Sabtu, 2 Mei 2026

Banjir di Sikka

Banjir Rendam Persawahan di Magepanda Sikka, Petani Panik Selamatkan Hasil Panen

Akibatnya, padi yang sudah dipanen tidak semuanya dapat diselamatkan. Sebagian berhasil diamankan dengan cara

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Nofri Fuka
zoom-inlihat foto Banjir Rendam Persawahan di Magepanda Sikka, Petani Panik Selamatkan Hasil Panen
Tribunnews.com/TRIBUNFLORES.COM/HO - WARGA MAGEPANDA SIKKA
HASIL PANEN - Hasil panen petani di Desa Done, Kecamatan Magepanda, Sikka yang terendam air saat panen tiba-tiba turun hujan deras, Senin, 27 April 2026 sore. 
Ringkasan Berita:
  • Hujan deras pada 27 April 2026 menyebabkan kali di Desa Done, Magepanda, meluap dan membanjiri area persawahan saat petani sedang panen.
  • Sebagian padi yang sudah dipanen berhasil diselamatkan dengan terpal, tetapi sebagian lainnya hanyut terbawa banjir karena disimpan di pinggir kali.
  • Pemerintah setempat masih mendata kerugian, sementara petani tetap melanjutkan panen karena padi sudah matang.
 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu

TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Hujan deras yang melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (27/4/2026) sore, merendam lahan pertanian di Desa Done, Kecamatan Magepanda.

Luapan air sungai yang datang tiba-tiba membuat para petani yang sedang memanen padi panik. Debit air yang meningkat cepat menyebabkan banjir masuk ke area persawahan dan menghanyutkan sebagian hasil panen.

Camat Magepanda, Tance da Lopes, menjelaskan bahwa sebagian padi yang sudah dipotong tidak sempat diselamatkan karena diletakkan di pinggir kali.

"Kejadiannya kemarin sore. Petani sedang panen, sebagian padi sudah dipotong dan disimpan di pinggir kali. Tiba-tiba air meluap masuk ke sawah," ujar Tance saat dihubungi, Selasa (28/4/2026) siang.

 

Baca juga: Kasus Pipanisasi Rp 6,75 Miliar, Kejari Sikka Periksa Pihak Perumda Wairpuan dan Pemenang Pengadaan

 

Tance menambahkan, meski sebagian padi hanyut, ada juga yang berhasil diamankan petani dengan cara ditutup terpal. Saat ini, pihak kecamatan masih mendata total kerugian yang dialami warga.

"Kami masih melakukan pendataan di Desa Done untuk mengetahui besarnya kerugian petani," katanya.

Petani panik

Berdasarkan rekaman video dari warga, para petani tampak bergegas menutup tumpukan padi menggunakan terpal saat air mulai menggenangi sawah. Namun, derasnya luapan air membuat sebagian hasil panen tetap terendam.

Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya turap atau dinding penahan tanah di sepanjang aliran sungai tersebut.

Meski dihantui banjir susulan, para petani setempat memilih tetap melanjutkan panen. Hal ini dilakukan karena kondisi padi sudah matang dan harus segera dipetik agar tidak busuk. (Ris)

Berita TRIBUNFLORESS.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved