Rabu, 22 April 2026

Berita Ngada

Dua Siswi SMAN 2 Bajawa Ngada Hasilkan Enam Buku Sastra

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Ngada. Dua siswi Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 2 Bajawa Ngada NTT

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Dua Siswi SMAN 2 Bajawa Ngada Hasilkan Enam Buku Sastra
TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR
SISWI SMA-Dua Sosok Siswi  SMAN 2 Bajawa Maria Chelsi Lo’o (Chelsi), siswi kelas X, alumni SMP Katolik Gising Subur Wukir, serta Arnolda Jansensia Siti (Yane), alumni SMPN 10 Elar, saat temu di Ruang Sekolah, Sabtu 24 Januari 2026. 

 

“Sejak SD saya sering ikut lomba puisi. Saat acara kenegaraan seperti 17 Agustus, saya juga sering membacakan puisi. Tapi waktu itu saya belum terpikir untuk menulis puisi secara serius,” ungkap Chelsi saat ditemui di sekolah, Sabtu (24/1/2025).

Seiring waktu, minat Chelsi terhadap dunia puisi semakin berkembang. Kesempatan emas datang ketika ia mengikuti perlombaan sastra tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Kanal Sastra. Berkat ketekunan dan kecintaannya pada puisi, Chelsi berhasil meraih Kategori Puisi Paling Inspiratif.

Dari ajang tersebut, Chelsi mendapatkan banyak dukungan dari mentor yang kemudian membuka ruang baginya untuk menulis dan menerbitkan buku antologi puisi pertamanya.

“Suatu hari saya melihat informasi lomba puisi di Instagram. Saya langsung menghubungi Kak Eka selaku penanggung jawab. Awalnya ragu, tapi saya diberi motivasi untuk percaya diri dan berani mencoba,” tuturnya.

Puisi berjudul Tiada Mengerti yang ia kirimkan berhasil mengantarkannya masuk dalam kategori juara favorit tingkat nasional. Prestasi tersebut semakin memotivasi Chelsi untuk terus berkarya hingga akhirnya berhasil menerbitkan buku antologi puisi pertamanya dan kini tengah berproses menulis buku solo.

“Jangan pernah takut mencoba. Ketika gagal, jangan patah semangat, karena kita tidak pernah tahu sejauh mana karya kita akan melangkah,” pesannya.

Sementara itu, kisah inspiratif juga datang dari Arnolda Jansensia Siti atau Yane. Ia telah berhasil melahirkan dua buku antologi bersama dan tiga buku solo. Minatnya pada dunia sastra tumbuh sejak sekolah dasar, saat ia kerap tampil membacakan puisi dalam berbagai kegiatan, termasuk perayaan Hari Kemerdekaan 17 Agustus di Kecamatan Elar Selatan.

“Inspirasi saya muncul ketika melihat anak seorang guru berhasil menjuarai lomba menulis tingkat nasional. Sejak itu saya mulai membaca karya-karya penyair besar seperti Chairil Anwar dan rajin mengunjungi perpustakaan,” ungkap Yane.

Keberanian Yane untuk menulis semakin tumbuh saat duduk di kelas VIII SMP. Ia mulai mempublikasikan puisinya melalui grup Facebook bertema sastra dan mendapatkan respons positif dari komunitas penulis. Meski sempat terkendala fasilitas dan rasa minder terhadap karyanya sendiri, Yane tetap tekun hingga berhasil menerbitkan beberapa buku.

Di balik capaian tersebut, perjalanan Chelsi dan Yane tidak selalu berjalan mulus. Keduanya mengaku menghadapi berbagai hambatan, terutama keterbatasan biaya percetakan buku serta minimnya fasilitas pendukung selama proses kreatif penulisan puisi dan cerpen.

Keterbatasan akses terhadap buku referensi, perangkat digital, hingga biaya penerbitan menjadi tantangan tersendiri. Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan semangat mereka untuk terus berkarya dan mengembangkan potensi diri di bidang sastra.

Di tengah keterbatasan itu, Chelsi dan Yane mendapatkan dukungan penuh dari Kepala SMAN 2 Bajawa beserta para guru. Dukungan tersebut diwujudkan melalui motivasi, pendampingan, serta pemberian ruang berekspresi bagi siswa dalam berbagai kegiatan literasi dan pengembangan bakat.

Tak hanya aktif di lingkungan sekolah, kedua siswi ini juga kerap dilibatkan dalam berbagai kegiatan tingkat Kabupaten Ngada. Terbaru, mereka turut ambil bagian dalam seminar pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang digelar di SMAN 1 Bajawa.

Prestasi dan kiprah Chelsi serta Yane menjadi bukti bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya. Dengan ketekunan, dukungan sekolah, dan keberanian mencoba, pelajar daerah mampu melahirkan karya sastra yang inspiratif dan bernilai edukatif.(Cha).

Berita TRIBUNFLORES.COM lainnya di Google News

 

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved