Berita Ngada
Warga Lokal Kunci Pengembangan Wisata Berkelanjutan di Riung Ngada
Masyarakat lokal dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di kawasan wisata alam Riung
Penulis: Charles Abar | Editor: Hilarius Ninu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Loka-Karya-Soal-Riung.jpg)
Ringkasan Berita:Masyarakat lokal dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di kawasan wisata alam Riung
Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar
TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Masyarakat lokal dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengembangan destinasi wisata berkelanjutan di kawasan wisata alam Riung di Kecamatan Riung, Kabupaten Ngada, Flores NTT.
Selain sebagai penerima manfaat ekonomi, warga juga memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian sumber daya alam yang menjadi daya tarik utama kawasan wisata tersebut termasuk spesies Endemik Mbou.
Hal itu mengemuka dalam Lokakarya Pengembangan Destinasi Pariwisata Riung yang digelar di Hotel Edelweis Bajawa, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, Balai Besar KSDA NTT, akademisi STIPER Flores Bajawa dan Universitas Santo Paulus Ruteng, pemerintah kecamatan dan desa, hingga pelaku pariwisata, PKK Kabupaten Ngada.
Kepala Balai Besar KSDA Nusa Tenggara Timur, Adi Nurul Hadi, menegaskan bahwa pengembangan kawasan wisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja.
Baca juga: Cerita Pelaku UMKM di Maumere Sikka : Keluar Banyak Masuknya Kurang
Menurutnya, keberhasilan pembangunan destinasi wisata sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
“Kami tidak bisa mengembangkan kawasan wisata ini sendiri. Harus ada kerja sama dan sinergi dengan pemerintah serta interaksi yang baik dengan masyarakat. Ketika sektor wisata berkembang, masyarakat juga harus memperoleh manfaat dari perkembangan tersebut,” ujarnya.
Ia menambahkan, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya alam yang menjadi fondasi utama pengembangan pariwisata. Karena itu, keterlibatan warga dalam pengelolaan dan pelestarian kawasan harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pembangunan destinasi wisata.
Sementara itu, Wakil Bupati Ngada Bernadinus Dhey Ngebu menegaskan bahwa pengembangan pariwisata Riung harus diarahkan pada pembangunan yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, Riung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi unggulan di Flores. Namun, pengembangan tersebut harus tetap menjaga kelestarian lingkungan dan kekayaan hayati yang menjadi daya tarik utama kawasan.
Pemerintah Kabupaten Ngada bersama masyarakat Riung juga menyatakan dukungan terhadap upaya Kementerian Kehutanan dan Project InFlores untuk menjadikan Pulau Ontoloe atau Pulau Kelelawar sebagai pusat pemulihan ekosistem komodo.