Berita Ngada
Pedagang di Ngada NTT Harap Ada Pendidikan Gratis Biar Anak Tak Putus Sekolah
Di tengah sepinya pembeli, harapan besar mereka tertuju pada kebijakan pendidikan gratis agar anak-anak tidak terpaksa putus sekolah.
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Pasar-di-Bobou-Ngada.jpg)
Ringkasan Berita:Di tengah sepinya pembeli, harapan besar mereka tertuju pada kebijakan pendidikan gratis agar anak-anak tidak terpaksa putus sekolah.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA — Tekanan ekonomi masih menjadi beban berat bagi para pedagang kecil di Pasar Bobou, Kelurahan Faobata, Kecamatan Bajawa, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Di tengah sepinya pembeli, harapan besar mereka tertuju pada kebijakan pendidikan gratis agar anak-anak tidak terpaksa putus sekolah.
Mayoritas pedagang di pasar tersebut mengandalkan koperasi harian untuk menopang modal usaha sekaligus memenuhi kebutuhan hidup. Valentina Ngene (45), salah seorang pedagang, mengaku pendapatan dari hasil jualan kerap tidak menentu.
“Pasar hampir setiap hari sepi. Syukur-syukur kalau dapat Rp30 ribu sehari,” ujar Valentina saat ditemui di lapaknya, Senin (9/2/2026).
Baca juga: Menjaga Terang dengan Aman: Cara PLN Labuan Bajo Memaknai Bulan K3 Lewat Simulasi Gempa
Menurut dia, keterbatasan penghasilan membuat beban rumah tangga semakin berat, terutama untuk biaya pendidikan anak. Valentina mengungkapkan, ia harus menyiapkan biaya pendidikan anaknya yang bersekolah di SMA Negeri hingga Rp1,6 juta per bulan.
| Menjaga Terang dengan Aman: Cara PLN Labuan Bajo Memaknai Bulan K3 Lewat Simulasi Gempa |
|
|---|
| Asap Kawah Utama Berwarna Putih, Gunung Lewotolok 113 Kali Gempa Erupsi |
|
|---|
| KSP Kopdit Obor Mas Raih WTP, Manajemen dan Pengurus Sampaikan Terima Kasih |
|
|---|
| Renungan Harian Katolik Rabu 11 Februari 2026, Hati yang Bersih di Hadapan Allah |
|
|---|