Berita Ngada
Jalan Rusak dan Becek, Aktivitas di Pasar Malanuza Ngada Terganggu
Salah satu warga setempat, Karel Iso, mengatakan Pasar Malanuza merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat
Penulis: Charles Abar | Editor: Nofri Fuka
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kondisi-Jalan-Rusak-menuju-pasar-Malanuza.jpg)
Ringkasan Berita:
- Jalan menuju Pasar Malanuza rusak parah, berlubang, dan becek, mengganggu aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat di Kecamatan Golewa.
- Warga dan anggota DPRD Ngada menekankan pentingnya perbaikan, karena pasar ini menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang signifikan.
- Kerusakan jalan juga menghambat akses pelayanan publik, termasuk fasilitas Puskesmas, sehingga pemerintah didesak segera mengambil langkah konkret perbaikan.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Pedagang dan masyarakat kembali mengeluhkan kondisi jalan masuk Pasar Malanuza yang rusak parah, berlubang, dan becek. Hingga kini, kerusakan tersebut belum mendapat perhatian serius dari pemerintah.
Salah satu warga setempat, Karel Iso, mengatakan Pasar Malanuza merupakan pusat aktivitas ekonomi masyarakat di Kecamatan Golewa yang setiap hari ramai dikunjungi.
Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah perbaikan agar aktivitas warga tidak terus terganggu.
“Jalan sudah mengalami kerusakan, becek dan berlubang. Ini sudah cukup lama dan sering dikeluhkan masyarakat,” ungkap Karel kepada TRIBUNFLORES.COM, Kamis (9/04/2026).
Baca juga: Pemkab Ngada Mulai Verifikasi Penerima Stimulus Bantuan kepada Pelaku UMKM
Keluhan serupa juga disampaikan anggota DPRD Kabupaten Ngada, Rikar Bhara. Ia menilai kondisi jalan tersebut tidak sebanding dengan kontribusi Pasar Malanuza terhadap pendapatan daerah.
Pemasukan Pasar Malanuza Besar
Menurutnya, pasar tersebut menjadi salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang cukup besar, sehingga sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari sisi infrastruktur.
“Pemasukan dari Pasar Malanuza itu cukup besar. Harus ada rasa keadilan, ketika pendapatan meningkat, infrastruktur pasar juga harus diperhatikan,” tegasnya.
Rikar mendesak pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki jalan tersebut, baik melalui perubahan anggaran maupun dalam perencanaan APBD 2027.
Ia juga menambahkan, kondisi jalan yang rusak tidak hanya berdampak pada aktivitas pasar, tetapi juga mengganggu akses layanan kesehatan, mengingat di sekitar lokasi terdapat fasilitas Puskesmas.
“Ini bukan hanya soal pasar. Di sana juga ada Puskesmas yang melayani masyarakat. Kondisi jalan cukup parah dan sangat menghambat,” ujarnya.
Ia berharap pemerintah tidak lagi menunda perbaikan, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi dan pelayanan publik masyarakat setempat. (Cha).
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News
| Tongkrongan Liar di Depan SMPN 1 Bajawa Meresahkan, Forum Anak Ngada Minta Tertibkan |
|
|---|
| Pemkab Ngada Mulai Verifikasi Penerima Stimulus Bantuan kepada Pelaku UMKM |
|
|---|
| Pengendalian Hama Tikus di Ngada NTT Berhasil, Produksi Jagung Meningkat |
|
|---|
| Dinas Kominfo Ngada Tidak Ada Anggaran Sosialisasi Pembatasan Akses Media Sosial |
|
|---|