KSP CU Bahtera Sejahtera Maumere
CU Bahtera Sejahtera Hadirkan Inspirasi Lewat Irene Sidok dan Filosofinya yang Mengubah Hidup
Ibu Irene, sapaan akrabnya, mengaku tertarik bergabung dengan CU Bahtera Sejahtera karena filosofi tersebut. "Itu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Irene-Sidik-Bahtera.jpg)
Ringkasan Berita:
- GOA GUD KO NAHA GITA WO” mengajarkan menabung untuk kesejahteraan jangka panjang.
- Menabung dulu sebelum meminjam membantu Irene membangun rumah, usaha, dan aset lainnya.
- Keberhasilan finansial bergantung pada disiplin menabung dan pemahaman keuangan, bukan sekadar pinjaman.
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Di tengah hiruk pikuk tuntutan ekonomi modern, sebuah filosofi kuno yang dihidupkan kembali oleh KSP CU Bahtera Sejahtera telah mengubah hidup banyak anggotanya, termasuk Irene Sidok , seorang guru yang berkesempatan membagikan kisah inspiratifnya.
Dengan prinsip "GOA GUD KO NAHA GITA WO" yang berarti "bahan makanan yang ada tidak boleh dihabiskan sebelum panen berikutnya", CU Bahtera Sejahtera mengajarkan kepada Irene disiplin menabung yang berujung pada kesejahteraan jangka panjang.
Ibu Irene, sapaan akrabnya, mengaku tertarik bergabung dengan CU Bahtera Sejahtera karena filosofi tersebut.
"Itu artinya ada semacam edukasi bahwa kita kalau mendapatkan uang atau apa itu tidak boleh dihabiskan, harus ada menabungnya," jelasnya, Kamis 26 Maret 2026.
Baca juga: Aset KSP CU Bahtera Sejahtera Tumbuh Rp 84,8 Miliar, SHU Naik Rp 1,5 M Tahun 2025
Filosofi ini tidak hanya menariknya untuk bergabung, tetapi juga mendorongnya untuk merencanakan keuangan masa depan dengan matang termasuk impian pensiun sejahtera dengan bunga tabungan yang bisa diambil setiap bulan.
Salah satu hal yang paling berkesan bagi Irene adalah sistem kapitalisasi di CU Bahtera Sejahtera. "Kita datang dengan tidak punya uang, tidak punya modal," katanya.
Namun, melalui edukasi sederhana, ia memahami bahwa dengan meminjam Rp 2 juta, uang itu menjadi miliknya dan ia harus rajin menabung untuk memenuhi kapitalisasi tersebut.
"Edukasi yang berbeda dari koperasi lain adalah kita harus menabung dulu baru bisa meminjam," terang Irene. Filosofi ini menanamkan kesadaran pentingnya disiplin keuangan, jauh dari iming-iming pinjaman besar yang sering ditawarkan tanpa pondasi tabungan yang kuat.
Repelita Mengubah Hidup
Dengan berbekal filosofi menabung dan sistem yang mendukung, Irene dan suaminya memulai rencana pembangunan lima tahunan (Repelita) mereka.
"Lima tahun pertama, kami pinjam di CU modal awal untuk membangun rumah," kenangnya. Setelah rumah berdiri, Repelita kedua difokuskan pada perluasan tempat usaha mereka, sebuah bengkel kios. Dan Repelita ketiga, mereka berhasil membeli kendaraan.
"Dampaknya sangat luar biasa karena kita memiliki asetnya lebih dulu," ujar Irene penuh syukur.
Ia menyadari, tanpa CU Bahtera Sejahtera, sulit baginya untuk memiliki aset-aset tersebut hanya dari gaji bulanan atau penghasilan harian.
| Aset KSP CU Bahtera Sejahtera Tumbuh Rp 84,8 Miliar, SHU Naik Rp 1,5 M Tahun 2025 |
|
|---|
| Valerianus Samador Soroti Kredit Konsumtif, Minta CU Bahtera Sejahtera Perkuat Pemberdayaan Anggota |
|
|---|
| RAT KSP Bahtera Sejahtera XIX: Tingkatkan Ekonomi Anggota Lewat Pendidikan dan Teknologi |
|
|---|
| Tumbuh 14 Persen, KSP CU Bahtera Sejahtera Fokus Digitalisasi dan Perkuat Komunitas |
|
|---|
| Kisah Sukses Magdalena, Pengusaha Pangkas Rambut Binaan CU Bahtera Sejahtera Maumere |
|
|---|