Senin, 18 Mei 2026

Berita Ngada

Forum Konservasi Mbou Ngada Dorong Peran dan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Riung

Forum Konservasi Mbou Ngada mendorong peran masyarakat menjaga ekosistem alam berkelanjutan dan meningkatkan ekonomi warga.

Tayang:
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
zoom-inlihat foto Forum Konservasi Mbou Ngada Dorong Peran dan Penguatan Ekonomi Masyarakat di Kawasan Riung
TRIBUNFLORES.COM/CHARLES ABAR
WORKSHOP -Workshop peningkatan kapasitas usaha bagi pelaku usaha di kawasan Riung yang berlangsung di Kampus A STIPER Flores Bajawa, Kamis 12 Maret 2026 

Ringkasan Berita:
  • Forum Konservasi Mbou Ngada mendorong peran masyarakat menjaga ekosistem alam berkelanjutan dan meningkatkan ekonomi warga di kawasan konservasi Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).
  • Mendorong kelompok-kelompok ini menjadi kelompok yang mandiri dan tangguh sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,
  • Kelompok bergerak di berbagai bidang usaha, seperti budidaya rumput laut, kuliner, tenun, pengolahan pangan lokal hingga sektor pariwisata.

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar

TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA- Forum Konservasi Mbou Ngada mendorong peran masyarakat menjaga ekosistem alam berkelanjutan dan meningkatkan ekonomi warga di kawasan konservasi Riung, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Komitmen tersebut disampaikan dalam workshop penguatan kapasitas usaha masyarakat yang digelar Komunitas Konservasi Mbou Ngada di Aula Kampus A STIPER Flores Bajawa, Kamis (12/03/2026).

Kegiatan ini dihadiri berbagai kelompok masyarakat, mulai dari kelompok tani, kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pelaku UMKM lokal hingga kelompok usaha masyarakat. 

Selain itu, turut hadir perwakilan dinas terkait serta akademisi dari STIPER Flores Bajawa guna membangun sinergi dalam pengembangan dan pendampingan masyarakat di kawasan konservasi.

 

Baca juga: Politisi Partai NasDem NTT : Apa Alasan Gubernur NTT Batal Pelantikan Sekda Ngada

 

 

Ketua Forum Konservasi Mbou Ngada, Nicolaus Noywuli, menyebut workshop ini melibatkan sekitar 10 kelompok usaha masyarakat yang berada di kawasan konservasi Mbou di Kecamatan Riung.

“Kita mendorong kelompok-kelompok ini menjadi kelompok yang mandiri dan tangguh sehingga mampu meningkatkan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Ketua Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER FB) ini.

Menurutnya, kelompok yang terlibat bergerak di berbagai bidang usaha, seperti budidaya rumput laut, kuliner, tenun, pengolahan pangan lokal hingga sektor pariwisata.

Sementara itu, Hutomo dari InFlores menjelaskan bahwa pembinaan kelompok usaha masyarakat merupakan bagian dari program pelestarian satwa langka, termasuk spesies Mbou yang hidup di kawasan tersebut.

“Ini adalah bagian dari program Investing in Komodo Dragon Species. Kita fokus di daerah-daerah yang memiliki habitat komodo agar tetap terjaga dan lestari. Upaya itu tidak terlepas dari keberadaan masyarakat yang tinggal di sekitarnya, mulai dari Labuan Bajo hingga Ngada,” ungkap Hutomo.

 

Baca juga: Mbou, Spesies Endemik di Riung Ngada Jadi Sorotan: Pemerintah Serukan Kolaborasi Konservasi

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved