Berita Ngada
Distribusi 230 Unit IFP untuk Sekolah di Ngada, Disdik Ingatkan Pentingnya Update Dapodik
Penanggung jawab distribusi Interaktif Fleed Panel (IFP) untuk wilayah Ngada, Dominikus Dhima, mengatakan sebanyak 230 unit IFP telah didistribusikan
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Dion-Dhima.jpg)
Ringkasan Berita:
- Distribusi IFP di Ngada: Sebanyak 230 unit Interactive Fleed Panel (IFP) telah disalurkan ke 230 sekolah di Kabupaten Ngada, mulai dari TK/Kober hingga SMA.
- Program Nasional: Bantuan ini merupakan bagian dari Program Percepatan Pembelajaran Digital Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sesuai Perpres Nomor 7 Tahun 2025.
- Jumlah Usulan: Awalnya diusulkan sekitar 400 unit, namun yang terverifikasi dan diterima baru 230 unit. Sisanya masih dalam proses.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM,Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Penanggung jawab distribusi Interaktif Fleed Panel (IFP) untuk wilayah Ngada, Dominikus Dhima, mengatakan sebanyak 230 unit IFP telah didistribusikan ke 230 sekolah di Kabupaten Ngada. Hal itu disampaikannya saat ditemui di Bajawa, Kamis (27/11/2025).
Dominikus menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari Program Percepatan Pembelajaran Digital Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, sebagai implementasi dari Perpres Nomor 7 Tahun 2025.
“Di Ngada ada 230 unit yang tersebar di 230 sekolah mulai dari TK atau Kober, SD, SMP hingga SMA. Awalnya semua sekolah diusulkan sekitar 400-an unit, tetapi yang terverifikasi dan menerima bantuan baru 230 unit. Sisanya masih dalam proses,” jelasnya.
Baca juga: Pratu Yulianus Rivaldy Ola Baga Sebut Prada Lucky Berteriak “Ampun Danki” saat Disiram Air
Ia menyebutkan, skema bantuan ini menggunakan prinsip satu unit untuk satu sekolah. Namun banyak sekolah berharap ke depan setiap ruang kelas dapat memperoleh perangkat serupa agar proses pembelajaran semakin efektif.
Menurut Dominikus, perangkat IFP berukuran 75 inci tersebut berfungsi sebagai media pembelajaran digital yang dapat digunakan sebagai papan tulis interaktif, fasilitas konferensi video seperti Zoom, serta mengoperasikan aplikasi Google, Microsoft Word, dan Office lainnya.
“Perangkat ini bisa digunakan secara online maupun offline sehingga sangat membantu sekolah dalam menerapkan pembelajaran digital,” katanya.
Dominikus menegaskan bahwa penyaluran bantuan ini merujuk pada data Dapodik sekolah. Karena itu, ia mengimbau agar sekolah secara berkala mengupdate data Dapodik untuk memastikan kelayakan dan pemerataan bantuan pada tahap berikutnya. (Cha)
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News