Kebakaran di Bajawa
Kebakaran di Bajawa, Ruang Kelas dan Perpustakaan Ludes, Siswa Tunda Ujian
Kebakaran di Kelurahan Kisanata, Bajawa, menghanguskan dua rumah warga serta ruang kelas dan perpustakaan MIS Al-Quraba.
Penulis: Charles Abar | Editor: Gordy Donovan
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/KEBAKARAN-Kebakaran-lahap-dua-unit-rumah-perpustakaan-dan-ruang-kelas-sekolah-hingga-kantor.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kebakaran di Kelurahan Kisanata, Bajawa, menghanguskan dua rumah warga serta ruang kelas dan perpustakaan MIS Al-Quraba.
- Kegiatan belajar mengajar dihentikan sementara, termasuk penundaan ujian siswa untuk menghindari dampak psikologis.
- Penyebab kebakaran masih diselidiki, sementara Pemkab Ngada dan pemadam kebakaran melakukan penanganan serta pendataan kerugian.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA - Kebakaran hebat terjadi di Kelurahan Kisanata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (4/6/2026) dini hari sekitar pukul 03.05 WITA.
Dalam peristiwa itu unit rumah warga dan kantor DPD Golkar Ngada ludes.
Selain itu, satu ruang kelas dan perpustakaan milik MIS Al-Quraba Bajawa ikut terbakar.
Akibat peristiwa tersebut, kegiatan belajar mengajar di sekolah terpaksa dihentikan sementara.
Baca juga: BREAKING NEWS:Kebakaran di Bajawa, 2 Rumah, Perpustakaan hingga Kantor Golkar Ngada Ludes
Tunda Ujian
Para siswa yang semula dijadwalkan mengikuti ujian pada hari ini harus menunda pelaksanaannya hingga pihak sekolah mendapatkan lokasi alternatif.
Langkah ini diambil untuk menghindari dampak trauma psikologis yang mungkin dialami para siswa pascakebakaran.
Kepala MIS Al-Quraba Bajawa, Muchammad Wahyu Apdina, menjelaskan bahwa bangunan yang terbakar merupakan ruang kelas dan perpustakaan yang terbuat dari material kayu dan digunakan sebagai sarana utama kegiatan belajar mengajar.
“Yang terbakar satu ruang kelas dan perpustakaan yang menyimpan buku-buku serta berbagai dokumen penting sekolah. Selain itu, mushola sekolah juga turut terbakar,” ujarnya.
Menurut Wahyu, kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah fasilitas pendidikan serta dokumen sekolah mengalami kerusakan berat sehingga membutuhkan penanganan segera.
Sebelumnya diberitakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 03.05 WITA. Api diduga pertama kali muncul dari area dapur salah satu rumah warga sebelum merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
Petugas Pemadam Kebakaran Kabupaten Ngada tiba di lokasi sekitar 30 menit setelah kejadian dan langsung melakukan penyemprotan dari sisi kanan dan kiri bangunan untuk mencegah api meluas ke permukiman warga lainnya.
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Aparat kepolisian telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) guna mengungkap sumber api.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ngada juga telah turun ke lokasi untuk berkoordinasi dengan pihak sekolah terkait kelanjutan proses belajar mengajar serta mendata kerugian yang dialami para korban kebakaran.
Kebakaran Hebat