Kebakaran di Sikka
Kebakaran Rumah di Teka Iku, Sikka Diduga Lupa Matikan Api Tungku
Peristiwa nahas tersebut terjadi di rumah milik korban yang berdinding bambu (halar) dengan ukuran sekitar 4 x 6 meter.
Penulis: Albert Aquinaldo | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/TKP-KEBARAN-TKP-kebakaran-yang-melanda-sebuah-rumah-di-RT-013RW-003-Dusun-Sari.jpg)
Ringkasan Berita:
- Diduga kebakaran berasal dari sisa api tungku yang belum padam
- Korban lansia dengan kondisi stroke tidak sempat menyelamatkan diri
- Rumah berbahan bambu membuat api cepat membesar dan sulit dipadamkan.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Albert Aquinaldo
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Seorang lansia bernama Theresia Sate (95) meninggal dunia secara tragis dalam peristiwa kebakaran yang melanda sebuah rumah di RT 013/RW 003, Dusun Sari (Wolomude), Desa Teka Iku, Kecamatan Kangae, Kabupaten Sikka, Kamis (23/4/2026) sekitar pukul 22.00 WITA.
Peristiwa nahas tersebut terjadi di rumah milik korban yang berdinding bambu (halar) dengan ukuran sekitar 4 x 6 meter.
Dugaan sementara penyebab kebakaran terjadi akibat bekas api di tungku dapur yang di bakar menggunakan pelepa kering daun kelapa.
Berdasarkan keterangan Kapolsek Kewapante, Iptu Chairil Syafar, melalui Bhabinkamtibmas Desa Langir, Bripka Yohanes Rinaldo Luga yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) awal dan mengumpulkan keterangan saksi pada Jumat (24/4/2026) pagi, korban diketahui telah lama menderita stroke.
Baca juga: Polisi Ungkap Kronologi Lansia di Sikka Tewas Terjebak Api, Sempat Makan Bersama Keluarga
Makan Malam Bersama
Menurut keterangan keponakan korban, Etropia Yonas (67) sebelum kejadian, aktivitas berlangsung seperti biasa.
Korban sempat makan malam bersama keponakan Etropia Yonas dan suami Etropia.
Setelah itu, korban langsung masuk ke kamar untuk beristirahat, sementara Etropia bersama suaminya pergi ke rumah baru mereka yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah korban.
Saat hendak tidur, Etropia tiba-tiba mendengar teriakan dari warga lain yang rumahnya berada di seberang jalan.
Mendengar teriakan “tolong, ada kebakaran,” Ia bersama warga lainnya segera berlari menuju rumah korban.
Namun, setibanya di lokasi, api sudah membesar dan melalap hampir seluruh bagian rumah.
Warga berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sekaligus berusaha menyelamatkan korban yang berada di dalam rumah.
Sayangnya, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Baca juga: BREAKING NEWS: Kebakaran di Desa Teka Iku, Sikka, Lansia Sakit Meninggal
Korban ditemukan telah meninggal dunia dalam kondisi hangus terbakar di dalam rumah.
Warga kemudian terus berusaha memadamkan api secara manual hingga akhirnya kobaran api berhasil dikendalikan dan dipadamkan secara perlahan.
Setelah kejadian, warga segera menghubungi SPKT Polsek Kewapante untuk melaporkan peristiwa tersebut.
Aparat kepolisian pun langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal dan penyelidikan lebih lanjut.
Diduga kuat, kondisi korban yang mengalami stroke menjadi salah satu faktor yang membuatnya tidak dapat menyelamatkan diri saat kebakaran terjadi.
Selain itu, material rumah yang terbuat dari bambu juga menyebabkan api cepat membesar dan sulit dikendalikan. (Bet)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.