Jumat, 15 Mei 2026

Universitas Nusa Nipa

Unipa Perkuat Kurikulum OBE, Prof Prihandoko: Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela workshop kurikulum dengan pendekatan OBE yang digelar di Universitas

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Unipa Perkuat Kurikulum OBE, Prof Prihandoko: Berorientasi pada Kebutuhan Dunia Kerja
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/KRISTIN ADAL
WORKSHOP - Prof. Dr. Prihandoko, S.Kom., M.I.T., Ph.D., dosen Universitas Gunadarma, saat menjadi narasumber Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) di Universitas Nusa Nipa, Maumere, Kamis (19/2/2026). 

Laporan Reporter TribunFlores.Com, Cristin Adal 

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE – Perguruan tinggi di Indonesia didorong memperkuat penerapan Kurikulum Outcome Based Education (OBE) guna menjawab tantangan kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja.

Dosen Universitas Gunadarma, Prof. Dr. Prihandoko, S.Kom., M.I.T., Ph.D., menegaskan bahwa pendekatan OBE kini menjadi kewajiban bagi seluruh program studi di Indonesia.

Hal tersebut disampaikannya di sela-sela workshop kurikulum dengan pendekatan OBE yang digelar di Universitas Nusa Nipa, Kamis(19/2/2026), bertempat di Auditorium Nusa Nipa, Maumere, Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT).

“Saya sudah berada di sini untuk bersama-sama dengan teman-teman di Universitas Nusa Nipa belajar mengenai Curriculum Outcome Based Education atau dikenal dengan Kurikulum OBE,” ujar Prof Prihandoko.

 

Baca juga: Lestarikan Bahasa Sikka, Pusat Bahasa UNIPA Gelar Lomba Nau Noan dan Terbitkan Buku Ber-ISBN

 

 

Menurut dia, kurikulum berbasis luaran menjadi penting karena berorientasi pada kebutuhan nyata dunia kerja dan industri.

“Kurikulum ini saat ini menjadi kewajiban bagi seluruh program studi di Indonesia untuk diterapkan. Mengapa penting? Karena berbasis pada outcome atau luaran. Outcome adalah kebutuhan yang diperlukan di dunia kerja dan dunia industri,” katanya.

Ia menilai, selama ini masih sering muncul keluhan mengenai ketidaksesuaian kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri.

“Selama ini sering muncul keluhan bahwa lulusan perguruan tinggi tidak relevan atau tidak selaras dengan kebutuhan dunia kerja dan industri. Nah, jawaban atas persoalan tersebut adalah Kurikulum OBE,” ujarnya.

Dengan pendekatan OBE, perguruan tinggi didorong menyusun kurikulum berdasarkan capaian akhir yang harus dimiliki mahasiswa.

“Dengan Kurikulum OBE, kita mendekatkan antara apa yang dihasilkan oleh perguruan tinggi dengan apa yang dibutuhkan oleh dunia kerja dan industri,” katanya.

Prihandoko juga mengapresiasi antusiasme civitas akademika di Maumere dalam meningkatkan mutu pembelajaran.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved