dirancang untuk membantu siswa, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat memperoleh asupan gizi yang seimbang. 

Ringkasan Berita:
  • Program MBG membantu siswa, terutama dari keluarga kurang mampu, mendapatkan makanan bergizi sehingga meningkatkan kesehatan, kehadiran, dan semangat belajar di sekolah.
  • Program ini mendorong perputaran ekonomi daerah dengan melibatkan petani lokal sebagai pemasok bahan pangan, sekaligus meningkatkan pendapatan mereka.
  • MBG memastikan semua siswa mendapat akses makanan bergizi tanpa memandang latar belakang ekonomi, sekaligus didukung strategi pertanian berkelanjutan.

Oleh: Mahasiswa Unika Santu Paulus Ruteng, Alberta Resatrin Sianti, Lasarus Hendro Mansi, Kresensiana Pahut, Yetricaneri Santika 

TRIBUNFLORES.COM, RUTENG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya berfungsi sebagai upaya pemenuhan gizi bagi peserta didik, tetapi juga terbukti memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi lokal. 

Program ini menjadi penghubung antara kebutuhan gizi anak-anak dan peningkatan kesejahteraan petani di daerah.

Program MBG dirancang untuk membantu siswa, terutama dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi, agar dapat memperoleh asupan gizi yang seimbang. 

Melalui program ini, pemerintah mendorong pemerataan akses makanan bergizi tanpa memandang latar belakang sosial ekonomi.

 

Baca juga: Mahasiswa Unika Ruteng Beberkan Tantangan dan Strategi Pengembangan Pariwisata di Manggarai

 

 

Di SDI Tenda, Ruteng, program MBG telah dijalankan sejak Juni 2025. Hingga kini, sebanyak 457 siswa dan 30 guru menerima manfaat program tersebut setiap hari.

“Program ini sangat baik karena membantu anak-anak yang kesulitan memenuhi kebutuhan gizi akibat kondisi ekonomi keluarga,” ujar Mariana Ayuningsih Ripin, Koordinator MBG di SDI Tenda.

Ia menambahkan, sejak program ini diterapkan, terjadi perubahan positif pada perilaku siswa. “Anak-anak menjadi lebih antusias dan rajin datang ke sekolah. Para guru juga aktif mendampingi dan memastikan siswa mengonsumsi makanan dengan baik,” katanya.

Untuk mengantisipasi potensi masalah kesehatan seperti alergi atau gangguan pencernaan, pihak sekolah melakukan pendataan terhadap jenis makanan yang tidak dapat dikonsumsi oleh siswa.

Dampaknya bagi Sektor Pendidikan

Dampak MBG tidak hanya dirasakan di sektor pendidikan, tetapi juga pada sektor pertanian dan ekonomi masyarakat. Kepala Dinas Pertanian setempat, Ferdy Ampure, menyebutkan bahwa program ini membuka peluang besar bagi petani lokal.

“Kami memastikan bahan pangan seperti beras, sayur, dan buah berasal dari petani lokal. Hal ini membuat perputaran uang tetap berada di masyarakat dan mendukung keberlanjutan usaha pertanian,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved