Jumat, 8 Mei 2026

LPK Musubu Bali

LPK Musubu Lepas 13 Tenaga Kesehatan Asal NTT untuk Kursus di Bali dan Bekerja di Jepang

Dalam sambutannya, Deputi Finance LPK Musubu, Yofani Francis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada

Tayang:
Penulis: Nofri Fuka | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto LPK Musubu Lepas 13 Tenaga Kesehatan Asal NTT untuk Kursus di Bali dan Bekerja di Jepang
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/RANDI LIU
Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu secara resmi melepas 13 tenaga kesehatan (nakes) lulusan STIKES Santa Elisabeth Keuskupan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengikuti program penguatan kompetensi melalui kursus di Bali sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang. Acara pelepasan tersebut berlangsung di Aula STIKES Santa Elisabeth Keuskupan Maumere pada Jumat, 24 Januari 2026. 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Musubu secara resmi melepas 13 tenaga kesehatan (nakes) lulusan STIKES Santa Elisabeth Keuskupan Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk mengikuti program penguatan kompetensi melalui kursus di Bali sebelum diberangkatkan bekerja ke Jepang.

Acara pelepasan tersebut berlangsung di Aula STIKES Santa Elisabeth Keuskupan Maumere pada Jumat, 24 Januari 2026. 

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka, Deputi Finance LPK Musubu Yofani Francis, para tenaga kesehatan serta orang tua dan keluarga.

Dalam sambutannya, Deputi Finance LPK Musubu, Yofani Francis, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Gubernur NTT atas berbagai kemudahan yang diberikan kepada calon tenaga kerja binaan LPK Musubu yang akan bekerja di Jepang.

 

Baca juga: Pemprov NTT Dukung Pembiayaan PMI, Bank NTT dan LPK Musubu Teken Kerja Sama KUR

 

 

“Bapak Gubernur memberikan dua kemudahan besar. Pertama, kemudahan dalam pengurusan paspor sebelum adik-adik berangkat ke Bali, sehingga mereka sudah membawa paspor dari Maumere dan saat penguatan kompetensi di Bali tidak lagi menggunakan KTP, tetapi paspor. Kedua, persoalan utang mahasiswa akan dibayarkan melalui satu skema, yakni KUR Ketenagakerjaan dari Bank NTT dengan bunga yang sangat kecil,” ujar Yofani.

Ia juga berpesan agar ke-13 tenaga kesehatan tersebut menjaga kepercayaan yang telah diberikan, mengikuti kursus dengan sungguh-sungguh, serta tekun dalam meningkatkan kompetensi agar dapat diberangkatkan ke Jepang dan membanggakan orang tua serta daerah asal.

“Kalian berangkat bukan hanya sebagai warga NTT tetapi juga sebagai umat Keuskupan Maumere,” tegasnya.

Menurut Yofani, penguatan kompetensi yang diberikan bertujuan agar tenaga kesehatan asal NTT memiliki kemampuan yang setara dan mampu bersaing dengan tenaga kerja dari daerah lain maupun luar negeri.

“Ini membuktikan bahwa orang NTT juga bisa bersaing dengan orang lain di luar sana,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan orang tua dari 13 tenaga kesehatan, Matilde Kurnijati, menyampaikan rasa terima kasih kepada LPK Musubu yang telah memfasilitasi anak-anak mereka untuk mengikuti kursus di Bali hingga mendapatkan kesempatan bekerja di Jepang.

Ia juga mengapresiasi dukungan Dinas Nakertrans Kabupaten Sikka serta Pemerintah Provinsi NTT yang turut membantu anak-anak tersebut dalam mengejar impian bekerja di luar negeri.

“Kami berharap anak-anak kami dapat mengikuti kursus dengan tekun agar nantinya dapat bekerja di Jepang dengan lancar,” ujarnya.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved