Banjir di Sikka
Banjir Rendam Persawahan di Magepanda Sikka, Petani Panik Selamatkan Hasil Panen
Akibatnya, padi yang sudah dipanen tidak semuanya dapat diselamatkan. Sebagian berhasil diamankan dengan cara
Penulis: Hilarius Ninu | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Hasil-panen-petani-di-Desa-Done-Kecamatan-Magepanda.jpg)
Ringkasan Berita:
- Hujan deras pada 27 April 2026 menyebabkan kali di Desa Done, Magepanda, meluap dan membanjiri area persawahan saat petani sedang panen.
- Sebagian padi yang sudah dipanen berhasil diselamatkan dengan terpal, tetapi sebagian lainnya hanyut terbawa banjir karena disimpan di pinggir kali.
- Pemerintah setempat masih mendata kerugian, sementara petani tetap melanjutkan panen karena padi sudah matang.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Aris Ninu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Hujan deras yang melanda Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin (27/4/2026) sore, merendam lahan pertanian di Desa Done, Kecamatan Magepanda.
Luapan air sungai yang datang tiba-tiba membuat para petani yang sedang memanen padi panik. Debit air yang meningkat cepat menyebabkan banjir masuk ke area persawahan dan menghanyutkan sebagian hasil panen.
Camat Magepanda, Tance da Lopes, menjelaskan bahwa sebagian padi yang sudah dipotong tidak sempat diselamatkan karena diletakkan di pinggir kali.
"Kejadiannya kemarin sore. Petani sedang panen, sebagian padi sudah dipotong dan disimpan di pinggir kali. Tiba-tiba air meluap masuk ke sawah," ujar Tance saat dihubungi, Selasa (28/4/2026) siang.
Baca juga: Kasus Pipanisasi Rp 6,75 Miliar, Kejari Sikka Periksa Pihak Perumda Wairpuan dan Pemenang Pengadaan
Tance menambahkan, meski sebagian padi hanyut, ada juga yang berhasil diamankan petani dengan cara ditutup terpal. Saat ini, pihak kecamatan masih mendata total kerugian yang dialami warga.
"Kami masih melakukan pendataan di Desa Done untuk mengetahui besarnya kerugian petani," katanya.
Petani panik
Berdasarkan rekaman video dari warga, para petani tampak bergegas menutup tumpukan padi menggunakan terpal saat air mulai menggenangi sawah. Namun, derasnya luapan air membuat sebagian hasil panen tetap terendam.
Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya turap atau dinding penahan tanah di sepanjang aliran sungai tersebut.
Meski dihantui banjir susulan, para petani setempat memilih tetap melanjutkan panen. Hal ini dilakukan karena kondisi padi sudah matang dan harus segera dipetik agar tidak busuk. (Ris)
Berita TRIBUNFLORESS.COM Lainnya di Google News
| Satgas TMMD Ke-127: Kodim 1603/Sikka Tanam Padi di Magepanda, Perkuat Ketahanan Pangan Nasional |
|
|---|
| Warga Magepanda Sikka Meninggal Tersengat Listrik Sempat Teriak: Bapa Habis Sudah Saya, Saya Mati |
|
|---|
| Nanga Bega, Surga Tersembunyi di Magepanda Kabupaten Sikka |
|
|---|
| TK Sang Timur Magepanda Lepas 33 Siswa-siswi TK B Angkatan XXX, Lanjut Pendidikan SD |
|
|---|
| Banjir Terjang Magepanda Sikka, 5 Desa Terendam, 3 Ekor Sapi Hanyut |
|
|---|