Minggu, 26 April 2026

Berita Ngada

Kisah Jimi Longa di Desa Wogo Ngada, Menukar Wortel dengan Beras Agar Keluarga Bisa Makan

Jimi harus berjalan kaki dari rumah ke rumah menukar wortel dengan beras agar keluarganya bisa makan dan menjadi tulang punggung keluarga.

Tayang:
Penulis: Cristin Adal | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Kisah Jimi Longa di Desa Wogo Ngada, Menukar Wortel dengan Beras Agar Keluarga Bisa Makan
TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR/Charles Abar
SOSOK- Jimi Longa, remaja yatim piatu asal Desa Wogo, berdiri di depan rumah sederhana tempat ia tinggal bersama ibunda, saudara perempuan, dan kakeknya. Sejak putus sekolah di usia SD, Jimi berjalan kaki dari rumah ke rumah menukar wortel dengan beras demi memenuhi kebutuhan makan keluarganya, Minggu (18/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • Jimi Longa, remaja yatim asal Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, NTT, menyentuh nurani.
  • Jimi harus berjalan kaki dari rumah ke rumah menukar wortel dengan beras agar keluarganya bisa makan, setelah terpaksa putus sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga.
  • Jimi Longa kehilangan ayahnya sejak kecil. Ia tumbuh bersama ibunda, saudara perempuan, dan kakeknya.
  • Kondisi ekonomi keluarga yang sangat memprihatinkan, membuat Jimi terpaksa putus sekolah sejak tingkat Sekolah Dasar (SD).

 

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Jimi Longa, remaja yatim asal Desa Wogo, Kecamatan Golewa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menyentuh nurani.

Di usia yang baru lepas remaja, Jimi harus berjalan kaki dari rumah ke rumah menukar wortel dengan beras agar keluarganya bisa makan, setelah terpaksa putus sekolah dan menjadi tulang punggung keluarga.

Jimi Longa kehilangan ayahnya sejak kecil. Ia tumbuh bersama ibunda, saudara perempuan, dan kakeknya di wilayah Kecamatan Golewa. 

Kondisi ekonomi keluarga yang sangat memprihatinkan, ditambah ibunda yang kerap sakit-sakitan, membuat Jimi terpaksa putus sekolah sejak tingkat Sekolah Dasar (SD).

 

Baca juga: Pengaruh Bibit Siklon 97S, Waspada Hujan Lebat dan Gelombang Tinggi di NTT

 

 

Setiap hari ia berjalan kaki dari rumah ke rumah, berkeliling kampung menjajakan kue keliling, kopi, dan sayur wortel. 

Hasil dagangannya tak selalu berupa uang; sering kali Jimi menukar wortel yang dibawanya dengan beras agar keluarganya bisa makan.

Aktivitas itu dijalaninya selama hampir 10 tahun. Panas terik matahari maupun hujan tidak menyurutkan langkahnya. 

Tak jarang ia menghadapi penolakan warga yang tidak membeli atau enggan menukar dagangannya. Namun Jimi tetap melangkah, menahan lelah demi mencukupi kebutuhan ibunda, saudara perempuan, dan kakeknya.

 

Baca juga: Bakti Sosial STIPER Flores Bajawa di Ngada Sasar Perkampungan Turekisa dan Fasilitas Umum

 

Kisah perjuangan Jimi pun mengundang empati. Pada Minggu, 18 Januari 2026, keluarga Vitalis Nuru dari Bajawa menyambangi langsung rumah Jimi dan keluarganya di Desa Wogo. 

Kunjungan itu dilakukan sebagai bentuk berbagi kasih dan kepedulian terhadap kondisi Jimi sebagai anak yatim.

Berita TribunFlores.Com Lainnya di Google News

Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved