Universita Nusa Nipa
Displin dan Mental 'Push Yourself' Bawa Fransiska Orien Hieng Jadi Lulusan Terbaik Unipa Maumere
Di balik kesuksesan akademiknya, tersimpan cerita kedisiplinan sejak dini, keaktifan berorganisasi, hingga kecintaannya pada budaya populer Korea.
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/fransiska-orien-hieng-unipa-mof.jpg)
Ringkasan Berita:
- Prestasi gemilang ditorehkan oleh Fransiska Orien Hieng dalam Wisuda Sarjana ke-27 Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.
- Gadis yang akrab disapa Ien ini dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,98.
- Namun, bagi Ien, angka di atas kertas bukanlah segalanya. Di balik kesuksesan akademiknya, tersimpan cerita tentang kedisiplinan sejak dini, keaktifan berorganisasi, hingga kecintaannya pada budaya populer Korea (K-Pop).
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Prestasi gemilang ditorehkan oleh Fransiska Orien Hieng dalam Wisuda Sarjana ke-27 Universitas Nusa Nipa (Unipa) Maumere.
Gadis yang akrab disapa Ien ini dinobatkan sebagai lulusan terbaik dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) nyaris sempurna, yakni 3,98.
Namun, bagi Ien, angka di atas kertas bukanlah segalanya. Di balik kesuksesan akademiknya, tersimpan cerita tentang kedisiplinan sejak dini, keaktifan berorganisasi, hingga kecintaannya pada budaya populer Korea (K-Pop).
Baca juga: BREAKING NEWS: Unipa Maumere Wisuda 435 Lulusan, Rektor Bangga Lulusan Terserap di Dunia Kerja
"Pressure" dan Jejak Sang Kakak
Menjadi yang terbaik ternyata bukan tanpa beban. Ien mengaku sempat merasakan tekanan (pressure) lantaran sang kakak, Patricia Soge, juga menyandang gelar lulusan terbaik di kampus yang sama pada tahun 2024.
"Ada sedikit tekanan karena kakak saya sebelumnya sudah pernah jadi lulusan terbaik. Giliran saya bagaimana ini? Tapi hal itu tidak membebani secara menyeluruh karena saya benar-benar menikmati proses belajar," ujar Ien dalam program Flores Bicara, Selasa (12/5/2026).
Putri dari pasangan Demianus Degu dan Ria Sperata ini menceritakan bahwa kecintaannya pada bahasa Inggris berawal dari "paksaan" manis sang ibu. Sejak kelas 2 SD, ia dan kakaknya sudah diwajibkan mengikuti les privat.
"Dulu mama sampai jaga di depan pintu supaya kami tidak lari keluar saat belajar dengan suster atau guru privat. Sekarang, kami hanya menikmati hasilnya," kenangnya sambil tertawa.
Baca juga: Sentil Angka Pengangguran, Wagub NTT Minta Lulusan Unipa Perkuat "Soft Skill", IPK Bukan Jaminan
Melampaui Ruang Kuliah
Di kampus, Ien dikenal sebagai mahasiswa yang "haus" pengalaman. Ia tercatat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Bahasa Inggris dan peraih gelar Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Unipa 2025.
Ia juga aktif menulis puisi dan mengirimkan karya ke jurnal ilmiah terindeks. Baginya, organisasi adalah laboratorium untuk mengasah kepercayaan diri.
"Dosen saya selalu bilang, 'Push yourself'. Itu menjadi slogan kami. Di kelas, kami dituntut presentasi tanpa membaca teks. Hal-hal kecil itulah yang membangun mental saya hingga berani menjadi MC di berbagai acara," kata Ien.
Tak hanya di kampus, Ien juga membawa ilmunya ke lingkungan rumah di Nele, Maumere. Ia mengajar bahasa Inggris secara gratis bagi anak-anak di kelompok doa serta membuka kelas privat untuk mengasah kemampuannya mengajar.
Sisi Lain: Seorang "K-Popers" Sejati
Meski terlihat sangat serius dan kompetitif secara akademik, Ien tetaplah anak muda yang butuh hiburan. Untuk menjaga keseimbangan mental agar tidak stres dengan tugas perkuliahan, ia kerap menghabiskan waktu luang sebagai penggemar K-Pop.
"Mungkin tidak banyak orang tahu karena yang kami posting di media sosial biasanya kegiatan kampus. Tapi aslinya, saya dan kakak itu K-Popers sejati. Itu cara kami menyenangkan diri sendiri agar tidak lesu," ungkapnya.
Pesan untuk Mahasiswa di Daerah
Ien berhasil mematahkan stigma bahwa mahasiswa yang berkuliah di daerah tertinggal jauh dari mereka yang berada di kota besar. Melalui program pertukaran mahasiswa ke Malaysia yang pernah diikutinya, ia menyadari bahwa kualitas diri ditentukan oleh kemauan, bukan lokasi kampus.
"Kampus daerah juga bisa melahirkan generasi unggul. Jangan takut mencoba hal-hal baru, sekecil apa pun itu, untuk menjadi versi terbaik dari diri sendiri," tutup Ien.
Kini, setelah menyandang gelar sarjana, Ien tengah mempersiapkan diri untuk memburu beasiswa demi melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News