Senin, 27 April 2026

Berita Ngada

Sukses Kelola Dana Tekad, Pemerintah Desa Lengkosambi Utara Ngada Dapat Bantuan RITD

Pemerintah Desa Lengkosambi Utara, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT,  memperoleh bantuan program Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD)

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Charles Abar | Editor: Ricko Wawo
zoom-inlihat foto Sukses Kelola Dana Tekad, Pemerintah Desa Lengkosambi Utara Ngada Dapat Bantuan RITD
Tribunnews.com/Charles Abar
Kepala Desa Lengkosambi Utara Hans T, saat ditemui di Desa Wawowae, Senin 1 Desember 2025. 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pemerintah Desa Lengkosambi Utara, Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, NTT memperoleh bantuan program Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) setelah dinilai berhasil mengelola Dana Tekad tahap pertama.

Kepala Desa Lengkosambi Utara, Hans T menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Pelepasan Ekspor Kopi di Desa Wawowae yang turut dihadiri Pejabat Dirjen Kemendes PDT, Senin (1/12/2025).

Hans menjelaskan, keberhasilan pengelolaan Dana Tekad berasal dari program beternak sapi yang sudah dijalankan selama tiga tahun dan terbukti meningkatkan ekonomi masyarakat.

Baca juga: FISIP UI dan Ketua PKK Ende Ajarkan Anak Berani TIDAK, LARI, LAPOR Lewat Dongeng Edukatif

 

“Bantuan Rumah Inovasi Teknologi Desa itu kami dapat karena sukses mengelola Dana Tekad tahap pertama. Kami di bawah itu beternak sapi, sudah bergulir selama tiga tahun dan dampaknya sangat dirasakan masyarakat melalui peningkatan ekonomi,” ujarnya.

Keberhasilan tersebut kemudian dipromosikan oleh Dinas PMD P3A, sehingga Desa Lengkosambi Utara akhirnya terpilih menerima program NITD.

“Puji Tuhan, dari testimoni itu kami dipromosikan oleh Dinas PMD P3A dan akhirnya kami dapat RITD,” tambah Hans.

Dana sebesar Rp 400 juta dari program RITD digunakan untuk membangun kandang sapi terpadu serta mengembangkan pemanfaatan pupuk organik dari kotoran ternak.

Ia menjelaskan, model budidaya sapi dengan sistem demplot menjadi salah satu kunci keberhasilan, karena diterapkan secara terpadu dalam satu kandang kelompok.

Para anggota kelompok bertugas memasok pakan dan hasil penjualan ternak langsung dibagi untuk kesejahteraan anggota.

“Setiap kali penjualan, anggota kelompok bisa mendapatkan 3 sampai 4 juta rupiah,” ungkap Hans.

Hans menegaskan bahwa pola pengelolaan berbasis pendekatan Tekad akan terus dilanjutkan dan tak hanya fokus pada ternak sapi.

“Ke depan, pola Tekad ini tetap kami lanjutkan. Tidak hanya program sapi, kami di desa juga sudah mengembangkan ternak kambing dan ternak ayam, dengan sistem yang sama,” tegasnya.

Program terpadu ini diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Lengkosambi Utara secara berkelanjutan. (Cha)

Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved