Unika Santu Paulus Ruteng
Mahasiswa Unika Ruteng Soroti Media Sosial: Antara Kemajuan dan Ancaman Karakter
Fenomena yang muncul menunjukkan bahwa tidak sedikit generasi muda yang terpengaruh oleh konten dan tren di media
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Sitilia-Nurhayati-Unika-Ruteng.jpg)
Ringkasan Berita:
- Media sosial bermanfaat, tetapi dapat memengaruhi penurunan karakter jika tidak digunakan dengan bijak.
- Faktor utama adalah kurangnya kontrol diri, pengaruh tren, dan minimnya pengawasan lingkungan.
- Pendidikan nilai dan peran keluarga serta sekolah diperlukan agar media sosial digunakan secara positif.
Oleh: Mahasiswi Unika Santu Paulus Ruteng, Sitilia Nurhayati
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Media sosial merupakan salah satu hasil perkembangan zaman yang tumbuh pesat dan tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat modern, terutama generasi muda. Kehadirannya membawa berbagai manfaat, mulai dari kemudahan berkomunikasi hingga akses informasi yang cepat. Namun di sisi lain, media sosial juga menyimpan tantangan serius terhadap pembentukan karakter penggunanya.
Fenomena yang muncul menunjukkan bahwa tidak sedikit generasi muda yang terpengaruh oleh konten dan tren di media sosial hingga melakukan tindakan demi mendapatkan perhatian atau pujian.
Hal ini berdampak pada menurunnya nilai-nilai karakter seperti sopan santun, empati, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari.
Salah satu gejala yang sering terlihat adalah penggunaan bahasa yang kurang sopan, rendahnya kepedulian terhadap orang lain, serta berkurangnya rasa tanggung jawab.
Baca juga: Unika Santu Paulus Ruteng Rayakan Dies Natalis ke-67, Tekankan Kolaborasi dan Transformasi Karakter
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran bahwa media sosial dapat menjadi salah satu faktor yang memengaruhi degradasi karakter generasi muda jika tidak digunakan secara bijak.
Menurut Sri Wening dalam artikel “Pembentukan Karakter Bangsa Melalui Pendidikan Nilai”, pendidikan nilai memiliki peran penting dalam membentuk karakter individu melalui penanaman nilai moral dalam kehidupan sehari-hari.
Pandangan ini sejalan dengan pentingnya pembiasaan nilai-nilai positif sejak dini agar generasi muda mampu bersikap bijak dalam menghadapi perkembangan teknologi.
Pendidikan Adalah Fondasi Penting
Penulis sependapat bahwa karakter yang baik tidak terbentuk secara instan, melainkan melalui proses panjang yang melibatkan pendidikan, pembiasaan, dan lingkungan.
Oleh karena itu, di tengah derasnya arus media sosial, pendidikan nilai tetap menjadi fondasi penting dalam menjaga kualitas karakter generasi muda.
Salah satu penyebab menurunnya karakter di era digital adalah kurangnya pengendalian diri dalam penggunaan media sosial serta lemahnya pemahaman terhadap nilai moral.
Banyak remaja mudah terpengaruh oleh tren tanpa mempertimbangkan dampaknya. Selain itu, minimnya pengawasan dari keluarga dan lingkungan juga turut memperburuk keadaan.
Unika Santu Paulus Ruteng
Akses Media Sosial
Pegiat Media Sosial
Cerdas Bermedia Sosial
TribunFlores.com
| Unika Santu Paulus Ruteng Rayakan Dies Natalis ke-67, Tekankan Kolaborasi dan Transformasi Karakter |
|
|---|
| Rektor Unika Santu Paulus Ruteng Manggarai NTT Tutup Turnamen Dies Natalis ke-67 |
|
|---|
| Unika Santu Paulus Ruteng dan DPMPTSP Matim Jalin Kerja Sama Penyusunan Peta Jalan Investasi |
|
|---|
| UKM Literasi Unika Santu Paulus Ruteng Seminar Ilmiah Peran Bahasa dan Sastra |
|
|---|
| Unika Santu Paulus Ruteng Miliki Dua Guru Besar Baru, Ini Harapan Ketua Yayasan |
|
|---|