Unika Santu Paulus Ruteng
FIKES Unika Ruteng Seminar Nasional, Angkat Topik Kesehatan Generasi Muda
Panitia menggelar kegiatan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan tatap muka di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 pada Senin, 25 Mei 2026.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Seminar-Nasional-FIKES.jpg)
Ringkasan Berita:Panitia menggelar kegiatan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan tatap muka di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 pada Senin, 25 Mei 2026.
Penulis: Selvianus Hadun.
TRIBUNFLORES.COM,RUTENG-Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) Universitas Katolik Indonesia Santu Paulus Ruteng (Unika St. Paulus Ruteng) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional (SemNas) bertajuk “Survive The Scroll: Harmonisasi Teknologi dan Kesehatan Mental Menuju Generasi Muda yang Resilien di Era Hiperkonektivitas”.
Panitia menggelar kegiatan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan tatap muka di Aula Gedung Utama Timur (GUT) Lantai 5 pada Senin, 25 Mei 2026.
Seminar ini menghadirkan tiga akademisi dan pakar kesehatan nasional yang membahas dampak perkembangan teknologi digital terhadap kesehatan mental generasi muda.
Peserta seminar tidak hanya berasal dari wilayah Flores dan Nusa Tenggara Timur, tetapi juga mengikuti kegiatan secara daring dari Lhokseumawe, Makassar, dan berbagai daerah lainnya.
Baca juga: Rektor Unika Ruteng dan Ketua Yayasan Santu Paulus Serahkan Hewan Kurban Bagi Umat Muslim
Dekan FIKes Tekankan Tantangan Kesehatan Mental di Era Digital
Dekan FIKes Unika Ruteng, Pater David Djerubu, membuka seminar sekaligus menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang hadir berbagi ilmu dan pengalaman.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para pemateri yang adalah orang-orang hebat dengan kepakaran masing-masing. Kehadiran mereka menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa dan civitas akademika FIKes untuk belajar mengenai tantangan kesehatan mental di era digital,” ungkapnya.
Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital memberikan manfaat besar bagi kehidupan manusia, namun di sisi lain juga menghadirkan tantangan baru yang perlu direspons secara bijak, khususnya oleh generasi muda dan tenaga kesehatan.
Menurutnya, dunia pendidikan memiliki tanggung jawab membangun kesadaran kritis agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara sehat dan produktif.
Gaming Disorder dan Judi Online
Narasumber pertama, Prof. Dra. R.A. Yayi Suryo Prabandari, membawakan materi bertajuk “Gaming Disorder, Judi Online & Krisis Kesehatan Mental-Kognitif Generasi Digital.”
Dalam paparannya, ia menyoroti meningkatnya fenomena adiksi digital di kalangan generasi muda, mulai dari kecanduan game online, internet addiction, hingga judi dan pinjaman online.
Ia menjelaskan bahwa penggunaan gawai dan internet secara berlebihan berdampak langsung pada kesehatan mental, kualitas tidur, performa akademik, dan relasi sosial generasi muda.
Prof. Yayi juga menekankan pentingnya promosi kesehatan mental melalui pendekatan multi-level, baik di lingkungan individu, keluarga, kampus, komunitas, maupun pemerintah.
“Generasi muda membutuhkan dukungan lingkungan yang sehat agar mampu lebih resilien menghadapi tekanan dunia digital,” jelasnya.
Guru Besar UI Bahas Hoaks Kesehatan dan Cyberbullying
Narasumber kedua, Prof. Dr. Budi Anna Keliat, membawakan materi “Navigasi Cerdas AI untuk Generasi Muda & Hoaks Kesehatan, Cyberbullying, serta Peran Nakes sebagai Digital Health Communicator.”
Ia menjelaskan bahwa era digital membentuk generasi yang sangat terhubung dengan teknologi, tetapi juga rentan mengalami kecemasan, depresi, kesepian, hingga phubbing atau kecenderungan mengabaikan interaksi sosial karena fokus pada gawai.
