Banjir di Nagekeo
Banjir di Nangaroro Nagekeo, Dapur Rumah Milik Aurelius Hanyut
Kali Kodidewa di Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meluap dan menyapu dapur rumah milik warga.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/NYARIS-AMBRUK-Rumah-milik-Aurelius-Tedi-Sina-yang-tergantung-akibat-banjir-Kali.jpg)
Ringkasan Berita:
- Banjir Kali Kodidewa akibat hujan deras menyapu dapur dan WC rumah Aurelius Tedi Sina (42) di Kelurahan Nangaroro, Nagekeo, Jumat (6/2/2026).
- Kerugian material cukup besar, satu dapur permanen dan sejumlah perabot hanyut, sementara bangunan rumah kini menggantung sekitar 4 meter akibat longsor.
- Korban mengungsi, polisi melakukan pemantauan lokasi, memberi imbauan keselamatan, dan berkoordinasi dengan PLN untuk memutus aliran listrik sementara.
TRIBUNFLORES.COM, NANGARORO - Kali Kodidewa di Kelurahan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, meluap dan menyapu dapur rumah milik Aurelius Tedi Sina (42) Jumat, (6/2/2026).
Kapolsek Nangaroro, Iptu Juliardi Sinambela, membenarkan kejadian itu.
"Hari Jumat curah hujan sangat deras. Ada dapur warga yang terbawa arus kali. Pemiliknya bapak Aurelius Tedi Sina,"tulis Iptu Juliardi kepada TRIBUNFLORES.COM Sabtu (7/2/2026).
Ia juga menyebutkan kini bangunan rumah milik Aurelius telah tergantung kurang lebih 4 meter dari panjang bangunan 4 meter, akibat tanah yang tergerus arus kali.
Baca juga: Jembatan Laboraga Putus, Warga Bela Pikul Peti Jenazah Menuju Malamako di Nagekeo NTT
Dapur Hanyut
Jarak rumah dengan bibir kali sebelum terjadi banjir kurang lebih 25 meter.
Ia menyebutkan kerugian yang ditimbulkan yaitu 1 unit bangunan dapur permanen ukuran 4 x 6 m⊃2; (terbawa banjir), 1 unit Wc kamar mandi permanen ukuran 3 x 5 m⊃2; (terbawa banjir), 1 buah meja makan (terbawa banjir), 1 buah lemari pakaian (terbawa banjir), 3 buah balon lampu terbawa banjir), 1 roll selang air (terbawa banjir), 2 buah periuk (terbawa banjir), 2 buah kuali (terbawa banjir).
"Terjadi longsoran yang mengakibatkan setengah badan jalan menuju kampung Kodidewa hilang terbawa banjir,"ujarnya.
Ia menyebutkan Aurelius bersama keluarga sementara mengungsi di rumah orang tua kandung di Kampung Madanio, Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro.
Polsek melakukan monitoring perkembangan situasi dan memberikan imbauan keamanan bagi warga yang menghuni di sekitar kali tersebut.
"Kali biasa, tapi karena curah hujan yang cukup deras akan menyebabkan banjir,"ujarnya.
Ia mengaku berkoordinasi dengan pihak PLN agar untuk sementara aliran listrik ke rumah tersebut diputuskan guna antisipasi apabila rumah tersebut rubuh.
Ia menjelaskan musim hujan terdapat banyak genangan air dan tanah yang basah yang berpotensi mengakibatkan korban jiwa dan mengecek tiang-tiang listrik yang berada pada titik-titik yang berpotensi terjadi longsoran di seluruh wilayah Kecamatan Nangaroro.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News