Berita NTT
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Tingkat Provinsi NTT Masuki Babak Presentasi
Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi Dengan Innovative Goverment Award (KOIN YANLIK BERDASI) tingkat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/Kompetisi-pelayanan-publik-di-NTT.jpg)
Ringkasan Berita:
- Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik tingkat Provinsi NTT memasuki tahap presentasi dan wawancara finalis pada 9–10 Desember 2025.
- Acara berlangsung di Kantor Gubernur NTT, dibuka oleh Kepala Biro Organisasi Setda NTT Djose Nai Buti.
- Sebanyak 24 tim lolos ke babak ini, dibagi dalam dua sesi (12 tim per hari).
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Maria Selfiani Baki Wukak
POS-KUPANG.COM, KUPANG - Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik Berdasarkan Kategori dan Terintegrasi Dengan Innovative Goverment Award (KOIN YANLIK BERDASI) tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur memasuki babak presentasi dan wawancara finalis.
Setelah mengalami proses seleksi yang cukup panjang dari panitia dan tim penilaian, 24 tim lolos ke tahapan presentasi dan wawancara finalis yang dilaksanakan dari tanggal 9 Desember hingga 10 Desember 2025.
24 tim ini dibagi dalam dua sesi, 12 tim untuk hari pertama dan 12 tim untuk hari berikutnya.
Bertempat di ruang rapat asisten Kantor Gubernur NTT, pelaksanaan presentasi dan wawancara finalis dilaksanakan dan dibuka oleh Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Nusa Tenggara Timur Djose Nai Buti yang mewakili kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur.
Baca juga: Bupati Yosef Apresiasi Pendampingan FREN Bagi Masyarakat Kabupaten Ende
Dalam sambutannya, ia mengatakan bahwa tahapan presentasi dan wawancara adalah sebuah proses validasi inovasi yang dilakukan tim juri untuk menggali potensi, memperdalam pemahaman, hingga memastikan bahwa setiap inovasi benar-benar memberikan dampak positif.
"Tahapan presentasi dan wawancara adalah proses validasi inovasi oleh tim juri untuk menggali potensi, memperdalam pemahaman, dan memastikan bahwa setiap inovasi benar-benar memberikan dampak positif dan dapat diterapkan secara berkelanjutan.," katanya.
Menurutnya, kehadiran para pemegang kebijakan mulai dari Tingkat Kabupaten atau Kota dan Provinsi yang hadir dapat menjadi simbol komitmen yang kuat menjamin pengembangan inovasi pelayanan publik di daerah semakin menjangkau yang tak terjangkau.
Inovasi yang dihadirkan bukan hanya memberi solusi terhadap persoalan birokrasi atau layanan publik, tetapi juga membuka harapan baru bagi masyarakat NTT.
Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada semua pihak yang telah bekerja keras sejak tahap awal penyusunan proposal, verifikasi, hingga tiba pada tahapan wawancara dan presentasi.
Para tim juri yang hadir untuk menilai 24 tim ini adalah Darius Beda Daton, SH yang mewakili Ombudsman RI Perwakilan NTT, Dion D.B. Putra yang merupakan Pimpinan Redaksi Media Pos Kupang, DR. Maria Louisa Indriyati yang adalah seorang dosen dari Universitas Widya Mandira Kupang, Charles Conrad Rambung seorang peneliti ahli pertama dan Lasarus Jehamat yang merupakan dosen dari Universitas Nusa Cendana.
Berikut ini adalah daftar 24 tim yang lolos untuk tahapan wawancara dan presentase adalah sebagai berikut
1. INOVASI GRADUASI MANDIRI (ASI DIRI) : Dinas Sosial Provinsi NTT