Hardiknas 2026
Siswa SMP dan SD di Aimere Ngada Peringati Hardiknas dari Halaman Kampung Adat Paukate
Jangan sampai ada anak-anak kita yang menangis karena mengalami hambatan dalam meraih cita-cita.
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Hardiknas-di-Ngada-Aimere.jpg)
Ringkasan Berita:
- Ratusan pelajar SD dan SMP di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan suasana berbeda.
- Upacara peringatan digelar di tengah nuansa tradisional Kampung Adat Paukate, Desa Keligejo, Sabtu (2/5/2026).
- Asisten II Setda Ngada Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Nicolaus Noywuli, mengajak seluruh tenaga pendidik untuk merefleksikan kembali ajaran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara.
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Ratusan pelajar SD dan SMP di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dengan suasana berbeda.
Upacara peringatan digelar di tengah nuansa tradisional Kampung Adat Paukate, Desa Keligejo, Sabtu (2/5/2026).
Asisten II Setda Ngada Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Dr. Nicolaus Noywuli, yang bertindak sebagai pembina upacara, menekankan pentingnya menciptakan ekosistem sekolah yang menyenangkan bagi peserta didik.
"Kita harus memastikan anak-anak kita belajar dengan bahagia. Mereka harus dipastikan mendapatkan akses pendidikan. Jangan sampai ada yang menangis karena mengalami hambatan dalam meraih cita-cita," ujar Nicolaus saat membacakan amanat Bupati Ngada.
Baca juga: Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Buku hingga Perlengkapan Olahraga Bagi Siswa SD di Ngada NTT
Mengembalikan Filosofi Ki Hadjar Dewantara
Dalam pidatonya, Nicolaus mengajak seluruh tenaga pendidik untuk merefleksikan kembali ajaran Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara. Ia menyebutkan bahwa sistem "Among" yang terdiri dari Asah (ilmu), Asih (kasih sayang), dan Asuh (pembinaan) harus menjadi fondasi utama di sekolah.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu pengetahuan untuk mencerdaskan otak, melainkan proses memanusiakan manusia dan membangun watak peradaban bangsa.
"Pendidikan adalah proses menemukan dan menumbuhkembangkan fitrah atau potensi alamiah manusia sebagai makhluk Tuhan yang mulia," tambahnya.
Baca juga: Peduli Pendidikan Anak Pelosok, Komunitas Peduli Negeri Salurkan Buku untuk Siswa SD di Ngada
Sekolah Bebas Kekerasan
Pemerintah Kabupaten Ngada juga memberikan perhatian serius terhadap isu keamanan di lingkungan sekolah. Nicolaus menegaskan bahwa sekolah harus menjadi tempat yang aman dan nyaman, serta bersih dari segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun verbal.
Ia secara khusus berpesan kepada para siswa agar berani bersuara jika mengalami atau melihat tindakan tidak terpuji di lingkungan sekolah.
"Anak-anakku, kalau ada tindakan yang tidak baik di sekolah, jangan ragu untuk melaporkan," tegas Nicolaus.
Panggung Ekspresi Siswa
Setelah upacara bendera yang berlangsung khidmat, kegiatan dilanjutkan dengan panggung ekspresi. Para siswa dari berbagai sekolah di Kecamatan Aimere menampilkan beragam pertunjukan seni dan edukasi.
Acara tersebut ditutup dengan penyerahan hadiah dan penghargaan bagi sekolah serta pelajar berprestasi, sebagai bentuk apresiasi pemerintah daerah terhadap dedikasi insan pendidikan di pelosok Ngada.
Berita TRIBUNFLORES.COM Lainnya di Google News