Menurutnya, tenaga kesehatan memiliki peran strategis sebagai komunikator kesehatan digital yang mampu memberikan edukasi sehat dan melawan penyebaran hoaks kesehatan di ruang digital.
“Tenaga kesehatan perlu hadir sebagai pendamping dan edukator agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara sehat, kritis, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara koneksi digital dan kehadiran nyata dalam kehidupan sosial sehari-hari.
Dosen FIKes Unika Ruteng Bahas Digital Wellbeing di Manggarai
Sementara itu, narasumber ketiga, Dr. Oliva Suyen Ningsih, membawakan materi “Digital Wellbeing di Manggarai: Realitas Lokal & Peran Nakes” dengan subtema “The Impact of Digital Culture on Sleep, Physical Activity, And Nutrition Among Younger Population: An Evidence-Based Perspective.”
Dalam presentasinya, ia menjelaskan bagaimana budaya digital memengaruhi pola tidur, aktivitas fisik, dan nutrisi generasi muda.
Menurutnya, penggunaan teknologi digital secara berlebihan dapat memicu perilaku sedentari, gangguan tidur, obesitas, hingga masalah kesehatan mental.
Ia juga menekankan pentingnya literasi digital kesehatan dan pengelolaan screen time secara bijak.
“Generasi muda perlu membangun kebiasaan hidup sehat dengan membatasi penggunaan layar sebelum tidur, meningkatkan aktivitas fisik, dan menjaga pola makan yang sehat,” jelasnya.
Peserta Antusias Ikuti Diskusi Interaktif
Antusiasme peserta terlihat sepanjang seminar berlangsung, baik peserta yang hadir langsung di Aula GUT Lantai 5 maupun peserta daring dari berbagai daerah seperti NTT, Lhokseumawe, dan Makassar.
Diskusi interaktif antara peserta dan para narasumber menunjukkan tingginya perhatian generasi muda dan tenaga kesehatan terhadap isu kesehatan mental di era digital.
Ketua Panitia Seminar, Ns. Muhamad Isnaini, menyampaikan apresiasi atas partisipasi peserta dan dukungan seluruh narasumber yang telah menyukseskan kegiatan tersebut.
“Kami sangat bersyukur karena seminar ini mendapat antusiasme yang luar biasa, baik dari peserta luring maupun daring dari berbagai daerah. Hal ini menunjukkan bahwa isu kesehatan mental, digital wellbeing, serta penggunaan teknologi secara bijak menjadi perhatian bersama,” ungkapnya.
Ia berharap seminar nasional tersebut tidak berhenti pada ruang diskusi akademik semata, tetapi mampu mendorong lahirnya kesadaran dan tindakan nyata dalam membangun generasi muda yang resilien dan sehat secara mental.
“Kami berharap kegiatan ini mampu mendorong lahirnya kesadaran dan tindakan nyata untuk membangun generasi muda yang resilien, sehat secara mental, dan bijak dalam menggunakan teknologi,” tutupnya.
Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News
Unika Santu Paulus Ruteng
Rektor Unika Santu Paulus Ruteng
Seminar Nasional Unika Ruteng
Fakultas Ilmu Kesehatan Unika Ruteng
Fikes Unika Ruteng
TribunFlores.com
| Rektor Unika Ruteng dan Ketua Yayasan Santu Paulus Serahkan Hewan Kurban Bagi Umat Muslim |
|
|---|
| Shalat Idul Adha di Mapolres Manggarai Timur, Umat Muslim Borong Sembelih 59 Hewan Kurban |
|
|---|
| Ribuan Umat Muslim di Sikka Tunaikan Shalat Idul Adha 1447 Hijriah di Lapangan Kota Baru Maumere |
|
|---|
| Gunung Iya Ende 1 Kali Gempa Vulkanik Dalam 4 Kali Gempa Tektonik Jauh |
|
|---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.