Berita NTT
BPBD NTT Distribusi Logistik Dasar, Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Dalam upaya mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/flores/foto/bank/originals/BPBD-NTT-MITIGASI.jpg)
Ringkasan Berita:
- NTT memasuki puncak musim hujan dengan risiko tinggi bencana hidrometeorologi.
- BPBD NTT menyalurkan logistik dasar sebagai langkah antisipasi dan kesiapsiagaan di 22 kabupaten/kota.
- Hingga kini, bantuan berupa 33,4 ton beras sudah disalurkan ke Flores, Sumba, Timor, Alor, dan Sabu Raijua.
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi
TRIBUNFLORES.COM, KUPANG - Dalam upaya mengantisipasi dampak bencana hidrometeorologi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan distribusi logistik dasar.
"Wilayah NTT saat ini telah memasuki puncak musim penghujan yang berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana hidrometeorologi," kata Plt Kepala BPBD NTT, Samuel Halundaka, Senin (5/1/2026).
Menyikapi kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi NTT melalui BPBD mengambil langkah-langkah strategis dan responsif sebagai bagian dari upaya kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana.
Baca juga: Badan Geologi Imbau Warga dan Wisatawan Tak Beraktivitas di Sekitar Kawah Gunung Egon, Sikka
Salah satu langkah antisipatif yang dilakukan adalah pendistribusian logistik untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Upaya ini ditujukan sebagai langkah mitigasi awal terhadap potensi ancaman bencana hidrometeorologi di 22 kabupaten/kota sepanjang akhir tahun 2025 hingga tahun 2026.
Distribusi logistik ini, kata dia, diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan daerah sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadapi potensi bencana secara efektif, cepat, dan terkoordinasi.
Hingga saat ini, bantuan logistik berupa beras telah disalurkan ke delapan kabupaten di wilayah daratan Flores, empat kabupaten di daratan Sumba, empat kabupaten di
wilayah daratan Timor, serta Kabupaten Alor dan Sabu Raijua, dengan total bantuan mencapai 33,4 ton.
"Pendistribusian bantuan logistik untuk kabupaten/kota lainnya direncanakan akan dilaksanakan pada awal Januari 2026, sebagai bagian dari upaya memastikan ketersediaan kebutuhan dasar masyarakat
serta mendukung penanganan bencana secara
berkelanjutan," ujarnya.
Samuel menyebut, bantuan ini akan sangat membantu dalam memperkuat buffer stock atau ketersediaan logistik di gudang BPBD, sehingga kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana dapat terpenuhi secara optimal.
"Diharapkan dukungan logistik semacam ini dapat terus berlanjut dan menjadi program rutin setiap tahun guna memperkuat ketahanan daerah dalam menghadapi bencana," katanya.
Selain itu, Samuel juga meminta masyarakat agar mewaspadai dampak dari cuaca yang sedang terjadi. Warga perlu menghindari daerah rawan bencana dan tidak berpergian keluar rumah jika tidak ada keperluan mendesak.
BPBD NTT juga meminta semua instansi terkait di Kabupaten/Kota agar melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan menghadapi imbas cuaca ekstrim.
Sementara itu, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG NTT telah mengeluarkan peringatan dini. BMKG juga merilis prakiraan cuaca untuk 5-7 Januari 2026.