Kasus Akhiri Hidup Sendiri di Ngada
Tak Ada Beras, Bocah SD yang Tewas di Ngada NTT Paling Sering Makan Ubi dan Pisang Bersama Nenek
YBR (10), seorang pelajar SD, ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur NTT
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Gubuk-Bambu-Bocah-Ngada.jpg)
Artikel ini tidak bertujuan menginspirasi tindakan bunuh diri. Jika Anda atau orang di sekitar mengalami tekanan emosional berat, segera cari bantuan profesional atau layanan kesehatan terdekat.
Ringkasan Berita:
- Tragedi Anak YBR (10): Ditemukan meninggal tergantung di pohon cengkeh di NTT; tidak ada tanda kekerasan atau konflik sebelumnya.
- Beban Emosional yang Tersimpan: Surat yang ditinggalkan menunjukkan kesedihan dan rasa bersalah, menandakan anak menghadapi tekanan emosional yang tidak tertampung.
- Pelajaran Psikologis & Pencegahan: Anak butuh ruang aman untuk bercerita, literasi emosi, disiplin empatik, dan kolaborasi keluarga-sekolah-masyarakat untuk mencegah tragedi serupa.
TRIBUNFLORES.COM, JEREBUU - YBR (10), seorang pelajar SD, ditemukan meninggal dunia di pohon cengkeh di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (29/1/2026) sekitar pukul 12.30 WITA.
YBR ditemukan dalam kondisi tergantung di pohon cengkeh depan pondok tempat ia tinggal bersama sang nenek.
Saat kejadian, nenek korban tengah mandi di kali yang jaraknya tak jauh dari pondok.
Tak ada tanda-tanda mencurigakan sebelumnya. Tak ada pertengkaran. Tak ada riwayat perilaku menyimpang.
Baca juga: Pengakuan Ibu Kandung Bocah 10 Tahun yang Tewas di Pohon Cengkeh di Ngada NTT
Anak Bungsu
YBR adalah anak bungsu dari lima bersaudara.
Sejak berusia 1 tahun 7 bulan, ia tak lagi tinggal bersama ibu kandungnya dan diasuh oleh neneknya di pondok sederhana berdinding bambu.
Ayahnya telah merantau ke Kalimantan sejak 11–12 tahun lalu dan tak pernah kembali.
Sehari-hari, selain bersekolah, YBR kerap membantu neneknya menjual sayur, ubi, dan kayu bakar.
Untuk makan, mereka mengandalkan hasil kebun seadanya, pisang dan ubi menjadi menu paling sering.
Menurut keterangan nenek korban bernama, Welumina Nenu (80) ,YBR dikenal sebagai anak pendiam dan penurut. Ia tak pernah menunjukkan perilaku aneh.
Keluhannya hanya sederhana, buku tulis dan pulpen untuk sekolah.
“Kami selalu berusaha penuhi, semampu kami,” tutur Welumina saat temu di Sa’o, Selasa (3/02/2026).
Ibu Kandung Kaget
Sementara itu, Maria Goreti Te’a (47) ibu kandung dari YBR (10) menceritakan pagi terakhir sebelum tragedi itu, Yohanes (10) mengeluh pusing.
YBR juga tidak mau berangkat ke sekolah.